Lirik Lagu Di Rantau, Poppy Taubari Hadirkan Album Kedua Hibur Pecinta Musik Melayu

Popy Widiarti Taubari atau Poppy Taubari (Foto: Istimewa)

PariwisataIndonesia.id – Redaksi Pariwisata Indonesia mewawancarai wanita mandiri dan berkarya melalui genre musik melayu bernama lengkap Popy Widiarti Taubari dan publik mengenalnya Poppy Taubari atau akrab disapa, “panggil Poppy saja,” ujarnya kepada Redaksi Pariwisata Indonesia, Jumat (2/7).

Poppy bersama rekan-rekannya turut mendukung program pemerintah terkait kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Darurat (PPKM Darurat) yang berlaku mulai besok, 3-20 Juli nanti.

Lewat kiprahnya tersebut, maka blantika musik tanah air kembali menambah satu koleksi baru dari lagu melayu berjudul ‘Di Rantau’. Telah tayang perdana, 30 Juni lalu.

Mereka memahami pandemi COVID-19 bebal tak berkesudahan dan belum tahu kapan berakhir. Bak peribahasa ‘diikat tali sehasa’, makna petitih tersebut seperti menggambarkan kondisi dengan situasi serba terbatas.

Untuk hal tersebut, lewat album keduanya, Poppy ingin menguatkan sesama buat yang saat ini sendiri berada di perantauan, baik karena kerja atau menuntut ilmu.

Saat jauh dari keluarga dan teringat kampung halaman, “terus semangat, ya,” sambungnya.

Belajar hidup mandiri dan lebih dewasa memang tidak mudah, “Ujian dan masalah pun mungkin akan terus datang silih berganti,” kata Poppy menambahkan.

Selain itu, Poppy mengutarakan perasaan sedih dan nasionalismenya pun terpanggil. Khawatir, tergerus zaman, lalu musik melayu mulai ditinggalkan anak muda.

“Kita memaklumi, bila ada anggapan album ‘Di Rantau’ disebut ‘jadul’ (zaman dulu),” pungkasnya.

Melihat kerja keras dan gigihnya perjuangan tersebut, Kanamusik Records sebagai label yang menaungi cita-cita mulia biduanita menjelang usia 28 tahun meriliskin album itu sebagai misi perusahaan untuk juga tak mau kalah dalam barisan menjaga warisan budaya.

Pihak label melihat Poppy Taubari tidak sekedar bisnis semata, karena produser sekaligus sound engineer Kana Musik Records, Ismael Arafat gerakan ini patut didukung.

Pasalnya, di era globalisasi ini demikian kompleks mewarnai kebudayaan kita. Oleh karenanya, Ismael meyakini ini harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat agar nilai-nilai luhur kebangsaan tidak menjadi luntur.

“Kalau tidak bergerak dari sekarang terus kapan lagi,” sebut Poppy.

Baca juga :  Poppy Taubari: Semua Pihak Di Tengah Pandemi COVID-19 untuk Tetap Bersabar

Putri bungsu dari pasangan Taubari (alm) dan Rukiah Ermawati, menambahkan, ingin mengembangkan bakat seraya melestarikan lagu-lagu melayu Indonesia.

“Mudah-mudahan lagu ini dapat mewakili perasaan para perantau dalam suasana pandemi Covid 19. Mengingat, banyak sekali para perantau berada pada kondisi seperti yang tercurah dalam lirik lagu,” terang Poppy.

Penasaran dengan ucapan Popy Widiarti Taubari, Redaksi Pariwisata Indonesia mengulik seperti apa sih lagunya itu, karena publik pecinta lagu melayu ramai menyoroti.

Dalam tayangan resmi disiarkan melalui YouTube Kana Musik, lagu Poppy sudah ditonton sebanyak 1.461 kali. Berikut lirik lagunya.

Semarak sekedar lidah
Namun hati tak pernah berdusta
Retak galah di perahu
Daun jatuh membela batu

Sulit tuk berbagi suka
Saat hati ku dilanda gunda
Kering pohonan berulam jantung
Dari akar sampai keujung

Reff
Sakit senang tanggunglah badan sedih pilu dada pun ditekan
Tunduk bercucuran air mata
Basah kering tidak dirasa

Cahya terang tertutup awan
Tujuh purnama mendung tak reda
Hendak mengadu tidak bertempat
Nasib badan dirantau orang

Bentang payung kutiup serunai
Kulangkah kaki menghibur diri
Kalau untung kembali pulang
Kalau malang hilang dirantau

Reff
Sakit senang tanggunglah badan sedih pilu dada pun ditekan
Tunduk bercucuran air mata
Basah kering tidak dirasa

Cahya terang tertutup awan
Tujuh purnama mendung tak reda
Hendak mengadu tidak bertempat
Nasib badan dirantau orang

Album Poppy Taubari, banjir respons positif dari netizen. Berikut komentarnya. Winda Siswara Taubari, “Melayunya kental bangeeet. Lalu, “Kebangkitan musik Melayu Indonesia. Sukses buat mba Poppy,” ujar Alta Syarief.

Lain lagi komen netizen satu ini, Robi Andika mengatakan salut dan ikut mendoakan album tersebut, ”keren, semoga banyak yang suka,” katanya.

Sementara, Atik Kurnita, “Asli menyayat hati banget, rasanya dengar lagu Poppy di rantau orang… sampai teteskan air mata. Tidak terasa… Mantap,” pungkas netizen.

Kemudian, baik Romsky selaku pencipta lagu. Maupun Poppy Taubari, sang vokalis di album ‘Di Rantau’. Mereka berasal dari salah satu kota yang pernah meraih anugerah PVK Award.

Salah satu penghargaan PVK Award, yaitu menetapkan ‘Jembatan Ampera’ merupakan ikon kota Palembang sebagai destinasi wisata terfavorit di Indonesia tahun 2020 berdasarkan versi pembaca Media PVK Group.

Menutup wawancaranya, dia tidak menampik. Ada saatnya kita menangis karena rindu. Terlebih lagi, hari raya Idul Adha 2021/1442 H, 20 Juli nanti.

Sedih, tak bisa langsung tatap wajah ibu dan ayah sampaikan ‘kangen’. Rasa itu, sulit dilukiskan. Mengganjal dan terbungkam, sembunyikan sesuatu. Lebaran kali ini, mungkin, kembali tak pulang kampung.

Silakan komen di bawah ini, Sob! Dari Poppy, pelantun lagu ‘Di Rantau’. Lagu dan musiknya, Melayu banget, bukan?