BBTF 2021 Resmi Dibuka Cok Ace

Foto bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana dan Deputi Kemenparekraf Rizki Handayani Musatafa di BBTF 2021 (Dok. Humas Pemprov Bali)

PariwisataIndonesia.id – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati meresmikan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) ke-7 dan mengapresiasi gelaran BBTF 2021. Event beskala internasional ini diselenggarakan di Hotel Westin, ITDC, Nusa Dua, Badung, pada Kamis (10/6) kemarin.

Dalam sambutannya, pagelaran semacam ini sudah lama dinantikan masyarakat Bali dan berharap menjadi awal dari kebangkitan pariwisata Bali. Pria yang akrab dipanggil Cok Ace menambahkan, Bali sangat terpukul akibat pandemi Covid-19, karena berlangsug lebih dari satu tahun.

Selain itu, Wagub merangkap ketua PHRI Bali juga mengimbau perhelatan dimaksud sejatinya memberikan angin segar industri Pariwisata Indonesia dan wajib optimis di tengah pandemi COVID-19 terhadap pemulihan ekonomi Bali, secara khusus bangkitkan gairah pelaku pariwisata Bali.

“Kita ketahui seluruh sektor pariwisata tidak hanya di Bali tapi di seluruh Indonesia sangat terdampak akan pandemi. Jangan tanya lagi, perekonomian Bali triwulan pertama tahun juga mengalami kontraksi. Jadi, pagelaran BBTF 2021 diharapkan dapat memberikan harapan baru di tengah keterpurukan,” jelasnya.

Turut hadir di acara tersebut, seperti Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Baparekraf Rizki Handayani Musatafa; Kepala BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho dan sejumlah undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Pemprov Bali melalui Cok Ace melaporkan hal penting untuk meyakinkan publik di tengah keresahan pelaku pariwisata Bali, bahwa berbagai upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi Bali, sudah dilakukan pemerintahannya dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Pusat untuk dilaksanakan secara efektif guna keluar dari pandemi COVID-19.

Menurutnya, selain program Work From Bali (WFB), Pemprov Bali telah mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan (Prokes) kesehatan CHSE dengan meyakinkan pariwisata Bali aman berwisata seperti, restaurant dan destinasi wisata, dan gencar vaksinasi masal di Bali.

“Tercapainya herd immunity dengan minimal 70% penduduk divaksin adalah syarat untuk membuka pariwisata. Saat ini vaksinasi sudah tercapai 50%, sisanya akan kita kejar agar rampung Juli mendatang,” jelasnya.

Melalui tema BBTF, yaitu Exploring Sustainable & Wellness Tourism, penglingsir Puri Ubud ini memandang sangat relevan dengan kondisi sekarang. Dirinya menilai, sustainable atau berkelanjutan berarti berbicara tentang pariwisata yang tidak merusak tiga sumber daya Bali yaitu budaya, manusia dan alamnya.

“Sustainable juga bicara tentang bagaimana pariwisata bisa memberikan kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, daya beli dan happiness untuk masyarakat,” katanya.

Sementara ‘wellness’ atau kebugaran adalah salah satu upaya kita mendatangkan wisatawan yang sehat secara jasmani dan rohani, serta bisa memberikan pelayanan kepada wisatawan agar mereka merasa kembali bugar setelah berwisata di Bali.

“Jika keduanya dipadukan makan kita akan bisa menyediakan pariwisata yang berkualitas,” sambungnya.

Senada dengan itu, ketua panitia BBTF ke-7, Ketut Ardana yang sekaligus menjabat sebagai ketua ASITA Ketut Wardana menyampaikan BBTF kali ini berbeda dengan sebelumnya karena digelar secara hybrid melalui daring dan luring serta penerapan Prokes ketat.

Menurut Ketut, setelah sempat tertunda karena pandemi COVID-19, BBTF kali ini berhasil mengumpulkan sekitar 125 seller dari 34 provinsi di Indonesia serta 135 buyer dari Indonesia dan 57 buyer internasional dari 20 negara.

“Buyer internasional kali ini mengikuti secara daring. Khusus Hongaria saja yang mengikuti secara luring dan datang langsung ke sini,” tandasnya.

Disampaikannya, perhelatan kali ini akan berlangsung selama dua hari dimulai pada 10 hingga 11 Juni 2021.

Selanjutnya >>> Ketua Panitia BBTF 2021 Ungkap Beda Waktu Jadi Kendala Tapi Event Tetap Sukses; Menteri Sandiaga Uno Serius Dorong Pulihkan Ekonomi Bali