OWUN, Kantor Dinas yang Disulap jadi Objek Wisata

OWUN Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur, pariwisata indonesia

Berkunjung ke Pulau Belitung merupakan sebuah momen liburan yang menarik. Dan nggak akan pernah kamu lupakan. Selain berwisata ke pantai kamu juga bisa mengenal kebudayaan yang ada disini lebih dekat.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur adalah salah satu objek wisata dengan nama Objek Wisata Unik Ngenjungak (OWUN). Uniknya, wisata disini adalah Kantor Dinas Kebudayaan yang disulap menjadi obyek wisata.

Turis-Jerman-Ini-Terkesan-Properti-Sehari-hari-Penduduk-Beltim-Terbuat-dari-Rotan
Turis Jerman Terkesan Properti Sehar hari Penduduk Beltim Terbuat dari Rotan (Foto: jabejabe.co)

Terdapat sebuah museum kebudayaan Pulau Belitong di Kabupaten Belitung Timur. OWUN atau Objek Wisata Unik Ngenjungak ini adalah museum yang mengusung tema Belitung dalam satu gedung. 

OWUN kian dikenal dan diakui sebagai destinasi wisata edukasi, hal ini dibuktikan dengan OWUN dijadikan sebagai tempat penelitian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Berjarak sekitar 50 menit perjalanan dari Bandara Internasional Hanandjoeddin, penatmu terbayar dengan atraksi wisata yang disajikan di dalamnya. Wisatawan yang datang sebisanya berkabar dulu kepada petugas museum, agar mendapatkan sambutan. Pengelola bisa lebih awal mempersiapkan. 

View this post on Instagram

Job awal bulan mei 😊🤗

A post shared by Sanggarkemuning (@sanggarkemuning_) on

Sambutan tarian campak atau tari sambut, adalah tarian khas Pulau Belitung. Setelah disambut dengan welcome party, pengunjung akan dibawa masuk ke dalam museum. Di ruang pertamanya, pengunjung disuguhi koleksi biji kopi khas Pulau Belitung. Belitung Timur memiliki ikon Kopi Manggar dan merupakan minuman wajib bagi pengunjung. Selain biji kopi, disini ada juga biji timah, masih mentah. Dan timah yang sudah di olah. Belitung terkenal provinsi penghasil timah terbesar di Indonesia.

Jika telah puas melihat kekayaan dan potensi alam Belitung Timur, pengunjung dibawa ke mini zoo, lokasinya ini, tepat di bagian tengah museum. Kamu dapat melihat koleksi satwa disini, seperti buaya muara bernama Bonbon, kura-kura rawa bernama Ponpon. Dan ada satu induk bernama Komandan Klepon serta satwa endemik, Tarsius bernama Monmon. Pengunjung dibolehkan bermain bersama satwa dengan cara memanggil, mencolek. Oups, tidak untuk buaya ya! Memberikan mereka makanan yang disediakan oleh pemandu.

Setelah puas bermain, kita melanjutkan untuk melihat ruang kebudayaan. Ruangan ini berisi kebudayaan yang ada di Belitung Timur. Mulai dari rumah adatnya, alat musik, pakaian adat, pakai adat dan pernik perkawinan, hingga jejak peradaban Belitung Timur. So, nggak cuma mendengar edukasi yang disampaikan pemandu dalam penjelasan wisatanya, kamu dibolehkan bertanya sesukanya tentang museum ini.

Di akhir kunjungan, pemandu mengajak untuk mengunjungi gedung TIC atau Tourism Information Center. Disini terdapat spot foto 3D, mengasyikan loh. Dan tersedia pusat oleh-oleh yang bisa kamu beli dengan harga terjangkau. Ada apa saja yang dijakakan disini, ada bumbu masakan khas Belitung, Teh Belitung, gantungan kunci karya UMKM, maupun t-shirt sebagai cindera mata bukti kamu sudah datang ke Belitung Timur.

Oh iya, sebelum pulang mohon untuk jangan lupa memberikan pemandu wisatanya tips. Karena memang untuk menikmati wisatanya disini, museum tidak mengenakan biaya, bahkan parkir pun gratis. (Bahrul/Kusmanto)