Liburan ke Lawang Sewu, Siapa Takut!

Lawang Sewu, Berlibur ke Kota Semarang

Berlibur ke Semarang rasanya kurang lengkap tanpa berkunjung ke Lawang Sewu. Selain sebagai tujuan wisata, Lawang Sewu juga sering digunakan sebagai tempat untuk foto Prewedding. Bangunan kuno yang identik dengan Kota Lumpia ini, terkenal dengan nilai sejarah hingga mistisnya, loh. Yuk, kita mengenal lebih jauh tentang Lawang Sewu.

Tampak dalam jepretan foto dari unggahan netizen@mashitafandia. ‘Cantik nian awak mba, keyen!’

Secara bahasa, Lawang Sewu berarti seribu pintu. Bangunan yang disebut-sebut sebagai banguann yang memiliki pintu terbanyak di dunia ini, sebenarnya hanya memiliki 429 buah pintu. Namun, pintu-pintu tersebut memiliki dua hingga empat buah daun pintu. Sehingga jika ditotalkan jumlah daun pintu yang ada di Lawang Sewu berjumlah 1.200 buah.

Postingan dari instagram@arifinapin_ppp, menulis caption, “Tepat satu tahun Kami Menjabat menjadi Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah 2019. Kini hampir tiba saatnya kami purna dari Jabatan..,” tulis dalam foto yang di posting lewat akun instagram.

Tidak semua pintu tersebut dirancang untuk digunakan layaknya pintu biasa. Sebagian justru dibuat sebagai jendela dan ventilasi udara.

Lawang Sewu merupakan bangunan bersejarah peninggalan pemerintah kolonial Bellanda. Awalnya, bangunan seluas 18.232 meter persegi ini, digunakan sebagai Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) atau Kantor Pusat Perusahaan Kereta Api Swasta NIS.

Netizen@putty_erwina, dalam jepretan foto dan wouw, ‘Keyeeen!’

https://www.instagram.com/p/CDVzU0TDHHT/

Bangunan ini dirancang khusus oleh Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Setelah selesai, gambar-gambar itu baru dibawa ke Semarang. Pembangunan Lawang Sewu dilakukan secara bertahap, yang dimulai pada 27 Februari 1904 dan selesai pada Juli tahun 1907. Sedangkan bangunan tambahan dibangun sekitar tahun 1916 dan selesai pada tahun 1918.

Tampak dalam jepretan foto instagram@najwaarbiie, ‘Auw auw!’

View this post on Instagram

be the love you never received #selflove

A post shared by ري (@najwaarbiie) on

Selain gaya asrsitektur Eropa, Sobat Pariwisata juga bisa melihat ciri khas dominan berupa elemen lengkung yang sederhana di Lawang Sewu. Selain itu, bangunan ini juga memiliki ornament kaca patri dari pabrikan Johannes Laurens Schouten. Kaca patri tersebut bercerita tentang kemakmuran dan keindahan Jawa, kekuasaan Belanda atas Semarang dan Batavia, kota maritim serta kejayaan kereta api. 

Tampak dalam foto unggahan netizen@ainintaumami,  ‘Jepret-jepret…. Camera action!’

View this post on Instagram

OOTD with @zara dress n shoes

A post shared by aininta umami (@ainintaumami) on

Seperti bangunan kuno lainnya, Lawang Sewu juga pernah beberapa kali beralih fungsi. Pada masa pendudukan Jepang, Lawang Sewu sempat dialihfungsikan sebagai penjara paling kejam.  Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan ini digunakan untuk Kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau PT Kereta Api Indonesia. Bangunan ini pun pernah digunakan untuk Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV// Diponegoro).

Penuh gaya dan foto tampil kekinian.Cekrekcekrek, menurut kamu apakah sudah cantik?, Tulis komen di bawahnya guys!’

Lawang Sewu pernah menjadi saksi pertempuran antara Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) melawan Kidobutai, Jepang pada tanggal 14 Oktober – 19 Oktober 1945. Pertempuran sengit itu dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari.

Luapan gembira dan bahagia tampak dari postingan di instagram@yayyangg. ‘Tralala… Hi!’

Tahu nggak Sobat Pariwisata? Lawang Sewu disebut-sebut sebagai bangunan paling angker kedua se-Asia. Konon, banyaknya korban akibat kekejaman tentara Jepang membuat bangunan berlantai dua ini menjadi angker. Katanya, di bangunan ini sering terlihat penampakan di lokasi-lokasi seperti sumur tua, pintu utama, lorong-lorong, lokasi penara berdiri, serta penjara jongkok. 

Tampak dalam foto, walau sebentar lagi pulang. ‘Swafoto mah tetep. Sayang dilewatkan dong kak!’

https://www.instagram.com/p/CDV5_dyl-BI/

Gimana? Penasaran dengan Lawang Sewu? Kalau berlibur ke Semarang, pastikan Sobat Pariwisata mengunjunginya, yaa! (Nita/Kusmanto)