Keumamah

Sumber Kekuatan Pejuang Aceh, Penambah Selera Makan Masyarakat Sekarang
Pariwisata Indonesia, KEUMAMAH, Keumamah Siap Saji
Keumamah atau Ikan Kayu Aceh siap disantap. Dijamin nikmatnya tiada tara, biar gak pada penasaran mending langsung cobain yuk! (Foto: Dokumen Pribadi)

Sobat Pariwisata, pernah enggak, sih, penasaran dengan bekal perang para pejuang kemerdekaan? Kalo zaman sekarang, sih, banyak pilihan makanan kaleng, kue kering, dan mie instan. Tapi, gimana di zaman dulu, ya?

Ternyata, sejak zaman dulu, rakyat Indonesia punya beragam kreasi makanan yang awet disimpan berhari-hari bahkan sampai berbulan-bulan, loh. Selain untuk bekal perang, makanan-makanan ini juga bisa digunakan untuk bekal saat melakukan perjalanan jauh. Nah, salah satu makanan itu adalah Keumamah.

Keumamah adalah makanan khas Pidie, Aceh. Terbuat dari ikan tongkol atau cakalang yang direbus lalu dijemur sampai kering dan keras.

Pariwisata Indonesia, Olahan keumamah yang berasal dari ikan tongkol
Ilustrasi foto: Pengolahan keumamah dari ikan tongkol. (Dok. Acehkini/Ahmad Ariska)

Saking kerasnya, ikan ini juga disebut ikan kayu. Kalo keras, gigi bisa patah, dong? Makanya sebelum dimakan, ikan kayu harus direndam dulu selama 5 sampai 10 menit.

Keumamah biasanya dimakan bareng asam sutil yang terbuat dari belimbing wuluh yang dikeringkan. Rasa gurih ikan yang dipadu dengan rasa segar asam sutil, duh, selain bisa menambah selera makan juga bisa jadi sumber kekuatan untuk menghadapi kenyataan, eh, maksudnya untuk melawan penjajah.

Keumamah dan asam sutil yang awet dan tahan lama, bikin para pejuang kemerdekaan yang lagi gerilya di pegunungan atau hutan, enggak perlu khawatir kehabisan bahan makanan.

Selain dimakan dengan sohib sejatinya –si asam sutil-, keumamah juga biasanya dimasak dengan berbagai bumbu khas Indonesia, seperti cabe dan duo bawang. Rasanya jadi lebih kaya dan pastinya bikin selera makan bertambah.

Penasaran dengan makanan ini? Tenang aja. Sobat Pariwisata enggak perlu naik kapsul waktu dan balik lagi ke zaman penjajahan cuma buat nyicipin keumamah. Sampai sekarang, masih banyak masyarakat Aceh yang memasak keumamah.

Keumamah juga banyak dijual baik di toko offline maupun online. Pedagangnya enggak cuma ada di Aceh, tapi juga tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Sobat Pariwisata pun bisa memilih beragam varian, hanya ingin keumamah yang berupa ikan kayu saja, atau keumamah yang sudah dimasak dengan berbagai bumbu khas Aceh.

Ingin masak sendiri, juga bisa. Dengan bahan yang mudah didapatkan dan cara pembuatannya yang tidak sulit, Sobat Pariwisata bisa memasak keumamah di rumah. Kalo berhasil, jangan lupa share cerita keseruannya tersebut di kolom komentar di bawah ini, ya Sob! (Anita)

Pewarta: Anita Basudewi Simamora
Editor: M. Ridwan
COPYRIGHT © PI 2022

× Hubungi kami