Wonosobo dan Blora Sambut Positif New Normal

Pariwisata Indonesia, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo
Pariwisata Indonesia, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Penerapan New Normal disambut positif oleh Provinsi Jawa Tengah. Terlihat dalam peran sertanya yang terus melakukan kampanye secara aktif, sosialisasi ke tempat-tempat wisata, salah satunya adalah di Wonosobo. Menyambut dibukanya kembali destinasi wisata di kawasan Kabupaten Wonosobo, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan(Disparbud) Kabupaten Wonosobo berencana akan mengumpulkan seluruh pengelola tempat wisata untuk sosialisasi standar operasional(SOP) dan protokol kesehatan. Disparbud Wonosobo aktif dalam melakukan sosialisasi dan bersiap diri untuk penerapan New Normal.

Baca Juga:  Wisata Kuliner Favorit Khas Wonosobo

“Kami juga mengundang pemilik hotel, restoran, dan tempat-tempat wisata. Pembahasannya adalah standar operasional selama pembelakuan normal baru dalam kegiatan pariwisata,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya(Disparbud) Wonosobo Haryono yang diwakili dari bagian Pelayanan Informasi Publik Daerah (PPID) Dedie Diansyah, Jumat, (05/6). Ia mengatakan sudah siapkan skenario New Normal untuk berlibur ke tempat-tempat wisata di Wonosobo.

Ilustrasi Foto, tampak Bupati Wonosobo melakukan sidak upaya mencegah penyebaran Virus Covid-19 lebih luas lagi dan dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kondisi new normal di Kabupaten Wonosobo.

Menurutnya protokol kesehatan pencegahan COVID-19 mutlak wajib diterapkan di seluruh tempat wisata. Disparbud Kabupaten Wonosobo tak ingin pembukaan tempat pariwisata berdampak klaster baru penularan virus corona. Dalam wawancara ini ia mewajibkan kepada pengelola tempat wisata, perhotelan, kafe dan restoran untuk menyediakan sabun antiseptik, hand sanitizer (gel pencuci tangan tanpa bilas), alat pengukur suhu tubuh dan masker.

Jalan-jalan setelah sekian lama berada di dalam rumah pastinya bakal jadi momen yang paling menyenangkan. Buat hobby pendakian gunung, naik gunung pasti jadi pilihan yang seru untuk merayakan kebebasan. Dikatakan Dedie di Wonosobo, saat berbicara dengan wartawan pariwisataindonesia.id, Jumat(5/6), bertanya dan mengonfirmasi tentang wisata pendakian di gunung-gunung Wonosobo.

“Naik gunung bakal menggunakan aturan yang lebih ketat. Pesan ini setelah Disparbud Wonosobo berkoordinasi dengan banyak pihak seperti aktivis Pecinta Gunung, Perhutani, Ketua Gunung Sikunir, Ketua Gunung Prau, Balai Konservasi Sumber Daya Alam(BKSDA). Kami intens melakukan sosialisasi. Karena tempat wisata disini kan beragam. Banyak wisata alamnya di Wonosobo. Destinasi alam di Wonosobo cantik memesona, contohnya Telaga Warna, Bukit Sikunir ataupun wisata lainnya,” ujar Dedie kepada Agus Muntari dari wartawan pariwisataindonesia.id.

Baca Juga: Disparbud Wonosobo Skenario untuk New Normal

Setelah selesainya pandemik, menuju penerapan New Normal akan menghadapi aturan baru. Bukan tanpa alasan. Aturan tersebut diberlakukan untuk menjaga agar tidak terjadi penyebaran virus Corona pada para pendaki. Admin PPID Deddie,  mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan prosedur keselamatan baru yang lebih ketat bagi mereka yang ingin naik gunung.

“Setiap pendaki diharuskan membawa surat keterangan bebas Covid-19 dari Puskesmas atau Dokter. Pendaki diwajibkan membawa minimal tiga masker dan hand sanitizer. Sebelum mendaki gunung, para pendaki diperiksa dulu suhu tubuhnya. Sebelum menuju puncak, di basecamp diwawancara untuk ditanyakan history dan dicatat kelengkapan data peserta pendakian. Saat di puncak, pendaki tidak boleh berkerumunan. Pendakian hanya satu hari, dan tenda hanya untuk satu orang,” sebut Dedie.

Baca Juga:  Pesona Bukit Pengadon Jago Wonosobo Indah di Malam Hari

Secara terpisah masih dari laporan kesiapan Provinsi Jawa Tengah dalam penerapan menuju New Normal, Agus Muntari, wartawan wwww.pariwisataindonesia.id melaporkan reportasenya untuk wilayah Desa Sambonganyar di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Pariwisata Indonesia
Kanpung Siaga Covid-19 / Foto: pariwisataindonesia.id

Dari hasil pantauan di posko Siaga Covid-19 Desa Sambonganyar telah dilaksanakan pencanangan Kampung Siaga Covid-19.  Wartawan pariwisataindonesia.id mendapati Camat Ngawen, Kapolres, Danramil dan Kapolsesk tengah sidak ke warganya.

“Mari kita sama-sama tingkatkan kedisiplinan dan menaati imbauan pemerintah. Memperhatikan protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker, cuci tangan dengan air dan sabun setelah beraktivitas, serta jaga jarak saat melakukan kegiatan sosial di luar rumah. Kampung Siaga Covid-19 bertujuan memutus rantai penyebaran virus covid-19 di desa ini. Dan kita semua lebih baik setelahnya. Jangan panik, tetap bersikap waspada dalam keadaan apapun,” ucap Minar Ami Bin S.Sos,MM, Camat Ngawen pada Jumat(05/06).

Baca Juga:  Mengunjungi Dieng Negeri di Atas Awan

Selanjutnya mengutip konferensi pers Pemkab Pimpinan Blora yang disampaikan dalam saluran Youtubenya.

Dan terpisah, redaksi menyampaikan unggahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar yang memposting dalam instagram dengan caption, “Hari ini Alhamdulilah kita kembali bisa melaksanakan ibadah salat Jumat. Semoga dorongan spiritual ini semakin memperkuat upaya kita dalam menghalau wabah,” Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. Selanjutnya saksikan dalam saluran resminya juga di Channel Youtube saat sidak New Normal di Pemprov Jateng. Yuk, tonton!