Presiden RI: Daerah Tidak Boleh dengan Pusat Berbeda. Lockdown Belum Perlu!

breaking news pariwisata indonesia
Editorial Media Pariwisata Indonesia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan Kepala Daerah untuk tidak melakukan kebijakan-kebijakan diluar koordinasi Peraturan Presiden(PP) yang dibuat, untuk seragam dalam langkah dan kebijakan. Hingga  saat ini, belum ada yang berbeda. Bahwa ada pembatasan sosial dan lalu lintas. Pembatasan-pembatasan itu, masih dalam kewajaran. Daerah perlu melakukan kontrol wilayahnya. Namun tidak dalam bentuk keputusan besar, misal karantina wilayah dalam cakupan yang besar atau sering dipakai kata, lockdown.  

“Harus bekerja berdasarkan aturan undang undang yang ada,” kata Presiden saat mengecek pembangunan rumah sakit (RS) Darurat Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Kamis (1/4/2020).

Foto: Humas Kementerian PUPR/RS Darurat Covid-19 Pulau Galang, Batam
Foto: Humas Kementerian PUPR/RS Darurat Covid-19 Pulau Galang, Batam

Jokowi menjelaskan semua langkah dan kebijakan Pemerintah Pusat adalah amanat konstitusi. Dasar acuan dalam bekerja harus kedepankan Undang-Undang(UU).

“Kalau ada UU mengenai ke karantinaan kesehatan, ya itu yang dipakai. Jangan, berjalan sendiri-sendiri. Sehinggga, baik Daerah dan Pusat berada pada satu garis visi yang sama,” Tegas Presiden Jokowi.

Presiden menjelaskan makna dari penekanan, kata lockdown. Dalam jumpa pers(1/4), “Lockdown, itu apa sih? Karena itu, kita harus sama. Lockdown itu, orang tidak boleh keluar rumah. Transportasi semuanya berhenti, baik itu yang namanya bus, kendaraan pribadi, sepeda motor, kereta api, pesawat, semuanya berhenti. Kegiatan kegiatan kantor semuanya dihentikan,” Jokowi menjelaskan.

“Kita tidak mengambil jalan yang itu!,” Presiden menambahkan.

Indonesia menganut kebijakan, tetap melakukan aktivitas ekonomi. Presiden mencermati dari pengalaman 202 Negara yang berdampak sama, menghadapi Covid-19. Semua, ada plus dan minus. Indonesia memutuskan semua ini dengan penuh bijaksana dan sangat berhati-hati. Langkah kebijakan Presiden Jokowi diselaraskan dengan kondisi geografis, demografi, kharakter budaya dan kedisiplinan maupun kemampuan fiskal.

Masyarakat harus menjaga jarak. Jaga jarak aman, itu paling penting. Pesan Jokowi mengingatkan pada kita semua pentingnya melakukan social distancing, phisical distancing.  Semua harus disiplin dalam melakukan jaga jarak aman, cuci tangan setiap selesai beraktivitas. Jangan pegang hidung, mulut atau mata.

“Jangan pegang hidung, mulut atau mata, kurangi itu, kunci tangan kita, sehingga penularan Covid-19, akan betul-betul bisa dicegah,” Presiden mengingatkan.

Presiden Jokowi mengatakan, “Semua Fasilitas dan Operasional serta Karantina RS Darurat Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Senen(6/4) sudah beroperasi.”