Mencari Laskar Pelangi di Museum Kata

Foto: Museum Kata Andrea Hirata

Sobat Pariwisata tentu tahu dengan Laskar Pelangi, novel karangan Andrea Hirata ini sempat meraih predikat International Best Seller di Turki ini tentu sangat fenomenal. Bahkan Laskar Pelangi juga ikut mengisi dunia layar lebar Indonesia.

Banyak yang mencari tahu, apakah Laskar Pelangi ini kisah nyata atau hanya sekedar karangan belaka. Di Belitung Timur, terdapat museum yang dibangun oleh Andrea Hirata bernama Museum Kata. Museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia ini dulunya adalah kediaman pribadi dari sang novelis.

Foto: Museum Kata Andrea Hirata

Museum Kata berjarak 45-50 menit perjalanan dari Bandara Internasional H. A. S. Hanandjoeddin. Kita menuju ke sana dengan menggunakan taxi atau jasa agen perjalanan yang ada di bandara. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan alam yang akan menghanyutkan mata, barisan pohon-pohon serta sesekali ada barisan bukit yang akan menyapamu selama perjalanan.

Museum ini terletak di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Biaya masuknya sendiro tidak terlalu besar dan dirasa sepadan. Kamu cukup membayar 50.000 rupiah untuk satu tiket masuk. Tapi bukan sekadar tiket masuk ya, kamu akan mendapatkan satu buku saku Laskar Pelangi dan kupon untuk mencicipi secangkir Kupi Kuli.

Foto: Laskar Pelangi The Movie

Di dalam museum kamu akan disambut dengan karya-karya Andrea Hirata, mulai dari Laskar Pelangi yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa sampai novel-novelnya yang lain seperti Sang Pemimpi, Edensor, Sirkus Pohon, Ayah, dan yang terbaru adalah Orang-orang Biasa dan Guru Aini.

Museum kata menyediakan replika SD Muhammadiyah yang menjadi latar ikonik di Laskar Pelangi. Di sini juga disediakan panggung ekspresi bagi pengunjung yang ingin unjuk bakat seperti menyanyi, sampai baca puisi.

Begitu banyak spot foto yang bisa menghiasi media sosialmu. Mulai dari meja tempat Andrea Hirata menulis, bangku-bangku taman, sepeda tua, sampai dinding yqng dipenuhi jendela lawas.

Foto: Instagram

Jika sudah puas berkeliling, kamu bisa menukarkan kupon di pintu masuk untuk menikmati Kupi Kuli di bagian dapur museum. Aroma kopi yang harum serta rasa kopi yang tidak terlalu asam membua Kupi Kuli menjadi favorit pengunjung saat ke sini. Kupi Kuli sendiri merupakan kopi yang disajikan dengan cara tradisional khas orang Belitung zaman dulu, nama ini juga disematkan karena memang kopi ini digemari oleh para pekerja dan menjadi tradisi sebelum berangkat kerja harus minum kopi dulu, meski tanpa sarapan kue.