Sandi Jadi Pembicara di Forum PBB Besok, Ini Isu yang Bakal Dibahas

Pariwisata Indonesia
Ilustrasi gambar ADWI 2021 - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi salah satu dari deretan Desa Wisata yang ada di 34 Provinsi Indonesia, persisnya di Desa Wisata Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (13/10/2021) sore. (Foto: Media PI/Dok. Ist)

PariwisataIndonesia.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno diundang menjadi pembicara dalam forum global yang berlangsung di New York, Amerika Serikat, pada Rabu, 4 Mei 2022.

Dilansir Tempo.co, Menteri Sandiaga Uno mengatakan, akan menghadiri undangan Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA), terkait isu tatanan wisata baru.

“Kita harus recover together, rocever stronger. Kan ada tatanan ekonomi baru, ini yang saya bawa bahwa kita juga mulai menata pariwisata untuk minat khusus, eco tourism, sport torusim,” ujar Sandiaga kepada Tempo.co di Masjid At Taqwa, Jakarta Selatan, Senin, 2 Mei 2022.

Dalam penjelasannya, ia mengakui selama ini, Indonesia masih berfokus terhadap pengembangan wisata buatan. Sementara, wisata yang dimaksud, dinilainya lebih ditujukan untuk mendorong kuantitas wisatawan.

Mantan Wagub DKI Jakarta juga menyebut, negara ini memiliki potensi wisata berbasis alam dan budaya yang kental.

Untuk itu, ia tak hanya menawarkan, tapi sekaligus malah banyak mendorong strategi memasarkan model pariwisata alternatif, kata dia, yang belum optimal dilakukan sehingga pasar-pasar wisatawan yang potensial bisa ikut tersentuh.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua tahun telah memberi pelajaran bahwa pariwisata tidak boleh hanya berpaku pada kuantitas wisatawan.

“Ke depan, kita bisa arahkan ke pariwisata yang lebih berkualitas, yang menawarkan keindahan budaya dan alam,” terangnya.

Saat ini, Pemerintah, ucap Sandiaga, juga tengah mengembangkan desa wisata.

Mencermati hal tersebut, melalui kementerian yang dinahkodainya langsung tak mau berlama-lama dengan slogan Gercep yaitu gerak cepat, Geber berarti gerak bersama, lalu Gaspol yaitu garap semua potensi online.

Maka, pihaknya melakukan pendataan jumlah desa wisata yang siap menerima kunjungan pelancong. Akhirnya, diperoleh sebanyak 4.200 desa, dan terbesar, yakni sebanyak 65 persen di antaranya berada di Pulau Jawa.

“Kami akan push agar jalur Sumatera dari Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan all the way sampai Aceh itu desa wisatanya tumbuh,” imbuhnya.

Dalam wawancara tersebut, juga menyinggung perihal digitalisasi produk-produk ekonomi kreatif. Dikatakannya, digitalisasi akan membantu para pelaku ekonomi kreatif memperluas pasarnya.

Selain membahas strategi pemulihan dari sisi pariwisata dan ekonomi kreatif, Sandiaga juga akan menyampaikan bahwa Indonesia berfokus pada pemulihan ekonomi global di tengah memanasnya kondisi geopolitik akibat perang Ukraina dan Rusia.

“Kita tidak mau terbawa pada isu-isu yang memecah belah,” katanya.

Sebab, Presiden Joko Widodo, tutur Sandiaga, telah mengumumkan akan mengundang Ukraina dalam forum G20, termasuk agenda-agenda pendukungnya.

Pantuan PariwisataIndonesia.ID, World Tourism Day atau Hari Pariwisata Sedunia diperingati setiap tanggal 27 September, dan sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri ketika di Bali, kala itu, Indonesia telah ditetapkan sebagai tuan rumah World Tourism Day 2022.

Sementara menilik tema World Tourism Day 2022 tahun ini, mengangkat tajuk “Rethinking Tourism” yang sudah diputuskan pada Sidang Majelis Umum ke-24 The World Tourism Organ​ization (UNWTO) yang dilaksanakan tanggal 30 November – 3 Desember 2021 di Madrid.

Menyoroti peringatan Hari Pariwisata Sedunia tersebut, yang akan dilaksanakan oleh Indonesia pada 27 September 2022 mendatang.

Sudah tentu, bangsa ini memiliki kepentingan yang besar untuk pemajuan agenda-agenda global pariwisata, utamanya dalam pemulihan pariwisata pasca pandemi COVID-19. (eh)