Gua Harimau Dikembangkan sebagai Wisata yang Berisi Makam Purba

In this Monday, Dec. 2, 2013 photo, a guide uses candles to illuminate the interior of a cave which scientists said reveals a history of ancient tsunamis in Lhong, Aceh province, Indonesia. The cave discovered near the source of 2004's massive earthquake-spawned tsunami in Indonesia contains the footprints of past gigantic waves dating up to 7,500 years ago, a rare natural record suggesting future generations living in the coastal area must stay prepared because disasters can occur in relatively short bursts or after long lulls. (AP Photo/Heri Juanda)

PariwisataIndonesia.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, akan membuat rencana induk proyek pengembangan dan peningkatan tiga kawasan objek wisata berlokasi di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji.

“Tiga kawasan objek wisata yang akan dikembangkan itu yakni Goa Putri, Goa Harimau dan Goa Selabe,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Ogan Komering Ulu (OKU) Aufa S Sarkomi di Baturaja, Sabtu.

Ia mengatakan, pengembangan dan peningkatan tersebut dilakukan karena ketiga objek wisata itu memiliki konsep yang berbeda, seperti Gua Putri akan dikembangkan khusus sebagai objek wisata Hiburan para pengunjung.

Selanjutnya, Goa Harimau dikembangkan sebagai objek wisata sejarah karena di tempat tersebut telah ditemukan kerangka manusia Pra Sejarah diperkirakan berusia 3000 tahun dan Goa Selabe sebagai objek wisata petualangan.

Menurut dia, di dalam Goa Silabe banyak sejenis mineral sekunder (speleothem) yang menggantung di langit-langit gua kapur dan batuan terbentuk yang exsotik serta alamnya sangat menantang memacu adrenalin wisatawan bila menyusuri tersebut Silabe.

Sementara, dana yang digunakan untuk membuat rencana induk proyek dan menambah fasilitas ketiga objek wisata tersebut melalui APBD Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2014 sebesar Rp2 miliar.

“Mudah-mudahan Pemprov Sumsel dapat segera mewujudkan, sehingga peningkatan pembangunan objek wisata di OKU segera direalisasikan,” katanya.

Khususnya Goa Harimau yang sudah menjadi isu internasional sebagai objek wisata sejarah dengan penemuan kerangka Manusia Pra-Sejarah spektakuler sangat menarik, karena telah mengungkap peradaban kehidupan manusia ribuan tahun lalu.

Menurut dia, hal itu terbukti dengan banyaknya ketertarikan dari para peneliti internasional seperti dari Jepang dan Australia yang ingin ikut melakukan penelitian di Goa Harimau tersebut.