Popy Widiarti Taubari atau Poppy Taubari (Foto: Istimewa)

Lirik Lagu Di Rantau, Poppy Taubari Hadirkan Album Kedua Hibur Pecinta Musik Melayu

Lirik Lagu Di Rantau

Semarak sekedar lidah
Namun hati tak pernah berdusta
Retak galah di perahu
Daun jatuh membela batu

Sulit tuk berbagi suka
Saat hati ku dilanda gunda
Kering pohonan berulam jantung
Dari akar sampai keujung

Reff
Sakit senang tanggunglah badan sedih pilu dada pun ditekan
Tunduk bercucuran air mata
Basah kering tidak dirasa

Cahya terang tertutup awan
Tujuh purnama mendung tak reda
Hendak mengadu tidak bertempat
Nasib badan dirantau orang

Bentang payung kutiup serunai
Kulangkah kaki menghibur diri
Kalau untung kembali pulang
Kalau malang hilang dirantau

Reff
Sakit senang tanggunglah badan sedih pilu dada pun ditekan
Tunduk bercucuran air mata
Basah kering tidak dirasa

Cahya terang tertutup awan
Tujuh purnama mendung tak reda
Hendak mengadu tidak bertempat
Nasib badan dirantau orang

Album Poppy Taubari, banjir respons positif dari netizen. Berikut di antara komentarnya, Winda Siswara Taubari, “Melayunya kental bangeeet.

Lalu, “Kebangkitan musik Melayu Indonesia. Sukses buat mba Poppy,” ujar Alta Syarief.

Lain lagi komen netizen satu ini, Robi Andika mengatakan salut dan ikut mendoakan album tersebut, ”keren, semoga banyak yang suka,” katanya.

Sementara, Atik Kurnita, “Asli menyayat hati banget, rasanya dengar lagu Poppy di rantau orang… sampai teteskan air mata. Tidak terasa… Mantap,” sebut netizen.

Kemudian, baik Romsky selaku pencipta lagu. Maupun Poppy Taubari, sang pelantun di album ‘Di Rantau’. Mereka berasal dari salah satu kota yang pernah meraih anugerah PVK Award.

Salah satu penghargaan PVK Award, yaitu menetapkan “Jembatan Ampera” merupakan ikon kota Palembang sebagai destinasi wisata terfavorit di Indonesia tahun 2020 berdasarkan versi pembaca di jaringan media online pariwisata di bawah naungan Media PVK Group.

Menutup wawancaranya, dia tidak menampik. Ada saatnya kita menangis karena rindu. Terlebih lagi, hari raya Idul Adha 2021/1442 H, 20 Juli nanti.

Sedih, tak bisa langsung tatap wajah ibu dan ayah sampaikan ‘kangen’.

Rasa itu, sudah barang tentu sulit dilukiskan. Mengganjal dan terbungkam, sembunyikan sesuatu. Lebaran kali ini, mungkin, kembali tak pulang kampung.

Dari Poppy, Srikandi Palembang yang memiliki suara merdu. Lagu dan musiknya, Melayu banget, bukan? Silakan komen di bawah ini, Sob!