Profil: PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC)

ITDC berjaya selama lebih dari 45 tahun, saat ini mendapatkan hak mengelola Kawasan Pariwisata Nusa Dua, Bali dan Mandalika, Lombok. Saham ITDC 100% sepenuhnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang diwakili oleh Pemerintah Republik Indonesia/Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemilik saham, dimana Negara Republik Indonesia menjadi entitas induk akhir. Simak profil ITDC selengkapnya!
Abdulbar M Mansoer, Presiden Direktur ITDC, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), ITDC, Alamat Perusahaan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), Dasar Hukum Pendirian ITDC, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Media PVK, Pariwisata Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), Sejarah Pendirian ITDC, Visi dan Misi ITDC, Umi Kalsum Founder Media PVK, Susunan Direksi ITDC, Susunan Komisaris ITDC, Dewan Komisaris dan Dewan Direksii PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)
Abdulbar M Mansoer Presiden Direktur ITDC

PariwisataIndonesia.id – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia(Persero) atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) merupakan sebuah perusahan pelat merah berbentuk Badan Usaha Milik Negara(BUMN) Indonesia yang bergerak dalam pengembangan dan pengelolaan kompleks pariwisata terintegrasi.

Berdiri pada 12 November 1973, saat ini ITDC mendapatkan hak untuk mengelola Kawasan Pariwisata Nusa Dua, Bali dan Mandalika, Lombok.

Perusahaan ini berjaya selama lebih dari 45 tahun, dan saham ITDC 100% sepenuhnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang diwakili oleh Pemerintah Republik Indonesia/Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemilik saham, dimana Negara Republik Indonesia menjadi entitas induk akhir.

Sejarah Pendirian

Tahun 1969, Pemerintah Pusat dibantu United Nations Development Programme(UNDP) atau Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB ) berpusat di New York City, lembaga multilateral ini paling besar memberi bantuan teknis dan pembangunan negara-negara yang baru berkembang.

Saat itu, pemerintah menggandeng UNDP mengembangkan pariwisata Bali. UNDP memberikan bantuan berupa studi dengan melakukan kajian mengenai pariwisata Bali dan menunjuk selaku pelaksananya SCETO, sebuah konsultan pariwisata dari Prancis.

Berdasarkan studi tersebut, SCETO merekomendasikan pola dasar pengembangan pariwisata Bali sebagai suatu pembangunan ekonomi, dimana taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya dan struktur sosial masyarakat Bali termasuk juga menjaga lingkungan hidup.

Rekomendasi tersebut menjadi dasar penyusunan rencana induk/master plan potensi pengembangan pariwisata Bali. Tercipta rencana pembangunan berkelanjutan dimulai dari pembangunan suatu kawasan pariwisata dengan permukiman wisatawan secara terpusat yang jauh dari pusat kehidupan sehari-hari masyarakat Bali.

Dalam kajian UNDP memuat catatan dan menemukan pola dasar pembangunan yang adaptif. Kehadiran pariwisata ini diharapkan tidak berpengaruh negatif kepada masyarakat Bali.

Baca Juga:  PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia Berdayakan UMKM di Bali dan NTB

Berikutnya tahun 1971, dalam master plan yang diprakarsai UNDP, agar memberi prioritas pada pengembangan The Nusa Dua. Rekomendasi dari kajian tersebut, menyarankan agar di Bali dibangun lebih banyak hotel bertaraf internasional, untuk menampung lebih banyak lagi wisatawan asing.

Proyek pariwisata pertama didanai Bank Dunia untuk Indonesia, bertindak sebagai katalis untuk pariwisata Bali sambil memberikan orang Bali dan orang Indonesia di seluruh kepulauan yang legendaris ini dengan tolok ukur untuk tujuan masa depan. Destinasi baru tersebut sekarang berjalan dengan baik berkat ITDC.

Pola dasar rencana induk Pariwisata Bali, sebagaimana direkomendasikan tim SCETO adalah suatu pembangunan ekonomi, di mana taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat ditingkatkan tanpa mengorbankan nilai-nilai kebudayaan serta struktur sosial kehidupan masyarakat Bali dan lingkungan hidup.

Lahan yang memenuhi syarat adalah kawasan perbukitan Nusa Dua, sebuah lahan seluas 300 hektar yang tidak produktif karena curah hujannya relatif kecil dan tidak ada sumber air permukaan sehingga tanahnya tidak cocok untuk pertanian.

Kala itu Nusa Dua masih didiami sedikit penduduk dan terpisah dari masyarakat adat Bali. Kelebihannya, Nusa Dua sangat dekat dengan Bandar Udara Ngurah Rai dan memiliki pemandangan alam menarik dengan pantai berpasir putih, air laut yang jernih dan pantai menghadap ke Timur menyongsong matahari terbit.

Abdulbar M Mansoer, Presiden Direktur ITDC, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), ITDC, Alamat Perusahaan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), Dasar Hukum Pendirian ITDC, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Media PVK, Pariwisata Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), Sejarah Pendirian ITDC, Visi dan Misi ITDC, Umi Kalsum Founder Media PVK, Susunan Direksi ITDC, Susunan Komisaris ITDC, Dewan Komisaris dan Dewan Direksii PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)
Susunan Dewan Direktur PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)

Dasar Hukum Pendirian PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) 

Rekomendasi SCETO direspon Pemerintah Indonesia dengan mendirikan BTDC yang diberikan hak mengelola kawasan Nusa Dua melalui PP No 27 tahun 1972.

Sebagai tindak lanjutnya, pada tahun 1972 Direktorat Jenderal Pariwisata dan UNDP menyiapkan rencana induk Kawasan Pariwisata Nusa Dua yang dibuat oleh Pacific Consultant International (PCI) dari Jepang bekerja sama dengan konsultan Indonesia. Disamping itu, dibentuk Badan Pengembangan Rencana Induk Pariwisata Bali (BPRIP) dengan tugas konsultasi dan koordinasi.

Untuk melaksanakan rencana pembangunan Kawasan Pariwisata Nusa Dua, maka didirikan suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Pengembangan Pariwisata Bali (Persero) atau Bali Tourism Development Corporation (BTDC). Peranan awal BTDC adalah memperoleh lahan, membuat rencana induk, membangun infrastruktur kawasan bertaraf internasional, serta menyusun sistem investasi yang menarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di Nusa Dua.

Produk dan jasa yang ditawarkan adalah pemanfaatan/penyewaan lahan, pengelolaan air dan pemeliharaan kawasan. Penyewaan lahan oleh investor diatur dengan perjanjian penggunaan dan pemanfaatan lahan selama 30 tahun untuk mengembangkan lot-lot di Nusa Dua sesuai rencana induk Kawasan Pariwisata Nusa Dua yaitu antara lain sebagai usaha akomodasi perhotelan, kondotel serta fasilitas pariwisata lainnya.

Abdulbar M Mansoer, Presiden Direktur ITDC, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), ITDC, Alamat Perusahaan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), Dasar Hukum Pendirian ITDC, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Media PVK, Pariwisata Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), Sejarah Pendirian ITDC, Visi dan Misi ITDC, Umi Kalsum Founder Media PVK, Susunan Direksi ITDC, Susunan Komisaris ITDC, Dewan Komisaris dan Dewan Direksii PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)
Susunan Dewan Komisaris PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)

Dasar pendirian BTDC adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 1972 dengan Akta Pendirian Nomor 33 tanggal 12 Nopember 1973 yang dibuat di hadapan Soeleman Ardjasasmita, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diubah dengan Akta Perubahan Nomor 29 Tanggal 13 Juni 1974 yang dibuat di hadapan Soeleman Ardjasasmita, S.H., Notaris di Jakarta.

Legitimisai BTDC berdiri kuat, didasari fakta hukum disyahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai Surat Keputusan Nomor Y.A.5/254 tanggal 10 Juli 1974 dan telah didaftarkan dalam daftar perusahaan di bawah Nomor 2673 dan 2674 Tanggal 11 Juli 1974 pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta serta telah diumumkan dalam Berita Negara Nomor 70 Tanggal 30 Agustus 1974 dan Tambahan Berita Negara Nomor 441.

Berdasarkan PP Nomor 55 Tahun 2008 dan PP Nomor 33 Tahun 2009, BTDC memperoleh hak untuk mengelola kawasan Mandalika Resort di Lombok dengan luas 1.175 hektar.

Sejalan dengan rencana pemerintah dalam strategi pengembangan pariwisata di Indonesia, sejak tanggal 16 Mei 2014 BTDC berubah menjadi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Perubahan nama tersebut, maka Anggaran Dasar Perseroan mengalami perubahan dan diterbitkan Akta Perubahan Anggaran Dasar Nomor 63 tanggal 24 Maret 2014 dibuat di hadapan Evi Susanti Panjaitan, S.H., akta ini mengatur perubahan nama perusahaan semula PT Pengembangan Pariwisata Bali(Persero) menjadi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia(Persero).

Kekuatan hukum berlaku tetap, dan kuat karena memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU-15415. AH.01.02.Tahun 2014 Tanggal 16 Mei 2014.

Abdulbar M Mansoer, Presiden Direktur ITDC, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), ITDC, Alamat Perusahaan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), Dasar Hukum Pendirian ITDC, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Media PVK, Pariwisata Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), Sejarah Pendirian ITDC, Visi dan Misi ITDC, Umi Kalsum Founder Media PVK, Susunan Direksi ITDC, Susunan Komisaris ITDC, Dewan Komisaris dan Dewan Direksii PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)
ITDC Raih Dua Penghargaan Sekaligus pada TOP CSR AWARD 2020 / Foto: Dok.ITDC

VISI & MISI

Visi
Menjadi Pengembang destinasi wisata kelas dunia.

Misi
1. Mengembangkan destinasi pariwisata yang terpilih melalui kerja sama dengan Pemerintah dan masyarakat.
2. Membentuk sumber daya manusia yang berkualitas di bidang pengelolaan destinasi.
3. Menjadikan brand equity Perusahaan sebagai indikator promosi destinasi pariwisata Indonesia melalui kerja sama dengan institusi internasional.
4. Bersinergi dengan BUMN lain dalam pengembangan destinasi pariwisata.

Lini Bisnis PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero):

1. Destinasi: Nusa Dua dan Mandalika
2. Investor Aset
3. Penyedia Utilitas
4. Manajemen Destinasi

NILAI PERUSAHAAN

ITDC terus memperkuat budaya perusahaan yang berbasis pada nilai-nilai yang ditanamkan pada aktivitas bervariasi kami untuk mencapai tujuan dan realisasi dari visi kami, yang terdiri dari:

FOKUS PELANGGAN, Memberikan pelayanan yang terbaik lebih dari yang diharapkan pelanggan dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan dalam maupun luar negeri.

INOVASI, Membuat kesempurnaan berkelanjutan dengan menciptakan produk terobosan baru dan layanan untuk menyesuaikan tuntutan bisnis yang dinamis dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

PROFESIONALISME, Bertanggung jawab untuk melakukan tugas dengan kompetisi terbaik dan komitmen yang tinggi guna mencapai tujuan perusahaan.

KERJA TIM, Kerjasama sinergis dengan antusiasme yang dapat dipercaya, saling menghormati dan membantu untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.

INTEGRITAS, Perilaku jujur, memenuhi komitmen dan bertindak dengan norma, kebijakan dan kode etik perusahaan.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) | Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) berkantor:

Kantor Pusat
Menara BCA lantai 39 Jl. MH Thamrin No. 1, Jakarta Pusat, 10310 Indonesia

Kantor Nusa Dua
Kawasan Pariwisata Nusa Dua PO BOX 3, Nusa Dua, Badung, 80361 Bali, Indonesia

Kantor Mandalika
Komplek Masjid Nurul Bilad Km 2, Jln. Pariwisata Pantai Kuta Kuta, Pujut, Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, Indonesia

Menteri BUMN, Erick Thohir, Abdulbar M Mansoer, Presiden Direktur ITDC, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), ITDC, Alamat Perusahaan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), Dasar Hukum Pendirian ITDC, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Media PVK, Pariwisata Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), Sejarah Pendirian ITDC, Visi dan Misi ITDC, Umi Kalsum Founder Media PVK, Susunan Direksi ITDC, Susunan Komisaris ITDC, Dewan Komisaris dan Dewan Direksii PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)
Menteri BUMN, Erick Thohir | Foto: Dok.Kementerian BUMN@KemenBUMN