Rencana Kerja 2022, Jokowi: Fokus pada Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural

"Harus kita rencanakan sejak sekarang bahwa nilai tambah di sektor industri harus ditingatkan, ketahanan pangan harus meningkat, dan pemulihan sektor pariwisata bisa berjalan baik," Presiden Jokowi. Rencana kerja pemerintah pada tahun 2022, Kepala Negara akan berfokus pada pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Musrenbangnas 2021, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/5).
umi kalsum founder dan ceo pvk group,BERITA PRESIDEN JOKOWI,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MUSRENBANGNAS 2021,MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL,PARIWISATA INDONESIA,PRESIDEN JOKO WIDODO (JOKOWI)
Presiden Joko Widodo membuka Musrenbangnas 2021 (Foto: BPMI Setpres/Kris)

PariwisataIndonesia.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rencana kerja pemerintah pada tahun 2022 akan berfokus pada pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

Hal tersebut, disampaikan Kepala Negara saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2021, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/5).

“Rencana kerja pemerintah di 2022, tahun depan ini, masih mengusung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural,” kata Presiden Jokowi.

Di samping itu, Presiden juga meminta jajarannya terus berupaya mendorong agar industri mulai bangkit sehingga para pekerja mulai bekerja, dan sisi permintaan domestik harus ditingkatkan. Tetapi semua itu harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, tanpa tawar-menawar.

“Harus kita rencanakan sejak sekarang bahwa nilai tambah di sektor industri harus ditingatkan, ketahanan pangan harus meningkat, dan pemulihan sektor pariwisata bisa berjalan baik,” tuturnya.

Menurut Presiden, Indonesia juga harus mendapatkan manfaat dari perkembangan dunia yang mengarah ke ekonomi hijau (green economy). Sebagai salah satu paru-paru terbesar dunia, Indonesia juga harus bisa memperoleh manfaat besar dari hutan tropis dan hutan mangrove yang dimiliki.

“Oleh sebab itu, transformasi energi menuju energi baru dan terbarukan harus dimulai. Green economy, green technology, dan green product harus diperkuat agar kita bisa bersaing di pasar global,” tambahnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah merencanakan untuk membuat green industrial park yang rencananya akan disiapkan di Kalimantan Utara dengan memanfaatkan hydropower.

Diharapkan melalui pembangkit listrik diperoleh energi hijau, baru terbarukan, yang akan disalurkan kepada kawasan industri hijau sehingga muncul produk-produk hijau dari sana. Jokowi juga meyakinkan, green industrial park akan menjadi kekuatan bangsa Indonesia ke depan.

“Kita juga mempunyai kekuatan di blue economy. Indonesia adalah negara terkaya dalam hal biodiversitas di laut. Kita harus memanfaatkan secara bijak anugerah Tuhan ini, menyejahterakan rakyat, dengan tetap menjaga alam dan kerbelanjutan produksi. Sustainable blue economy menjadi agenda yang harus diprioritaskan di semua wilayah pantai yang kita miliki,” paparnya.

Di penghujung arahannya, Presiden menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia harus inklusif. Pertumbuhan ekonomi juga menjadi bagian penting bagi penyelesaian masalah-masalah tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.

“Pertumbuhan ekonomi harus menjadi mesin bagi pemerataan pembangunan dan keadilan ekonomi baik antardaerah, antardesa, dengan kota. Pertumbuhan ekonomi harus meningkatkan kelas UMKM kita dan semakin mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lain,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden di Istana Negara antara lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.