Martabak Terbalik?

Martabak Aceh, Kudapan Lezat dari Serambi Mekah
Pariwisata Indonesia
foto: idntimes,com

Sobat Pariwisata, martabak (telor) telah menjadi panganan yang familiar bagi masyarakat Indonesia. Konon, kata martabak diambil dari kata maharajba atau kue maharaja di India. Selain dipercaya berasal dari India, martabak diyakini mendapatkan pengaruh dari budaya Arab.

Martabak terdiri dari dua jenis adoan yang berbeda, yaitu adonan tepung sebagai bahan pembungkus (kulit) serta adonan telur sebagai isi. Ada beberapa jenis martabak yang saat ini bisa kita nikmati, salah satunya adalah Martabak Aceh.

Pariwisata Indonesia
foto: sahabatufs,com

Martabak Aceh merupakan panganan khas dari provinsi paling barat Indonesia. Meskipun memiliki nama martabak, tapi Martabak Aceh memiliki beberapa perbedaan dari martabak biasa. Dari penampilan, Martabak Aceh lebih mirip telur dadar dari pada martabak. Hal ini disebabkan pembuatan hingga cara penyajian hidangan ini sedikit berbeda dengan martabak-martabak pada umumnya.

Keunikan Martabak Aceh yang pertama adalah adonan tepung (bahan kulit) yang digunakan. Jika martabak biasa menggunakan tepung, minyak, dan garam, Martabak Aceh menggunakan mentega sebagai pengganti minyak. Hal ini membuat adonan tepung Martabak Aceh lebih kenyal. Selain itu, adonan tepung ini dibuat agak tebal, tidak tipis seperti martabak lain.

Pariwisata Indonesia
foto: beritagar,id

Keunikan kedua, peletakan adonan tepung. Jika martabak lain menjadikan adonan tepung sebagai pembungkus atau kulit, Martabak Aceh justru meletakkan adonan tersebut di bagian dalam. Sementara kulit pembungkus yang digunakan berasal dari adonan telur. Hal ini berkebalikan dengan martabak yang lain. Selain unik, perbedaan ini menghadirkan cita rasa yang berbeda, rasa gurih dari adonan telur di luar dan kekenyalan adonan tepung di dalam.

Adonan telur yang digunakan pun memiliki keunikan lain. Selain daging sapi cincang, telur, dan daun bawang, Martabak Aceh diberi variasi berupa penambahan udang kecil, daging ayam, lada, seledri, serta bawang Bombay. Hal ini membuat rasa Martabak Aceh lebih gurih. Ditambah dengan pelengkap acar bawang merah atau kuah kari yang kental.

Jika ingin merasakan cita rasa martabak yang berbeda, Sobat Pariwisata bisa menjajal kenikmatan Martabak Aceh ini. Di Aceh, kudapan ini sangat mudah ditemukan di warung martabak, warung kopi, warung makan, hingga pedagang keliling.

Di kota-kota lain, hidangan ini kerap dijadikan salah satu menu di warung-warung tradisional Aceh, yang juga menawarkan menu lain seperti Mie Aceh, Nasi Goreng Aceh, dan sebagainya. Harga yang dipatok untuk satu porsi martabak ini beragam dan cukup terjangkau, mulai dari 10.000 rupiah.(Nita)