Sukses! Bos Lama Terpilih Lagi sebagai Dirut ITDC, Menteri BUMN Rombak Direksi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) beberapa waktu yang lalu pada Jumat(13/11), merombak jajaran Direksi dan Komisaris ITDC periode lima tahun ke depan. Hasil RUPS tersebut, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang serius mempercepat pemulihan pariwisata Indonesia. Pemegang Saham menetapkan tokoh dan peran dibalik kemajuan ITDC. Abdulbar M. Mansoer ditunjuk sebagai Direktur Utama Perseroan dan mengukuhkan Komisaris Independen Ulin Ni’am Yusron. Simak beritanya berikut ini.
Website Pariwisata, Situs Pariwisata, Pariwisata, Indonesia Tourism, Berita ITDC
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: polkrim.news)

PariwisataIndonesia.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) beberapa waktu yang lalu pada Jumat(13/11), merombak jajaran Direksi dan Komisaris ITDC periode lima tahun ke depan.

RUPS melakukan terobosan. Keputusan ini, juga menghadirkan deretan nama baru di Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development (ITDC).

Baca Juga:  Profil: PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC)

Hasil RUPS tersebut, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang serius mempercepat pemulihan pariwisata Indonesia. RUPS kembali menetapkan tokoh dan peran dibalik kemajuan ITDC. Abdulbar M. Mansoer ditunjuk sebagai Direktur Utama Perseroan dan mengukuhkan Komisaris Independen Ulin Ni’am Yusron.

Perombakan Direksi lama dan Komisaris yang lalu, tertuang dalam 2(dua) Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN Nomor: SK-363 dan  SK-364/MBU/11/2020 tanggal 13 November 2020.

SK Menteri BUMN pertama, Nomor SK-363/MBU/11/2020 mengatur tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia.

Dewan Direktur Lama ITDC (Dok.PI dan ITDC)

SK Menteri BUMN berikutnya, Nomor SK-364/MBU/11/2020 menjelaskan tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris Perusahan Perseroan (Persero) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia.

Pemegang Saham menetapkan kembali Abdulbar M. Mansoer sebagai Direktur Utama Perseroan lewat prestasi kerja selama ini, dalam kiprahnya membawa ITDC sukses. Tokoh berikut yang tak bisa dilepaskan dari kemajuan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia adalah Ulin Ni’am Yusron, ia ditunjuk kembali sebagai Komisaris Independen.

Dewan Komisaris Lama ITDC (Dok.PI dan ITDC)

Profil Komisaris Independen ini sebelum diangkat dalam jajaran Komisaris lama, Ulin Ni’am Yusron berkarir sebagai wartawan di Kontan hingga tahun 2008. Kemudian, mendirikan situs Beritasatu.com dan bertahan sampai 2013.

Dia sempat juga menggeluti dunia private investigation dan konsultan beberapa media online di rentang waktu 2009-2013. Redaksi mengamati kiprahnya memiliki andil besar membawa Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin memenangkan Pilpres 2019. Ia salah satu dari sekian banyak orang yang bergerak menjadi tim media sosial pemenangan kala itu.

Rincian SK Nomor: SK-363/MBU/112020 tanggal 13 November 2020, Pemegang Saham mengangkat kembali Abdulbar M. Mansoer sebagai Direktur Utama Perseroan dan mengangkat deretan lain sebagai Anggota Dewan Direksi ITDC: Nugdha Achadie sebagai Direktur Keuangan dan Strategi, Taufik Hidayat sebagai Direktur Teknik dan SDM, Ema Widiastuti sebagai Direktur Pengembangan Bisnis, dan Arie Prasetyo di posisi Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis.

Pada SK ini, Pemegang Saham mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Nusantara Suyono sebagai Direktur Keuangan dan Strategi Perusahaan ITDC, Ngurah Wirawan sebagai Direktur Konstruksi dan Operasi, serta Erwin Darmasetiawan sebagai Direktur Pengembangan.

Jajaran Direksi dan Komisaris Baru ITDC, (Dok.ITDC)

Pemegang Saham juga melakukan pemberhentian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris ITDC. Keputusan RUPS tertuang melalui SK Menteri BUMN Nomor SK-364/MBU/11/2020 tanggal 13 November 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris Perusahan Perseroan (Persero) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia.

Pemegang Saham mengangkat Ricky Joseph Pesik sebagai Komisaris Utama ITDC, dan mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Dadang Rizki Ratman sebagai Komisaris Utama ITDC yang telah habis masa jabatannya.

Perombakan ini disampaikan secara virtual melalui video conference oleh Plt. Asdep KLP Kementerian BUMN Endra Gunawan, turut hadir dalam acara yang lalu sejumlah pimpinan di KLP KBUMN, serta Komisaris dan Direksi ITDC lama dan baru.

Seperti apa informasi ITDC yang baru, berikut rangkumannya.

Dewan Direksi :

  • Direktur Utama: Abdulbar M. Mansoer
  • Direktur Keuangan dan Strategi: Nugdha Achadie
  • Direktur Teknik dan SDM: Taufik Hidayat
  • Direktur Pengembangan Bisnis: Ema Widiastuti
  • Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis: Arie Prasetyo

Dewan Komisaris :

  • Komisaris Utama: Ricky Joseph Pesik
  • Komisaris: Zainal Mutaqin
  • Komisaris: Irzani
  • Komisaris Independen: Ulin Ni’am Yusron

Misi :

  • Mengembangkan destinasi pariwisata yang terpilih melalui kerja sama dengan Pemerintah dan masyarakat.
  • Membentuk sumber daya manusia yang berkualitas di bidang pengelolaan destinasi.
  • Menjadikan brand equity Perusahaan sebagai indikator promosi destinasi pariwisata Indonesia melalui kerja sama dengan institusi internasional.
  • Bersinergi dengan BUMN lain dalam pengembangan destinasi pariwisata.

Visi :

Menjadi Pengembang destinasi wisata kelas dunia.

ITDC adalan badan usaha pelat merah yang ditunjuk pemerintah mengelola destinasi. Lewat bidang usaha “Pemilik Destinasi” atau Destination Management Organization (DMO) yaitu lini bisnis inti ITDC yang berdiri sejak tahun 1973. Melalui lini bisnis ini, ITDC menawarkan penyewaan tanah di berbagai destinasi pariwisata yang dimiliki dan dikelola oleh ITDC, yaitu The Nusa Dua dan The Mandalika, untuk kegiatan komersial bisnis.

Sebagai pemilik The Nusa Dua dan The Mandalika, peran ITDC termasuk mengembangkan rencana induk, membangun infrastruktur kompleks yang berstandar internasional, dan mengembangkan sistem investasi yang menarik bagi investor untuk berinvestasi di kedua tujuan.

Bisnis ini menawarkan fitur menarik bagi partner bisnis mengingat kemampuan dan pengalaman dalam membangun, mengembangkan, dan mengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua selama lebih dari 46 tahun.

Kawasan pariwisata memerlukan manajemen terpadu mulai dari perencanaan hingga operator. ITDC menyediakan layanan ini untuk pemilik tanah, baik pemerintah swasta maupun pemerintah daerah, yang ingin mengembangkan tanah mereka menjadi kawasan pariwisata terpadu.

Layanan ini berkisar dari membantu pemilik regional membuat rencana atau yang biasa disebut sebagai perencanaan induk, melakukan studi kelayakan, membuat model bisnis, mempromosikan tujuan dan menarik investasi dan pendanaan hingga pembentukan rencana operasi regional.

Sebagai pemilik tujuan, sumber pendapatan ITDC terdiri dari Kompensasi Minimum, yaitu pendapatan kompensasi yang diterima oleh Perusahaan atas sewa tanah yang ditagih setiap triwulan selama masa sewa berdasarkan LUDA.

Sumber pendapatan lain yang diterima ITDC dari Kompensasi Persentase, yang merupakan pendapatan tambahan yang diterima oleh Perusahaan dalam periode operasi berdasarkan persentase tertentu dari penjualan kotor dari setiap lot yang disewa oleh investor.

Berikutnya, dari Kompensasi Satu Kali, yaitu sumber pendapatan sewa tanah yang dibayarkan pada awal beberapa tahun ke depan; dan Kompensasi Lainnya, yaitu sumber pendapatan sewa tanah dengan ukuran lebih kecil dan alokasinya sebagai infrastruktur pendukung.

Struktur organisasi ITDC telah disahkan melalui Surat Keputusan No 020/KEP/DIR/ITDC/VIII/2019 tanggal 16 Agustus 2019. Berikut struktur organisasi perusahaan per 31 Desember 2019:

Perjalanan panjang ITDC membangun reputasinya mendorong Perusahaan untuk selalu menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (“GCG”) sebagai landasan utama dalam setiap kegiatan bisnis.

Praktik tata kelola sesuai dengan kebijakan, undang-undang dan peraturan melekat pada sikap, perilaku, perspektif, dan metode kerja setiap karyawan ITDC yang tercermin dalam budaya organisasi yang terdiri dari: fokus pelanggan, kerja tim, inovasi dan komunikasi.

Perusahaan berkomitmen untuk menerapkan GCG dan terus berupaya untuk meningkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu. Implementasi GCG diharapkan dapat mencegah praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta meningkatkan fungsi pengawasan dalam mengelola Perusahaan.

Perusahaan percaya bahwa penerapan GCG yang konsisten akan berdampak pada peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, citra perusahaan yang baik, dan pertumbuhan berkelanjutan yang menambah nilai bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Saham ITDC 100% sepenuhnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang diwakili oleh Pemerintah Republik Indonesia/Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemilik saham, dimana Negara Republik Indonesia menjadi entitas induk akhir.