Begini Pandangan Ayu Astiti Saraswati Soroti Open Border Bali

Begini Pandangan Ayu Astiti Saraswati Soroti Open Border Bali, PariwisataIndonesia
Tangkapan layar pelaku pariwisata yang juga anggota Asita Bali Putu Ayu Astiti Saraswati saat menjadi narasumber dalam kegiatan webinar pada Sabtu (21/8/2021)

PariwisataIndonesia.ID – CEO Toya Yatra Tour and Travel, Putu Ayu Astiti Saraswati menyampaikan, pengembangan desa wisata dan wisata edukasi menjadi alternatif pilihan pariwisata di Bali di tengah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis level.

Baca juga :  Begini Pandangan Ayu Astiti Saraswati Soal Perempuan sebagai Agent of Change Pembangunan

Hal tersebut, disampaikan pelaku pariwisata yang juga aktif di Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali dan akrab disapa Ayu dalam webinar yang mengusung tema “Pariwisata dan Biro Perjalanan Wisata di Bali Pasca Pandemi” di Denpasar, pada Sabtu (21/8).

PariwisataIndonesia, Begini Pandangan Ayu Astiti Saraswati Soroti Open Border Bali
CEO Toya Devasya, Putu Ayu Astiti Saraswati, SE, M.Bus / Foto: Ist

Mengawali kesempatannya, Putri Sulung Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Bangli yang akrab disapa Ayu mengutarakan pandangannya, bahwa pandemi COVID-19 telah memberikan banyak pelajaran dan perubahan kebiasaan dalam berwisata.

“Setelah pandemi, tentu akan terjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari yakni perubahan,” katanya ketika menjadi narasumber dalam webinar tersebut. Saat ini, Ayu diketahui ikut meramaikan kursi Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali.

Baca juga :  GM Toya Devasya, Mantan Pejabat Birokrat Buktikan Janjinya Setelah Sukses Balik Kampung

Ayu Saraswati menambahkan, “wisatawan akan cenderung menghindari tempat keramaian dan memilih tempat-tempat wisata alam. Demikian juga akan lebih mengutamakan teknologi dan transaksi nirsentuh,” paparnya, saat ini Ayu ikut maju meramaikan kursi satu ASITA Bali.

Pernyataanya bak peribahasa “Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya”, yang mendapatkan gelar master dari jalur beasiswa di Monash University, Melboume, Australia untuk bidang keuangan dan perbankan dengan predikat ‘pujian’ (Cum Laude, red) atau “Predikat Terbaik”.

Lebih lanjut, Ayu juga menyoroti wacana ‘Open Border Bali’, katanya, saat sekarang Pemerintah belum mewacanakan hal itu dan masih mengejar pelaksanaan vaksinasi massal sebagaimana yang diimbau oleh Presiden Joko Widodo dan masyarakat diingatkan untuk ikut bersama-sama disiplin patuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

Baca ke halaman berikutnya, silakan klik!