GM Toya Devasya, Mantan Pejabat Birokrat Buktikan Janjinya Setelah Sukses Balik Kampung

“Ibu saya bernama Ni Nyoman Renga. Hari ini, usianya lebih dari seratus tahun. Selagi muda, sempat menjadi pedagang sayuran. Setiap harinya, bolak balik Bangli-Denpasar jajakan barang dagangan di pagi buta hingga siang hari dan tak paham baca tulis. Sementara, ayah saya sudah almarhum, profesinya hanya seorang petani. Bahkan ketika itu, saya sekolah harus berjalan kaki sejauh 7 kilometer,” kata Dr. I Ketut Mardjana, saat diwawancarai tim dari Media Pariwisata Indonesia. Nyoman Sarjana Kontributor Bali mewartakan dari Kintamani, selamat membaca!
umi kalsum founder dan ceo media pvk group umi kalsum,CEO TOYA DEVASYA PUTU ASTITI SARASWATI SE. M.BUS,GM TOYA DEVASYA DR. I KETUT MARDJANA,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,TOYA DEVASYA,website resmi pariwisata indonesia,bali
GM Toya Devasya, Dr. I Ketut Mardjana / Foto: Dok.PariwisataIndonesia.id-Nyoman.S

PariwisataIndonesia.idGM Toya Devasya, Dr. I Ketut Mardjana adalah pendiri sebuah destinasi wisata terpadu seluas hampir tiga hektar dengan menghadirkan fasilitas lengkap dan telah ngehits sampai ke mancanegara yang terletak di tengah-tengah kawah Gunung Batur lama.

Bahkan, di sebelahnya ada danau indah dikelilingi gunung dan areanya tersebut menyatu menjadi satu kesatuan dengan kawasan Geopark di Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Menilik kata ‘Geopark’ dikarenakan menghampar deretan tempat-tempat yang eksotik nan elok yang belum banyak oleh Pemerintah Pusat untuk dioptimalkan.

Padahal, potensi pariwisatanya luar biasa. Hal tersebut, sesungguhnya menjadi warisan geologi bernilai internasional, dimana warisan ini bisa digunakan sebagai modal pembangunan masyarakat setempat dan menyerap tenaga kerja lokal secara berkelanjutan berbasis konservasi edukasi, kearifan lokal, budaya, destinasi alam dan ekonomi kreatif.

Salah satu di antaranya, yakni Bali Mula atau Bali Aga di Desa Tenganan (lokasi persisnya, berada tak jauh dari Toya Devasya, red). Terdapat pula, Desa Trunyan atau bergeser sedikit ke pesisir Timur Danau Batur.

Nama desa itu diidentikkan dengan pohon Taru Menyan dan pohon ini cukup populer! Sebab, mengeluarkan harum yang khas. Menariknya, bila mayat-mayat yang notabene tidak dibakar walau dibiarkan begitu saja atau diletakkan dekat pohon Taru Menyan. Maka, jasadnya sama sekali tidak menimbulkan bau.

Sudah tahu, belum? Menguak sejarah desanya, dari tempat inilah asal usul penduduk asli Bali berasal!

Selanjutnya, berkunjung ke Desa Trunyan jangan terkaget-kaget jika menyaksikan ritual dan kepercayaan penduduk setempat yang masih mengedepankan tradisi leluhur, kental spiritualitas.

Di desa ini, identitas budaya masyarakatnya tersebut masih berlangsung sampai sekarang, loh!

Inilah yang menjadi kekuatan objek wisata Toya Devasya, One Stop Tourism.

Baca ke halaman berikutnya. Silakan, klik!