Mitos Jembatan Merah Kebun Raya Bogor, Bawa Pacar Bisa Putus

PariwisataIndonesia.id – Mau ke Kebun Raya Bogor dengan pasangan? Sudah pernah dengar mitos Jembatan Cinta, belum? Ada yang bilang, kalau ke Kebun Raya Bogor bawa pasangan pasti akan putus. Betul atau tidaknya, tergantung dari pengalaman masing-masing. Namanya juga mitos.

Kebun Raya Bogor selalu jadi tujuan utama para pelancong yang datang ke Bogor. Sebuah hutan di tengah kota Bogor ini memang tempat ideal untuk para keluarga atau pasangan untuk menikmati sejuknya udara Bogor. Apalagi bisa santai atau piknik di bawah pohon rindang sekadar istirahat sejenak dengan kerumitan di luar.

Namun, di balik kesejukan dan keindahan dari Kebun Raya Bogor, tempat ini dikenal dengan banyak mitos yang diyakini oleh sebagian masyarakat sekitar dan para pelancong. Salah satu mitos yang terkenal adalah Jembatan Gantung Merah yang berada di salah satu sisi hutan kota seluas 87 hektar ini

Lantas apa yang menjadikan Jembatan Gantung Merah disebut Jembatan Cinta? Apa sih mitosnya?

Jembatan Merah itu lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Cinta, namun adapula yang menyebut Jembatan Putus Cinta. Beragam cerita menarik bermunculan soal asal usul Jembatan Putus Cinta itu.

Mitosnya, bagi sepasang kekasih yang berjalan melewati jembatan tersebut hubungannya akan kandas alias putus.

Tak pelak, jembatan putus cinta itu menjadi satu diantara tempat menarik di Kebun Raya Bogor yang mencuri perhatian pengunjung.

Bahkan, Om Hao yang merupakan anggota dari Cerita Tanah Jawa turut mengulas sedikit tentang Jembatan Putus Cinta itu. Om Hao menyempatkan untuk datang langsung ke Jembatan Putus Cinta itu.

Pada kesempatan tersebut Om Hao mencoba berkomunikasi dengan sosok mahluk tak kasat mata di Jembatan Putus Cinta.

Om Hao pun sedikit mendeskripsikan tentang sosok yang ada di Jembatan Putus Cinta itu. Sosok mahluk tak kasat mata itu berada di tengah Jembatan Putus  Cinta.

“Saya tanyakan kepada sosok beliau yang ada di tengah, itu sosok perempuan, sosok mahluk astral” ujar Om Hau seperti dikutip TribunnewsBogor dari tayangan YouTube Kisah Tanah Jawa, Jumat (4/10/2019).

Om Hao menjelaskan bahwa sosok perempuan akan merasa tidak senang bila ada sepasang kekasih yang datang ke tempat itu untuk berpacaran tapi tidak serius.

“Dia bisa mempengaruhi ataupun kurang begitu senang jika ada pasangan yang datang ke sini tujuannya untuk berpacaran tapi main-main jadi tidak serius,” ungkapnya.

Om Hao menceritakan kisah masa lalu tentang sepasang kekasih yang sempat menyatakan janji setia di lokasi tersebut.

Om Hau, sang laki-laki berjanji akan menikahi pacarnya. Namun ternyata laki-laki itu berbohong hingga membuat kekasihnya sakit hati.

“Duhulu kala 100 tahun lalu tepatnya 1910-an ada sosok pasangan muda mudi yang pernah mengukir janji setia di tempat ini tapi di kemudian hari, pacarnya yang laki-lakinya ingkar janji dia milih menikah dengan pasangan yang dipilihkan orang tuanya,” terangnya.

“Pas di sini sudah berikrar akan dinikahi diberikan janji tapi setelah beberapa tahun kemudian janji palsu,” sambungnya.

“Karena perempuan sakit hati dan kecewa kemudian dia memutuskan mengakhiri hidupnya, tidak di tempat ini di tempat lain di luar Kebun Raya Bogor tapi qorin-nya sudah mengenang lokasi ini sebagai tempat menyatakan janji,” ucap Om Hao.

“Sehingga salah satu qorin, saya lihat qorin-nya qorin merah karena baju yang dikenakan sekarang pakai baju kebaya merah seperti baju merah dan sosok ini kemudian kebawa ke sini lalu kalau ada pasangan salah satunya itu hanya main-main dengan percintaan dia akan memberikan sugesti atau lebih ke merenggangkan.”

“Pesan yang saya dapat, kalau menjalin hubungan setidaknya harus serius,” tambahnya.

Namanya juga mitos, ada yang percaya dan ada yang tidak. Bena, seorang mahasiswa asal Bogor, malah mendapatkan keuntungan saat berkunjung ke Kebun Raya. Ia dan teman-temannya datang untuk mengerjakan tugas sekolah di Kebun Raya. Dirinya sempat berfoto dengan lelaki yang ia sukai dengan tidak memikirkan mitos. Buktinya ia malah tambah dekat dengan lelaki itu bahkan menjalin hubungan serius setelah pulang dari Kebun Raya Bogor.

“Ya mungkin gimana takdir dan nasib aja kali ya, bisa aja mungkin sudah jalannya bersama. Untuk mitos sendiri kayak percaya gak percaya gitu sih,” ujar Bena.

Apakah temen-temen mau mencoba melancong ke Jembatan Merah Kebun Raya Bogor uuntuk membuktikan mitos tersebut?