Suatu Ketika.. di Bandar Lamuri

"Dalam rangka memeriahkan Festival Warisan Budaya Tak Benda Indonesia,pagelaran ini juga ditujukan sebagai sarana pelestarian dan promosi nilai-nilai budaya yang ada di Aceh di mata nasional"
Foto: Twitter.com

Dunia sastra baru-baru ini dikejutkan dengan sebuah gebrakan yang mengagumkan dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, pasalnya BPNB Aceh dalam laman Youtube resminya mengeluarnya teaser yang menunjukkan bahwa akan ada pertunjukan yang menarik pada penutupan tahun 2020 ini.

Mengutip dari laman youtube resmi BPNB Aceh pada Minggu, 20/12/2020, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh menggelar pertunjukan “SUATU KETIKA.. DI BANDAR LAMURI” sebuah pertunjukan seni, drama, tari dan musik bertemakan fiksi sejarah.

Diadaptasi dari bagian novel “Kura-Kura Berjanggut” karya penulis asal Aceh Azhari Aiyub. Drama berkisah tentang pengkhianatan seorang rakyat terhadap Sultan yang sedang berkuasa. ⁣ ⁣

Foto: Shopee.co.id

Diperankan oleh para aktor dan aktris Aceh ; Fauzan Santa, Djamaluddin Sharief, Nazar Shah Alam, Ramdiana, Ramadhani Anastasia, Muhammad Jefri, Dendi Swaran Danu, serta special performance Thomson. HS (Maestro Opera Batak), dan artis pendukung lainnya.

Didukung koreografer Sabri Gusmail dan para penari dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, serta musik di aransment oleh Alief Maulana. Drama disutradarai oleh Fauzan Santa.⁣⁣ ⁣ ⁣

Pertunjukan ini juga dimeriahkan dengan tampilan musik APACHE 13.⁣ ⁣ Jangan lewatkan hanya di kanal Youtube BPNB Aceh, Minggu, 27 Desember 2020 pukul 19.00 WIB.

Foto: Twitter.com

“Suatu Ketika.. di Bandar Lamuri” bukan hanya sebuah pagelaran drama yang hanya berbau seni dan kesusastraan saja, dalam pagelaran yang diadaptasi dari novel fenomenal karangan Azhari Aiyub dengan tebal kurang lebih 950 halaman, tentunya penonton akan diajak menyelami Aceh pada zaman yang jauh sebelum para penonton lahir.

Pagelaran ini, dengan demikian bukan hanya sebagai sarana hiburan semata, dalam rangka memeriahkan Festival Warisan Budaya Tak Benda Indonesia,pagelaran ini juga ditujukan sebagai sarana pelestarian dan promosi nilai-nilai budaya yang ada di Aceh di mata nasional bahkan jangkauannya yang melalui sarana virtual tentu bukan tidak ungkin mampu menembus Internasional dalam promosi salah satu bagian Pariwisata Aceh yaitu budaya Aceh.