Jos Darmawan, Punya Ratusan Mobil Zaman Doeloe

Pariwisata Indonesia, Plymouth 1947

pariwisataindonesia.id pada Senin (01/06), berkesempatan melakukan wawancara tertulis kepada pria kelahiran tahun 1958, yang merupakan owner Kebon Vintage Cars di Bali. Ia bernama Jos Darmawan adalah orang yang tampil bersahaja, ceplas ceplos. Gemar bercelana pendek. Ia merupakan pemilik ratusan mobil-mobil tua. Redaksi merasa penting untuk lakukan wawancara, karena postingan di instagram di fotonya, menggelitik rasa ingin tahu, tulis di caption, “Good morning sahabat, have a nice monday, selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila. MERDEKA !!!๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ,” kata Jos Darmawan dalam unggahan di instagram sambut hari lahir Pancasila.

View this post on Instagram

Kebon Vintage Cars ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

A post shared by Jos Dharmawan (@dharmawanjos) on

Saat ditanyakan maksud dari pesan dalam caption, “Hahahaha cuma say hello buat teman-teman, dan mengingatkan kita harus pasang bendera hari ini untuk peringati hari kesaktian pancasila๐Ÿ˜,” jawabnya.

Ia mengatakan, mengoleksi mobil-mobil tua mimpinya sejak kecil. Dan masa kecilnya memang senang mobil-mobilan. Nah, saat bekerja baru memulai cari-cari mobil kuno. Setelah dirasa cukup uang yang selama ini ditabung, ‘Om Jos, baru memberanikan diri mewujudkan mimpinya. Miliki mobil-mobil tua, penuh penderitaan dan keprihatinan. Susah payah ia jalani, demi mimpinya untuk punya mobil-mobil antik.

Foto: Garasi Indoor koleksi mobil-mobil kuno Jos Darmawan

Kebanyakan, mobil yang dimiliki, merupakan mobil yang semula tidak layak jalan. Itulah, ia pontang panting dengan dana terbatas. Uang spare part disitu, restore body dan mesin ya itu itu juga uangnya. Membangun ulang mobil kuno dari kondisi bangkai merupakan hobi yang punya tantangan tersendiri. ‘Om Jos, tidak suka cuma dikasih ke montir terus terima beres. Murah dan mahal itu relatif, tapi secara umum, zaman itu, masih murahlah. Kumpulan mobil-mobil kuno yang jadi miliknya, harga masih terjangkau. Dan pecinta mobil tua tidak sebanyak sekarang. Dalam mengoleksi semua mobil, mengalir aja.

View this post on Instagram

Kebon Vintage Cars๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

A post shared by Jos Dharmawan (@dharmawanjos) on

Mengumpulkan nggak langsung segabrek, semua bertahap. Satu, satu lagi…. hingga sekarang. Untuk cek kondisi unit, terkadang, ia terpaksa terjun sendiri, terbang hingga ke Parung, di Bogor. Mobil-mobil tua ini, legendaris di zamannya, karena bentuk mobil tidak pernah membosankan. Tiap kendaraan, punya karakter dan keistimewaan masing-masing. Sudah pasti memikat hati, mobil legendaris memang eksotis. Mobil-mobil kuno koleksi ‘Om Jos tidak untuk dijual. Kadang kalau ada yang double model dan pas kecocokan hobby, sesama kolektor saling tukar tambah dan jual. Karena rasa nggak enak, ada pengusaha tajir. Padahal, itu bener-bener mobil favorit. Demi persahabatan dan pertemanan lama, akhirnya lepas. “Bagaimana? Nggak dikasih, teman baik!” Tulisnya. Pesan ‘Om Jos, kalau sudah bosan, mobilnya langsung bawa aja kesini. Jangan diberikan ke orang lain. Sampai sekarang, mobilnya masih dimiliki pengusaha itu.

Kebahagiaan punya mobil kuno sensasinya luar biasa. Kesenangan tiap orang kan berbeda, orang boleh aja sama rambut tapi soal hobby belum tentu semua sama. ‘Om Jos, mencintai dan maniak mengoleksi mobil-mobil kuno. Ia bisa dibilang kolektor yang konsisten untuk melestarikan mobil-mobil kuno. Alasan dia sedernana, “Supaya tidak punah mobil-mobil ini,” kata ‘Om Jos.

Berbagai merk mobil kuno tersimpan dan terawat secara baik disini. Lokasinya ada di tiga tempat. Garasi indoor dan outdoor serta satu tempat khusus, sengaja untuk display. Sekaligus ruang display jadi ikon resto disini, yang ia bangun melekat jadi satu. Resto dan garasi untuk koleksi mobil-mobil tua, mirip wisata keren, berkonsep museum mobil kuno yang kekinian. Buat pengunjung yang suka banget berswafoto, disini banyak looh, spot-spot foto yang cakep-cakep. Kamu serasa kembali dan berada di zaman dulu.

Tempat display ini secara khusus agar perawatan body, cat danย  interior bisa serius di urus dengan baik. Bila ada undangan untuk acara-acara khusus, diminta untuk dipamerkan, biasanya meramaikan komunitas mobil-mobil kuno di Indonesia. Kendaraan mudah, langsung bisa ‘cau. Bisa diberangkatkan segera. ‘Om Jos tergabung dalam komunitas mobil kuno di Indonesia (PPMKI/Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia).

View this post on Instagram

Kebon Vintage Cafe & Resto ๐Ÿ˜

A post shared by Jos Dharmawan (@dharmawanjos) on

Mendapatkan mobil-mobil kuno, nggak mudah saat ini. Sekarang jadi susah cari nya karena mobil banyak yang sudah tidak beredar lagi, dan peminat mobil kuno makin terus bertambah. Dalam wawancara ini, Ia menyebutkan, contohnya mobil ini, mobil plymouth tahun 1947 dari GM motor usa, mobil teramat berarti buat ‘Om Jos. Mengapa? Karena mobil dalam foto di instagram, mobil di dapat langsung dari tangan pertama. Dan pernah digunakan Ibu Fatmawati (Ibu Negara).

Foto: Mobil Faplymouth tahun 1947, pernah digunakan Ibu Fatmawati (Ibu Negara)

Mobil Istri Presiden Soekarno ini, anugrah yang tiada tara. Sekitar 15 tahun lalu, ‘Om Jos mendapatkannya di Denpasar. Kondisi mobil, tercerai berai. Body, apalagi mesin. Setelah dilakukan pemeriksaan, nomor mesin dan semua surat di Buku Pemilik Kendaraan Bermotor(BPKB), ternyata asli. Nomor mesin dan surat sama. Nah ini, untuk custom, merestore, dan kembali utuh seperti mobil semula. Bisa normal seperti zaman dulu lagi, bisa dipakai dengan tetap mempertahankan mesin asli. Dibutuhkan waktu 4 tahunan, baru kelar. Sekarang, mobil ini bisa dipakai ke jalan. Mobil Plymouth tahun 1947, adalah salah satu mobil favorit ‘Om Jos Darmawan.

Pria berusia 62 tahun yang sebentar lagi berulang tahun menyebutkan, di Kebon ini ada sekitar ratusaan unit mobil kuno mulai dari tahun 1908 sampai tahun 1970-an, dari berbagai macam merk seperti: Chevrolet, Plymouth, Ford, Chrisler, Cadillac, Morris, Mercedes, Pontiac, Morgan, Packard, Humber, Buick, Oldsmobile, Fiat. Dan mobil Jeep dari berbagai merk, semua ada disini dan menyatu dengan Cafe.

Apa pendapat ‘Om Jos, di tengah pandemi kebijakan New Normal dan Pariwisata Indonesia?

“Kebijakan New Normal, semoga berjalan lancar. Tidak ada yang bisa memberi jawaban pasti, mengingat pandemi covid19, vaksin belum di dapatkan. Dan penyebaran rantai virus ini, berbahaya. Semoga pandemi di Indonesia, bisa segera menurun. Mereka yang terdampak positip berangsur disembuhkan dan semua aman,” sebutnya.

Menambahkan, “Karena itu, selama beberapa bulan ini, saya konsen buat jadikan kebon vintage cars bali sebagai salah satu destinasi wisata alternatif. Berlibur kesini bisa melihat mobil-mobil jaman dulu, silahkan berswafoto. Ada edukasi dan mau bikin atau menghidupkan ekonomi konten lokal, lingkungan, juga moggo. Selama pandemi bisa sebagai penghibur karena bosan diam di rumah. Ayo, mari datang! Disini ada banyak mobil-mobil antik. Silahkan untuk lihat-lihat mobil kuno. Kita tidak bisa diam dan menyerah. Harus terus lawan pandemi ini. Jaga kesehatan dan kreatifitas harus jalan. Ekonomi harus jalan, walau tersendat-sendat. Pastikan patuhi dan ikuti protokol kesehatan, cek temp badan, sanitizer, pakai masker dan lakukan jaga jarak pasti dilakukan disini, tulisnya menutup wawancara dari Kebon Vintage Cars di Bali.

View this post on Instagram

Ayu P@ kebon vintage cars

A post shared by Jos Dharmawan (@dharmawanjos) on

Lokasi wisata ini bertempat di Jl Tegal Harum 13, Kertalangu Biaung, Denpasar Timur. Buat pecinta mobil-mobil kuno, penasaran ingin berswafoto mengenang momen indah di zaman dulu, silahkan ke alamat:

Kebon Vintage Cars di Bali, silahkan situs resminya di Klikย  >ย  Wisata Kebon Vintage Cars