Pemda DIY Luncurkan Buku “Sakti” Tentang Kraton

YouTube Kundha Kabudayan DIY, Pariwisata Indonesia, kEBUDAYAAN INDONESIA

Pusat kebudayaan Jawa. Sebutan ini kini bisa dinobatkan kepada Yogyakarta sebagai kota budaya. Bukan tanpa alasan, penamaan seperti itu diperkuat dengan dibuatnya sebuah karangan Yuwono Sri Suwito yang berjudul Kraton Yogyakarta Pusat Budaya Jawa.

Buku yang menuai pujian dari Kanjeng Pangeran Haryo Yudho Hadiningrat selaku perwakilan Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat dalam acara Peluncuran Buku Kraton Yogyakarta: Pusat Budaya Jawa pada siaran langsung di kanal resmi YouTube Kundha Kabudayan DIY, Kamis (23/7/2020)

“Buku ini luar biasa, karena belum ada penulis yang menulis tentang Kraton dari sisi sejarah, filosofi, ragam hias dan sengkala.”

“Karena (biasanya) terpisah-pisah, ada yang hanya menulis sejarah saja, arsitektur saja,” tambah Kanjeng Yudho.

YouTube Kundha Kabudayan DIY
Foto: YouTube Kundha Kabudayan DIY

Buku ini memuat tentang segala informasi terperinci tentang penataan ruang serta arsitektur Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, runtut beserta sejarahnya. Penulis yang akrab disapa Romo Yu ini juga mengungkapkan bahwa tujuannya membuat buku ini adalah ingin memberikan sebuah bahan ajar, bukan semata-mata bahan bacaan saja.

YouTube Kundha Kabudayan DIY
foto; YouTube Kundha Kabudayan DIY

Romo Yu merupakan penulis serta peneliti asal Yogyakarta yang sudah memiliki 12 karya berupa buku-buku sebutan kebudayaan Yogyakarta. Dua diantaranya adalah Filosofi Prajurit Kraton dan Filosofi Sekaten. Kedua buku ini bahkan mengepakkan sayapnya di kancah internasional. Terbukti dengan masuknya kedua buku ini dalam British Library.

Salah satu kesulitan Romo Yu dalam menulis buku ini adalah dalam pencarian arsip gambar. Seperti ketika beliau mencari gambar Alun-alun Utara yang tidak dibelah oleh aspal karena secara defenitif alun-alun bukan lagi alun-alun jika sudah ada jalan ditengahnya, sedangkan pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono IX hingga X terdapat sebuah jalan pemisah berupa jalan setapak. Sehingga Romo Yu mencari arsip gambar di mana Beringin Kyai Janadaru dan Kyai Dewandaru tidak dibelah oleh aspal maupun paving blok sebagai jalan.

dinaskebudayaandiy

Romo Yu sendiri bukanlah seorang budayawan maupun seniman. Beliau merupakan insinyur transportasi dan magister ekonomi. Romo Yu juga memiliki gelar Abdi Dalem Kanjeng Widyo Anindito dan mengemban tugas sebagai Panditi Aji bidang kabudayan Kraton. Namun karena rasa cintanya terhadap Kraton membuatnya mengangkat Kraton dalam bukunya yang ditulis dalam kurun waktu 6 bulan ini.

Sayangnya, buku luar biasa yang mengupas tuntas tentang sumbu filosofis Kota Yogyakarta serta penataan ruang Kraton ini dibuat dengan cetakan terbatas. Hal ini membuat akses baca publik juga menjadi terbatas. “Karena cetakannya terbatas, jadi jika mau membaca bukunya bisa berkunjung ke perpustakaan Kundha Kabudayan,” ujar Admin Taste of Jogja TV saat dikonfirmasi oleh wartawan pariwisataindonesia.id pada live chat YouTube Taste of Jogja TV (Kundha Kabudayan DIY) pada Kamis (23/7/2020).

Romo Yu selaku penulis juga ikut menyayangkan hal tersebut. “Mungkin kedepannya bisa dibuatkan e-book, agar semua orang mulai dari anak SD sampai petani bisa membaca buku ini kapan saja.” (Bahrul/Kusmanto)