Sakti! Semeru Erupsi, Bromo Tetap Buka

Kawasan wisata Bromo. Sumber Foto : Tribunnews.com

Wisata Bromo sudah menjadi hal yang wajar jika kita sebut sebagai wisata unggulan di Provinsi Jawa Timur. Pasalnya ada begitu banyak pesona alam yang dapat kita saksikan dari tempat ini.

Perburuan sunrise, Bukit Teletubies, hingga pada savananya membuat kita betah berlama-lama di Bromo. Bahkan berdasarkan informasi yang wartawan pariwisataindonesia.id terima, aktivitas erupsi Gunung Semeru pada Selasa, 1 Desember 2020 dini hari tidak membuat Wisata Bromo tutup.

“Aktivitas Bromo tidak terdampak dengan fluktuasi Semeru. Masih kondusif, demikian juga kunjungan wisata tidak terpengaruh. Masih tetap bisa dikunjungi untuk wisata,” ujar Kepala Sub-Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Sarif Hidayat.

Selama pandemi Covid-19, Wisata Bromo yang kembali buka sejak 28 Agustus lalu ini mulai menerapkan pengawasan protokol kesehatan yang begitu ketat bahkan memberikan batasan jumlah pengunjung di setiap areanya.

sumber foto: jawapos.com

Melansir dari Harian Kompas pada Jum’at, 4 Desember 2020. Kini kuota wisatawan yang diperbolehkan untuk berkunjung per hari adalah 1.634 wisatawan yang dibagi ke beberapa titik di wisata Bromo.

Pada Bukit Cinta, diperbolehkan maksimal 56 orang per hari dan Penanjakan sebanyak 339 per hari. Kemudian di Bukit Kedaluh maksimal pengunjung ditetapkan sebesar 172 orang per hari. Sementara kuota kunjungan ke Mentingen maksimal 200 orang per hari, dan untuk Savana Teletubies diperbolehkan 867 orang per hari.