Pariwisata Bali, Wayan Koster: Diundang Presiden Bahas Pemulihan Ekonomi Bali

Presiden Jokowi menugaskan para Menteri dan Pejabat terkait untuk secepatnya menindak lanjuti keputusan rapat terbatas di Istana Merdeka, pada 7 Juni lalu. Penegasan tersebut, menandai Kepala Negara serius lakukan berbagai upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi Bali dilaksanakan secara efektif. Simak beritanya!
GUBERNUR BALI DIUNDANG PRESIDEN JOKOWI (Dok.Humas Pemprov Bali)

PariwisataIndonesia.id – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa dirinya diundang untuk mengikuti rapat terbatas oleh Bapak Presiden RI, Ir. Joko Widodo, di Istana Merdeka, pada 7 Juni lalu.

Dilansir dari siaran resmi Pemprov Bali, menyatakan Kepala Negara memberikan perhatian serius terhadap pemulihan ekonomi Bali.

Dalam rapat terbatas tersebut, Bapak Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Menparekraf Pariwisata, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan.

Pada kesempatan itu, Wayan memaparkan 5 topik yaitu: pertama, pencapaian vaksinasi di Bali; kedua, pengetatan protokol kesehatan Covid-19; ketiga, mendorong kunjungan wisatawan domestik ke Bali; keempat, persiapan pembukaan koridor wisatawan mancanegara dengan protokol kesehatan secara ketat; dan kelima, menyeimbangkan perekonomian Bali dengan ekonomi kreatif, ekonomi digital dan peningkatan ekspor sehingga tidak terlalu bergantung dari pariwisata.

Gubernur Bali juga menyampaikan kebijakan yang sudah ia tempuh, antara lain:

  1. Pencapaian program vaksinasi. Bali telah menerima sekitar 3 juta dosis vaksin (50%) dari jumlah kebutuhan vaksin melalui Menteri Kesehatan. Program vaksinasi masal dilaksanakan bersinergi dengan Bupati/Walikota se-Bali dan didukung oleh Polda Bali, Kodam IX/Udayana, Perguruan Tinggi, fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta, hotel, dan fasilitas umum lainnya. Sampai tanggal 6 Juni 2021, vaksinasi tahap pertama (suntikan ke-1) sudah mencapai lebih dari 1,4 Juta orang (47%) dan vaksinasi tahap kedua (suntikan ke-2) telah mencapai lebih dari 659 ribu orang (22%). Bali memerlukan 6 Juta dosis vaksin untuk vaksinasi 3 Juta penduduk (70%) dari jumlah penduduk Bali guna mencapai kekebalan komunitas (herd immunity).
  2. Dampak vaksinasi sudah mulai terlihat dari menurunnya kasus baru Covid-19, rata-rata kurang dari 50 kasus baru per hari yang semakin menurun, tingkat kesembuhan semakin meningkat mencapai angka lebih dari 95% (diatas rata-rata nasional, 91%), tingkat kematian mencapai 3,71% cendrung menurun (namun masih diatas rata-rata nasional 2,78%), yaitu kurang dari 5 orang per hari, dan jumlah kasus aktif mencapai kurang dari 1% yang terus menurun (di bawah rata-rata nasional 5,24%), yaitu 473 orang (227 orang dirawat di rumah sakit dan 246 orang di isolasi/karantina).
  3. Bali masih memerlukan tambahan 3 juta dosis vaksin (total kebutuhan 6 juta dosis vaksin) guna menuntaskan target vaksinasi untuk 3 juta penduduk. Keempat, dampak Covid-19 telah berdampak sangat serius terhadap pariwisata dan perekonomian Bali, pertumbuhan perekonomian Bali mengalami kontraksi sangat dalam yaitu pada tahun 2020 mengalami kontraksi 9,3% (negatif), dan pada triwulan pertama tahun 2021 mengalami kontraksi 9,8% (negatif). Kondisi ini harus cepat diatasi dengan kebijakan khusus yang bersifat spasial untuk Bali, agar pariwisata dan perekonomian Bali tidak semakin terpuruk.

Mengomentari Pemerintah Pusat serius menumbuhkan kembali ekonomi Bali, dirinya sangat mengapresiasi hal itu. Selanjutnya, Gubernur Bali menyisipkan pesan permohonan dan aspirasi dari sejumlah pihak, termasuk dari pelaku pariwisata Bali.

Pertama, memohon tambahan vaksin sebanyak 3 juta dosis agar vaksinasi di Bali bisa selesai tuntas bulan Juli 2021.

Kedua, mendorong kunjungan wisatawan domestik ke Bali dengan memberi insentif khusus.

Ketiga, meningkatkan program Work From Bali (WFB) menjangkau semua Kementerian/Lembaga.

Keempat, meningkatkan pertemuan-pertemuan nasional dan dunia di Bali.

Kelima, mengusulkan agar wisatawan mancanegara bisa dibuka secara terbatas pada akhir bulan Juli 2021.

Keenam, melanjutkan program hibah pariwisata untuk pelaku usaha pariwisata dan pendukung pariwisata serta untuk membantu pendapatan Pemerintah Kabupaten/Kota, karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang turun drastis.

Ketujuh, perpanjangan jangka waktu membayar cicilan pinjaman bagi pelaku usaha pariwisata melalui perubahan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, menyesuaikan dengan pulihnya pariwisata/ekonomi Bali.

Kedelapan, mengusulkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya.

Kesembilan, mengusulkan pinjaman lunak bagi pelaku usaha dan pendukung usaha pariwisata Bali.

Usulan terakhirnya, memohon Bapak Presiden RI berkenan membuka secara resmi acara Pesta Kesenian Bali ke-43, tanggal 12 Juni 2021, secara daring (Virtual).

Setelah berdiskusi panjang dengan mendengarkan dukungan penuh, baik itu pendapat, maupun masukan dari Menteri Pariwisata, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia dan Ketua OJK maka Bapak Presiden secara prinsip menyetujui permohonan dan usulan Gubernur Bali.

Akhirnya, Presiden Jokowi menugaskan para Menteri dan Pejabat terkait untuk secepatnya  menindak lanjuti keputusan rapat terbatas tersebut guna dilaksanakan secara efektif.