Kawasan Kuliner Andalan Jakarta

Kawasan Kuliner Andalan Jakarta

Jakarta bukan sekadar ibu kota, tapi juga surga bagi para pecinta kuliner. Dinobatkan sebagai ‘Kota Kuliner Terbaik di Asia Tenggara’ oleh TasteAtlas Awards 2024/2025, Jakarta benar-benar memanjakan para pemburu makanan dan minuman dengan keberagaman budayanya yang tertuang dalam satu piring.  Yah, Jakarta menawarkan spektrum kuliner yang sangat luas, perpaduan rasa autentik Betawi dan inovasi modern.

Jakarta tidak hanya menyajikan kebutuhan masyarakat akan makanan namun juga budaya dan ekonomi turut dipertontonkan. Seperti budaya nongkrong, dimana sekumpulan orang – orang duduk bersama, saling bercerita, minum kopi dan menyantap makanan, yang menjadi pemandangan umum di kawasan kulineran di Jakarta.

Ini adalah tren kuliner kreatif, memperlihatkan bahwa kuliner di Jakarta lebih beragam, lebih kreatif, dengan menciptakan genre baru di dunia kuliner.  Berikut ini tempat-tempat kuliner di Jakarta yang menjadi tempat jajanan kuliner kreatif.

Pecenongan

Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat menjadi surga kulineran pada malam hari.  Tepatnya, antara pukul 18.00 – 03.00, kawasan yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Stasiun Juanda hanya sekitar sepuluh menit ini, ramai dengan jajanan kaki lima.  Tak hanya itu, restoran – restoran yang berjejer sepanjang jalan Pecenongan pun turut buka.

Kawasan Kuliner Andalan Jakarta
Martabak Favorit

Selain sajian chines food dengan label halal, makanan berat seperti Nasi Uduk Sri Rostika serta Bubur Kwang Tung banyak diserbu para pemburu kuliner. Dan yang tak kalah hebohnya, Martabak Pecenongan 65A yang legendaris, dengan sajian topping yang unik serta kekinian, menjadi serbuan yang selalu diwarnai dengan antrian para pembeli.

Tendean 41

Kawasan ini berada di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dan mulai beroperasi pada pukul 17.00 hingga tengah malam. Beragam kedai makanan dengan sentuhan kreatif ala milenial, mewarnai kawasan ini.

Kawasan Kuliner Andalan Jakarta
Sajian Makanan di Tendean

Ada Kedai Fusion dan Gule DKI yang menyediakan aneka jenis makanan, mulai dari makanan ringan hingga berat seperti nasi goreng. Ada Warung Nagih, pionir cemilan berbasis street food yang awalnya beroperasi di atas lahan kosong. Juga ada makanan dengan sajian menu khas Jepang yaitu Yakitori Go. Serta Bigpan yang menyajikan pancake dengan bermacam topping. Dan masih banyak kedai-kedai makanan lainnya yang menggiurkan.

Pasar Santa

Tempat ini merupakan salah satu yang mengusung konsep kuliner kreatif, terutama menjadi spot hangat bagi Millennials dan Gen Z untuk berkumpul sambil menikmati sajian makanan dengan menu yang Instagramable.

Pasar Santai Modern ini terletak di Jalan Cipaku I No. 121, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan menyajikan beragam makanan berat seperti ayam geprek kekinian, Geprek Gepruk, dan lainnya hingga sajian pencuci mulut yang cukup terkenal, Leheaven, dan lainnya.

Kawasan Kuliner Andalan Jakarta
Umbi Cilembeu sajian kekinian

Juga ada sajian makanan khas Meksiko dengan harga terjangkau, cendol, beragam menu durian, infused water, smoothies sehat, menu sate yang variatif, sampai menu khas Jepang.  Uniknya, disini tersaji variasi kopi dari berbagai kios kopi. Semuanya tersaji dengan harga yang sangat ramah. Padahal rasanya pun tidak kaleng-kaleng.

Jalan Sabang

Terkenal dengan nama Jalan Sabang, nama sesungguhnya adalah Jalan Agus Salim.  Sepanjang jalan ini banyak restoran dan warung kaki lima dengan sajian makanannya yang lezat dan unik. Kulineran di kawasan ini sudah ada sejak lama.

Kawasan ini merupakan tempat terbaik untuk berburu sate, martabak, dan aneka nasi goreng. Suasananya semakin malam semakin ramai dengan pilihan makanan yang beragam. Ada Sate Jaya Agung yang sudah berjualan sate kambing dan ayam sejak 1963.  Ada Bakmi Roxy yang sudah melegenda serta Ben Seafood untuk pecinta santapan laut. Dan yang tak kalah terkenalnya yaitu nasi goreng kambing legendaris yang terletak di Jalan Kebon Sirih dekat Jalan Sabang.

Kawasan Kuliner Andalan Jakarta

Bagi para pencinta kopi, ada kafe Kopi Oey yang bernuansa ala kopitiam di Pecinan, dengan menu makanan tradisional dan suasana klasik tempo dulu. Juga ada kedai Kopi Atjeh menyajikan kopi Gayo beserta mie Aceh.

Kawasan Blok M

Gultik atau sebutan dari Gulai Tikungan berada di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Spot kuliner ini sudah terkenal sejak tahun 1980-an.  Meskipun makanan ini disajikan secara kaki lima oleh para penjual yang berada di sepanjang jalan tikungan atau perempatan Jalan Mahakam dan Bulungan, santapan gulai ini selalu diburu.

Kawasan Kuliner Andalan Jakarta
Lezatnya Gultik

Dengan harga relatif murah, seporsi dibandrol Rp 10.000, sajian ini banyak dinikmati mulai dari kalangan anak muda hingga para orang tua. Yah, kuliner kaki lima ikonik ini menjadi andalan warga Jakarta Selatan di malam hari.

Pantjoran PIK

Pantjoran PIK dikenal dengan nama Pantjoran Chinatown yang merupakan pusat wisata kuliner dengan nuansa oriental yang sangat cantik.  Cocok untuk menghasilkan spot foto kekinian.

Berlokasi di Pantjoran Pantai Indah Kapuk 2 Chinatown, kawasan ini menyajikan berbagai jajanan khas Tionghoa dan lokal dalam suasana pecinan modern yang buka hingga larut malam.  Dihuni lebih dari 80 tenant atau penyewa, Pantjoran PIK menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman, mulai dari resto, kafe, hingga makanan gerobak.

Kawasan Kuliner Andalan Jakarta
Kawasan Kuliner Andalan Jakarta

Jenis makanannya pun sangat variatif. Seperti Olabi, camilan ringan yang terbuat dari ubi kopong dengan lima warna yang berbeda. Warna ungu berasal dari ubi ungu, warna merah asalnya dari sirup pisang ambon, bola hijau memiliki rasa seperti pandan, warna cokelat pada bola ubi didapat dari ubi merah, dan yang terakhir bola ubi kopong warna kuning berasal dari ubi asli.

Juga ada minuman Lee Ong’s Tea yaitu bubble tea dengan berbagai pilihan seperti lee ong’s brown sugar fresh milk, lee ong’s genmaicha, walnut matcha latte, ube latte, dragon refresher, dan salah satu yang paling terkenal adalah chinese lantern refresher yang memadukan antara green tea dan lychee jelly.  Jangan lupa mampir ke kedai Kopi Es Tak Kie yang sudah ada sejak tahun 1927. Hanya ada dua jenis sajian kopi, yaitu kopi hitam dan kopi susu.

Kawasan Kuliner Andalan Jakarta
Ikonik Pantjoran PIK

Sajian makanan menarik lainnya yang sangat khas yaitu di Restoran Wong Fu Kie. Konon resto ini diklaim sebagai restoran Hakka tertua di Jakarta, yang telah berdiri sejak tahun 1925. Menu favoritnya adalah Mun Kiaw Mien. Juga ada menu lainnya seperti Lindung Cah Fumak, hidangan Hakka klasik ini menyajikan belut goreng dengan sayuran fumak dan beras angkak.

Masih banyak lagi jajanan lainnya yang lezat dan tak kalah asyiknya. Selain menikmati berbagai sajian makanan, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai hiburan seperti live music, barongsai, musik guzheng, tarian seribu tangan, hingga pertunjukkan tai chi.(*)