Wajah Baru Planetarium Jakarta: Canggih, Imersif & Futuristik

Wajah Baru Planetarium Jakarta: Canggih, Imersif & Futuristik

Planetarium Jakarta diinisiasi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1964 dan diresmikan tahun 1968. Tempat ini dibangun sebagai pusat edukasi astronomi yang terletak di Taman Ismail Marzuki (TIM), menjadi yang pertama di Asia Tenggara namun sempat berhenti beroperasi sejak 2012, lalu dibuka kembali pada akhir 2025 setelah revitalisasi besar-besaran dengan teknologi digital.  Saat ini, kehadiran Planetarium Jakarta menawarkan simulasi antariksa modern dan menjadi destinasi wisata edukasi unggulan. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengaktifkan kembali Planetarium Jakarta yang berlokasi di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, setelah fakum lebih dari 10 tahun. Dengan memamerkan teknologi visualisasi astronomi digital berbasis data terkini, Planetarium Jakarta hadir dengan penampilan lebih canggih, yang memanjakan para pengunjung untuk dapat menyaksikan simulasi tata surya dan berbagai fenomena langit lainnya, melalui pertunjukan yang dirancang edukatif dan imersif di Teater Bintang.

Wajah Baru Planetarium Jakarta: Canggih, Imersif & Futuristik
Teater Bintang yang menakjubkan

Untuk meningkatkan layanan edukasi, Planetarium Jakarta sudah menambahkan tekhnologi yang super canggih, yaitu Artificial Intelligence (AI). Namanya AI Virtual Host, pemandu digital berbasis kecerdasan buatan, dengan system penyampaiannya yang sangat interaktif dan mudah dipahami.

AI Virtual Host ini dapat berinteraksi langsung dengan pengunjung, mulai dari penjelasan sejarah Planetarium, menceritakan fenomena astronomi, bahkan sampai menjawab pertanyaan dasar tentang seputar tata surya.

Aktivasi ini merupakan bagian dari penataan ulang kawasan TIM sebagai ruang publik terpadu sekaligus memperkuat fungsi TIM sebagai pusat seni, budaya, dan edukasi publik.

Wajah Baru Planetarium Jakarta: Canggih, Imersif & Futuristik
Ruang pameran

Inilah Planetarium Jakarta, pusat pembelajaran sains dan astronomi legendaris bagi lintas generasi. Dikemas dengan teknologi yang jauh lebih canggih, imersif dan futuristik, menjadikan Planetarium Jakarta sebagai panduan lengkap untuk mengeksplorasi wajah baru dari pusat edukasi bintang tertua di Indonesia.

Cara Mendapatkan Tiket

Planetarium Jakarta menyajikan banyak keseruan, mulai dari menonton pertunjukkan Teater Bintang dengan sajian simulasi langit dan fenomena astronomi, pengunjung juga dapat mengamati benda langit secara langsung di observatorium dengan menggunakan beragam teleskop canggih.  Selain itu, pengunjung juga dapat menjelajahi ruang pameran yang menyajikan artefak astronomi, foto langit juga fragmen meteor asli.

Destinasi edukatif yang sangat menyenangkan ini cocok untuk segala usia. Bagi pengunjung yang ingin menikmati fasilitas di planetarium ini, terlebih dahulu harus membeli tiket, bisa secara on the spot (langsung) di lokasi, atau bisa juga dengan daring melalui website resminya, yaitu loket.com/event/teater-bintang.

Wajah Baru Planetarium Jakarta: Canggih, Imersif & Futuristik
Melihat benda langit lebih dekat

Untuk pembelian tiket secara on the spot, dibuka satu jam sebelum pertunjukan dimulai, namun kuota yang tersedia dibatasi untuk setiap sesi.

Berikut ini adalah rincian kuota yang tersedia:

  • Pelajar:  20 tiket per pertunjukan
  • Umum:  70 tiket per pertunjukan
  • Difabel dan pendamping:  5 tiket per pertunjukan

Untuk mencapai ke Planetarium Jakarta sangatlah mudah.  Lokasinya sangat strategis yaitu berada di kawasan TIM tepatnya Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.  Ada beberapa moda transportasi umum yang dapat dipilih.

  • KRL Commuter Line: Turun di Stasiun Cikini.
  • TransJakarta: Gunakan koridor 5M (Kampung Melayu-Tanah Abang) atau 6H (Lebak Bulus-Senen) dan turun di halte Taman Ismail Marzuki.
  • Mikrotrans: Rute JAK-10A akan membawamu turun di halte Taman Ismail Marzuki.

Sejarah Planetarium Jakarta

Planetarium Jakarta merupakan sebuah bangunan berbentuk teater yang dibangun khusus untuk pertunjukkan ilmu perbintangan/astronomi.  Dengan menggunakan teknologi proyektor khusus, simulasi bintang-bintang, planet dan objek langit lainnya tampil pada layar kubah (di atas kepala) dengan jelas, seperti melihat langit di malam hari penuh dengan taburan bintang-bintang.

Wajah Baru Planetarium Jakarta: Canggih, Imersif & Futuristik
Planetarium Jakarta sebelum direnovasi

Hadirnya Planetarium Jakarta merupakan gagasan dari Presiden Soekarno yang mulai dibangun pada tahun 1964. Tujuan utamanya adalah sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan.  Lalu pada tanggal 10 November 1968, planetarium ini diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, yaitu Ali Sadikin dan tercatat sebagai planetarium pertama di Asia Tenggara, dengan Teater Bintang-nya, yaitu ruang pertunjukan yang berbentuk kubah raksasa dan menjadi tempat utama pertunjukan astronomi.

Pertunjukan planetarium ini, pertama kali dibuka untuk umum yaitu tanggal 1 Maret 1969 dengan menggunakan proyektor Universal buatan perusahaan Carls Zeiss, Jerman. Selanjutnya, tanggal 1 Maret dijadikan hari ulang tahun Planetarium.

Sejak awal beroperasi, planetarium dirancang sebagai wahana pembelajaran ilmu falak dan astronomi yang dapat diakses oleh pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.  Sebagai pusat edukasi astronomi, berbagai ilmu dan hal-hal yang berkaitan luar angkasa, dikupas tuntas disini, termasuk simulasi langit dan pergerakan benda-benda langit.

Wajah Baru Planetarium Jakarta: Canggih, Imersif & Futuristik
Lorong Zodiak

Dengan ruang bioskop planetarium yang menjadi wahana atraktif di gedung ini, pengunjung dapat menyaksikan langsung simulasi pergerakan planet, bintang, dan fenomena astronomi lainnya melalui sistem proyeksi di kubah teater.

Saat ini, semua fasilitas Planetarium Jakarta sudah dirombak total, termasuk ruang bioskop planetarium yang menjadi salah satu wahana atraktif di gedung ini. Dengan menggunakan teknologi terbaru serta kursi yang lebih nyaman, Planetarium Jakarta dan juga kawasan Taman Ismail Marzuki semakin menjadi tempat utama untuk wisata edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat Jakarta.(*)