Tarian Adat Khas Sulawesi Tenggara, Nari Yuk!

Tarian Adat Khas Sulawesi Tenggara, Nari Yuk!

Melestrarikan Kesenian Tari adalah Sikap Patriotisme!

Indonesia negara Kebhinnekaan. Perbedaan budaya dan segala macamnya menjadikan negri ini istimewa. Indonesia adalah bangsa yang besar dan disegani. Kalau bukan generasi mudanya mencintai kebudayaan dan negrinya sendiri, lalu siapa lagi yang mewarisi semua ini kelak?

Seperti diketahui jenis tarian dari Provinsi Sulawesi Tenggara(Sultra), beraneka ragam. Namun, segala perbedaan ini, bikin tarian ini, menjadi unik. Pariwisata Indonesia tidak bisa dilepaskan dari keseniaan dan kebudayaan, termasuk tarian.

Tari tradisonal adat Provinsi Sulteng, sekarang masih ada. Dua puluh tahun? Bagaimana, di tiga puluh tahun lagi? Tarian ini, apakah tetap dikenal dan masih diminati?

Baca Juga:  5 Destinasi Favorit di Sulawesi Tenggara

Kalau bukan generasi mudanya mencintai kebudayaan, kesenian dan tarian negrinya sendiri, lalu siapa lagi yang mewarisi semua ini kelak? Kita harus melestarikan secara bersama agar tetap ada dan tidak hilang dimakan zaman.

Perkembangan kesenian tari  terus bermunculan dan makin kekinian. Kesenian tersebut berkembang sesuai unsur-unsur budaya dan pluralistik masyarakat. Mari mengenal tarian khas Provinsi Sulteng yang terkenal dan menjadi ikon di provinsi ini. Langsung aja, nggak usah berlama-lama. Simak tarian tradisional dari Sulawesi Tenggara. Yuk!

1. Tari Mangaru

Tari Mangaru merupakan salah satu tarian khas dan menjadi ikon kebudayaan Indonesia. Tari ini berasal dari daerah Sulawesi Tenggara dan sangat populer. Tepatnya di Desa Konde Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara.

Pesan positif dari tarian tradisional ini menggambarkan, keberanian dan semangat dalam berperang. Sikap heroistik melawan penjajahan di medan perang pantang menyerah dan maju ke garis terdepan. Dalam tarian yang dipentaskan, terlihat semangat juang dan kegigihan laki-laki berlaga, beradu kekuatan menggunakan keris. Ada juga penari lain peragakan dan pentas mengunakan belati di tangan.

Karya dari konten kreatif ‘Samsulsman6’ memberikan visual Tari Mangaru dengan sempurna. Tampil di Channel Youtube Samsul. Saksikan dan tonton layar videonya, jangan lupa untuk kamu subscribe. Yuk!

Redaksi Pariwisata Indonesia mewawancara Andi selaku pemuka adat Desa Konde, mengatakan, “Tari mangaru adalah tarian perang di zaman dulu. Tarian ini menggambarkan perlawanan kepada musuh-musuh Kesultanan Buton,” katanya.

Ia menambahkan, “Berbeda pada saat sekarang ini. Tarian dipentaskan sebagai momentum merekatkan dan silaturahmi. Menyambut masyarakat di perantauan. Masing-masing menunjukan keahlian dalam memainkan belati atau keris. Namun tidak untuk melukai satu sama lain. Justru tarian ini sebagai hiburan dan tontonan semua kalangan. Mengingatkan kembali, zaman dimana leluhur begitu gigihnya mempertahankan kerajaan,” katanya menutup.

Di masa sekarang, tari Mangaru menunjukan tarian suka cita. Sering dipentaskan saat panen tiba. Saat perayaan. Saat Upacara menyambut tamu kehormatan. Saat perhelatan dan hajatan. Tarian ini menghimbur semua kalangan penonton. Dan diminati oleh banyak orang. Cengkok dan tarian serupa silat. Meliuk dengan belati atau keris di tangan. Berpadu irama musik khas tradisional. Bunyi dan irama musik kental nuansa Provinsi Sulteng. 

2. Tari Umoara

Tari tradisional khas berikutnya adalah tari Umoara. Tari Umoara ini merupakan tarian tradisional khas Sulawesi tenggara yang dipentaskan untuk menyambut tamu agung. Selain itu tari Umoara bisa juga dipertunjukkan saat upacara pelantikan raja. Hampir sama, pesan positif dari Tari Mangaru, merupakan tarian perang di Sulawesi Tenggara. Nggak heran jika tarian yang dipentaskan mempertontonkan kewaspadaan, ketangkasan, menyerang musuh dan juga membela diri dalam sebuah peperangan.

3. Tari Malulo

Selain Tari Mangaru, kesenian tari yang juga identik dengan Sulawesi Tenggara adalah Tari Malulo. Bagi yang sudah pernah berkunjung ke Sulawesi Tenggara tentu sudah tidak asing dengan tarian tradisional Sulawesi Tenggara yang satu ini. Tari Lula atau yang biasa dikenal dengan nama Tari Malulo ini pada awalnya merupakan tarian sakral yang penuh dengan makna dan filosofi. Namun dalam perkembangannya tari Malulo ini sudah menjadi tarian rakyat yang bisa dilakukan dalam berbagai macam acara baik acara resmi ataupun acara umum.

Perlu diketahui, Tari Malulo ini sangat digemari oleh para suku bangsa Tolaki yang mana akan ditarikan pada saat peristiwa tertentu. Misalnya ketika usai panen atau banyak terjangkit penyakit menular, suku bangsa Tolaki akan menarikan tarian ini. Tarian ini juga sering ditarikan ketika menjelang musim panen untuk menghormat para dewi panen.

Konten kreatif Kamubisatari menghadirkan visual dalam unggahan di channel Youtube Tari Malulo. Jangan lupa untuk kamu subscribe. Tonton, yuk!

Nah demikian informasi singkat terkait tarian khas Sulawesi Tenggara. Bagaimana sangat menarik dan beragam sekali budaya yang ada di Indonesia, bukan?

Semoga ulasan kesenian tari di atas memberikan manfaat kepada para pembaca dan agar kedepannya tetap mau menjaga budaya Indonesia yang begitu istimewa. Indonesia luar biasa kaya akan segalanya dan ini tidak ada di negara manapun kebhinnekaan seperti Ibu Pertiwi. Kita harus bangga menjadi anak bangsa.

Sebagai penutup tarian sambut HUT Bhayangkara ke-74, tonton joget dan menarinya bapak-bapak polisi bersama masyarakat berdendang Tari Malulo. Channel Youtube Rudhy Channel memposting sempurna.

Dan satu lagi video terbaik dari channel resmi Kabid Humas POLRI, Dirgahayu Polri. Kekompokan dan sinergi TNI-POLRI dalam menangani pandemi agar aman dari Covid-19.

Baca Juga:  Perjalanan yang Mengasyikan di Situs Sejarah Goa Kobori

Korps Bhayangkara semoga semakin profesional, modern, dan terpercaya dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Serta dapat bersinergi bersama TNI dan semua komponen bangsa dalam menjaga stabilitas nasional yang kondusif.(Dian/Erwin)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )