Rumah Adat Joglo di Jawa Tengah

Pariwisata Indonesia, Rumah Adat Joglo,Jawa Tengah

Rumah joglo adalah salah satu ciri khas bentuk rumah adat Provinsi Jawa Tengah. Oh, iya ‘Gaaess, pada dasarnya, rumah adat di Jawa Tengah bukan hanya Rumah Joglo aja lhoo!

Baca Juga:  Panorama Pantai Ngeden Gunungkidul

Terdapat 4 bentuk rumah tradisional yang ada di Jawa Tengah yaitu bentuk Panggangpe, Rumah Kampung, Limasan bentuk Rumah Joglo.

Bentuk Joglo lebih dikenal dibandingkan bentuk lainnya. Rumah berkonsep Joglo merupakan simbol status sosial dan cuma dimiliki orang-orang yang mampu.

Baca Juga: Surjan, Baju Adat di Yogyakarta

Dengan demikian, secara tidak langsung rumah adat ini menunjukan status sosial & ekonomi pemiliknya. Pengadaan material Rumah Joglo lebih mahal dan rumit karena banyak ukiran-ukiran.

Selain butuh biaya besar dalam pengadaan material, proses finishing hingga selesai masih dibutuhkan lagi pengerjaan dengan waktu yang nggak sebentar. Rumah Joglo dominan ini materialnya kayu jati lhoo. Serta proses produksinya butuhkan waktu lama banget. Bikin gebyok, membangun pondasi dan pemasangan tiang-tiang, finishing bagian interior dalam dan sebagainya. Wahh, ribet deh. Nggak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk membangun rumah dengan berkonsep Joglo khas adat Jawa Tengah ini. Luar biasa, duitnya gede banget. Belum lagi saat ditinggali, biaya pemeliharaan bangunan ini beda seperti rumah pada umumnya.

Rumah Adat Joglo,Jawa Tengah
Rumah Adat Joglo,Jawa Tengah ,foto: kompasiana.com

Pemberian nama Joglo pada rumah adat Jawa Tengah ini penuh dengan makna lhoo!

Kata Joglo diambil dari kata “tajug” dan “loro”. Makna dari kata tersebut adalah penggabungan dua tajug.

Atap rumah Joglo memang berbentuk tajug menyerupai gunung. Masyarakat Jawa sangat percaya bahwa gunung adalah simbol yang sakral. Katanya, gunung adalah tempat tinggalnya para dewa. Karena itu lah, dua tajug dipilih sebagai bentuk atap rumah adat Jawa Tengah ini.

Baca Juga: Hadir di Yogyakarta? Cobain Gudeg Mbah Lindu

Atap rumah Joglo disangga oleh empat pilar utama yang disebut Saka Guru. Pilar-pilar tersebut representasi dari arah mata angin yaitu timur, selatan, utaran, dan barat. Rumah Joglo ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian depan (pendapa), tengah (pringgitan), dan ruang utama (dalem).

Jika Pendapa, yaitu bagian untuk menjamu para tamu, sedangkan Pringgitan, adalah ruang tengah yang digunakan untuk tamu yang kerabatanya khusus dan sangat intim dengan pemilik rumah. Untuk Omah ndalem/omah njero yaitu ruang tempat keluarga berkumpul dan bercengkrama.

Ada pula Senthong atau kamar tidur yang terbagi senthong tengen (kamar kanan), kiwa (kiri), dan tengah. Selain itu ada juga Padepokan, ruangan yang digunakan sebagai tempat beribadah, menenangkan diri, tempat perlindungan, dan aktivitas ibadah ataupun ritual-ritual sakral.

Baca Juga:  Wisata Kuliner di Yogyakarta

Pada bagian depan sifatnya umum dan di bagian belakang bersifat khusus. Akses orang untuk bisa masuk ke dalam ruangan juga berbeda-beda. Sedangkan untuk pintu rumah Joglo ini ada tiga bagian. Yaitu tata letak pintunya yang berada di tengah satu dan dua pintu yang berada kedua sisi kanan dan kiri, ini melambangkan kupu-kupu yang berkembang di dalam keluarga.

Rumah Joglo ini memang, merupakan rumah adat dari Provinsi Jawa Tengah yang paling tersohor dan familiar di masyarakat Indonesia.  Bagaimana, sudah tahu?