Alasan Tawamanggu jadi Destinasi Wisata Herbal

 

Pariwisataindonesia.id Tawangmangu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kecamatan ini ternama karena merupakan daerah wisata yang sangat dingin. Tawangmangu dikenal sebagai objek wisata pegunungan di lereng barat Gunung Lawu yang bisa ditempuh dengan kendaraan darat selama sekitar satu jam dari Kota Surakarta.

Wisata kesehatan sendiri merupakan kegiatan wisata yang mengedepankan peningkatan kesehatan, kebugaran fisik, serta pemulihan spiritual dan mental wisatawan.

Penetapan Tawangmangu sebagai destinasi herbal tourism bukan tanpa alasan. Daerah ini memiliki Rumah Riset Jamu Hortus Medicus atau Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) yang dinaungi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Ada beberapa alasan yang mendasari pemilihan Tawangmangu sebagai destinasi wisata kesehatan dan herbal. Pertama, Tawangmangu memiliki pusat kesehatan herbal milik Kementerian Kesehatan yang berpotensi dalam mendorong perkembangan wisata herbal di Indonesia.

Kemudian, bahan-bahan herbal untuk pengobatan yang berasal dari Tawangmangu pun telah teruji secara ilmiah karena daerah tersebut memiliki program saintifikasi jamu. Hal ini dilakukan guna menguji keamanan dan kualitas bahan herbal hingga layak konsumsi dan memberikan khasiat bagi kesehatan.

Sekitar 800 jenis tanaman herbal pun dibudidayakan di Tawangmangu untuk mencegah dan membantu mengobati berbagai masalah kesehatan. Beberapa di antaranya adalah sambiloto, pace, tempuyung, daun handeuleum, kunyit, seledri, hingga daun jambu.

Selain tanaman herbal, Tawangmangu juga tengah mengembangkan potensi aromaterapi, makanan sehat, jelajah alam, dan meditasi. Dalam praktiknya, wisata herbal di daerah tersebut akan menawarkan paket untuk wisatawan yang ingin belajar soal sejarah jamu dan tradisi herbal di Jawa.

Dari sisi kegiatan wisata, pengunjung dapat menyambangi Rumah Riset Jamu Hortus Medicus – B2P2TOOT yang merupakan klinik saintifikasi, laboratorium, griya jamu, museum, ruang sinema, perpustakaan, rumah kaca adaptasi, serta pelestarian tanaman obat.