Banuartha Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua DPD Asita Bali Periode 2020-2025

PariwisataIndonesia
Ketua Umum DPP Asita, Dr N Rusmiati saat membuka Musdalub DPD Asita Bali / Foto: Antara

Denpasar, PariwisataIndonesia.ID – Akhirnya, I Komang Takuaki Banuartha terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Agen Tur dan Travel Indonesia (ASITA) atau Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies Bali untuk masa jabatan 2020-2025.

Selain dirinya terpilih sebagai Ketua DPD Asita Bali, Banuartha juga sosok yang dinobatkan di kepengurusan HIPMI Bali menjadi salah satu di antara nama yang duduk dalam Dewan Kehormatan.

Koresponden Media Pariwisata Indonesia di Bali, Nyoman Sarjana mewartakan bahwa lulusan Diploma Teknik Otomotif dari University of Tsukuba, Jepang, Jurusan Enginering and Electrical Car yang lahir di Denpasar, tanggal 9 April 1975 terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) ASITA Bali, Sabtu (14/11) kemarin.

PariwisataIndonesia
Hasil Musdalub Asita Bali, pada Sabtu, 14 November 2020 menetapkan secara aklamasi I Komang Takuaki Banuartha menjadi Ketua DPD Asita Bali untuk periode 2020-2025 / Foto: Ist

Menurut, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) ASITA, Dr. Nunung Rusmiati tugas berat yang diemban oleh Ketua DPD Asita Bali terpilih terbilang kompleks.

Mengingat pandemi COVID-19, berakibat sektor pariwisata di Pulau Dewata ikut terdampak, dan memerlukan penanganan serius dan ekstra cepat.

Untuk itu, Ketua DPP Asita menginstruksikan jajaran pengurus baru itu, mesti berperan aktif membantu pemerintah, seperti pemulihan pariwisata di Bali; membantu pelaku pariwisata di Bali yang terdampak COVID-19, wabilkhusus yang tergabung dalam anggota Asita Bali.

Termasuk, katanya, membangun kemitraan dengan semua stakeholder di Bali untuk bahu membahu dan saling menguatkan satu sama lain. Sehingga tercipta pemulihan roda ekonomi di Bali.

“Dengan terpilihnya Ketua DPD ASITA Bali yang baru dan jajarannya ini, bisa segera tancap gas dalam upayanya melakukan sosialisasi wisatawan mancanegara (wisman) berlibur ke Bali harus sesuai dengan yang dipersyarakatkan Pemerintah,” katanya, pasca penetapan hasil Musdalub DPD ASITA Bali terpilih Banuartha sebagai ketua, pada Sabtu (14/11).

“Sebagai ketua umum, memang sekarang ini, kondisi pariwisata tak cuma di Bali saja, di tingkat global cukup terpuruk dan memprihatinkan dampak pandemi COVID-19 ini. Namun, terpilihnya Ketua DPD Asita Bali menjadi secercah harapan kebangkitan pariwisatanya lekas pulih kembali,” tambahnya.

Nyoman Sarjana mewawancarai Ketua DPD ASITA Bali terpilih, kata Banuartha siap mengikuti seluruh arahan Ketua DPP Asita.

Diungkapkannya, ketangguhan sektor pariwisata Bali benar-benar sedang diuji. Untuk pariwisata Bali tetap mendunia diakuinya, di satu sisi sangat bergantung pada keputusan Pemerintah untuk membuka kembali penerbangan internasional ke pulau Bali.

Di sisi lain, dilema menekan penyebaran dan penularan COVID-19 lebih meluas, juga mesti dipikirkan dalam penanganannya.

Terkait hal tersebut, ia menekankan masyarakat Bali untuk disiplin patuhi Protokol Kesehatan (Prokes) sembari CHSE atau Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environmental Sustainability (lingkungan berkelanjutan) diterapkan di berbagai lokasi destinasi wisata.

Buat apa? Dijawab Banuartha, untuk menjamin bebas dari COVID-19. Sekaligus, menciptakan rasa nyaman dan aman bagi wisman saat berlibur ke Pulau Seribu Pura.

Dalam wawancara tersebut, tim media Pariwisata Indonesia berhasil mengulik beragam ide briliannya yang berpikir out of the box.

Namun, menyebut masih tetap didiskusikan secara mendalam dan seksama melalui urun rembuk di kepengurusannya itu, “tungga saja,” ujarnya.

“Untuk ide segudang di kepala saya ini, seperti menggelar sejumlah even bersekala internasional di Bali; menjalin kerja sama intens dengan semua kementerian agar menggelar rapat-rapatnya di Bali termasuk BUMN, tentunya harus Prokes ketat. Bali sebenarnya memiliki banyak potensi untuk itu,” paparnya.

“Selain Pemerintah, juga menjalin kemitraan dengan asosiasi lain di luar Asita seperti menggelar expo, ini hanya permisalan. Nantinya, expo itu, tidak sekedar fokus pada pariwisata. Tapi dituntut terjadi transaksi perdagangan, menghadirkan UMKM dan industri secara umum. Sehingga, ruang lingkupnya sangat luas,” ungkapnya, menambahkan.

Baca ke halaman berikutnya.. “