Presiden Jokowi Dinobatkan ‘Bapak Bhinneka Tunggal Ika’

Presiden Jokowi Dinobatkan ‘Bapak Bhinneka Tunggal Ika’

Media PVK Group Menobatkan sebagai Bapak Pariwisata Indonesia

Pimpinan dan segenap dewan redaksi www.pariwisataindonesia.id dibawah naungan Media PVK Group memberikan anugrah dan perhatian khusus kepada Presiden Joko Widodo bergelar Bapak Bhinneka Tunggal Ika dan Bapak Pariwisata Indonesia.

Presiden Jokowi, Pariwisata Indonesia

Sumber Foto : Tribunnews.com

Kepantasan ini terbukti dari postingan di laman media sosial, akun resmi instagram Presiden Jokowi. Serta pemberitaan Nasional dan Internasional, memberitakan Presiden Indonesia mengenakan pakaian adat dalam acara-acara kenegaraan.

“Presiden Jokowi, layak dinobatkan dan mendapatkan gelar Bapak Bhinneka Tunggal Ika dan Bapak Pariwisata Indonesia,” sebut Umi Kalsum selaku Pemilik Utama dan CEO Media PVK Group.

Dalam rapat redaksi yang digelar pada hari Minggu (7/6), CEO Media PVK Group memberikan pandangan soal kesiapan dalam penerapan menuju New Normal.  Hadir dalam rapat, semua pimpinan umum dan pimpinan redaksi dari situs online www.pariwisataindonesia.id, www.trippers.id, www.indonesiatraveler.id serta Radio-Tv Streaming Pariwisata Indonesia.

Dalam hasil rapat ini diminta, Media PVK Group harus memberikan wadah dan tempat bagi usaha mikro kecil dan menengah(UMKM). Dan mempromosikan destinasi wisata di 34 provinsi untuk memajukan Pariwisata Indonesia Mendunia. Termasuk memberikan dukungan kepada Industri Pariwisata yang terdampak akibat pandemik Covid-19.

Diharapkan pada divisi marcom dan divisi partnership, segera bekerjasama dan melibatkan diri ke institusi pemerintah yang terkait. Termasuk sektor-sektor swastanya. Media PVK Group berfokus pada Pariwisata di Indonesia dan Internasional. Konten dan ulasan disesuaikan dengan segmentasi pembaca.

Sudah barang tentu, media ini harus jadi cerminan dari keragaman budaya, adat istiadat dan kaya dengan kuliner, lagu dan tarian tradisonal serta ikon lainnya di tiap provinsi. Indonesia sangat kaya dan alamnya memesona. Media PVK Group mendorong agar wisatawan asing dan lokal mau berlibur ke tempat-tempat yang direkomendasi.

“Persiapan untuk menobatkan gelar Bapak Bhinneka Tunggal Ika dan Bapak Pariwisata Indonesia, Media PVK Group agar membentuk tim kecil. Dan menyerahkan secara simbolis kepada Presiden Joko Widodo,” tutup Umi Kalsum, Pemilik Utama dan CEO Media PVK Group.

Terima kasih Bapak Bhinneka Tunggal Ika dan Bapak Pariwisata Indonesia. Baju adat dan kebudayaan Indonesia makin dikenal mendunia. Bangga dong, provinsi kamu terpilih. Yuuk, lihat foto-foto Presiden Joko Widodo dalam pakaian adat dan kebudayaan khas Indonesia.

Caption di foto, bikin haru tampak penampilan Presiden Jokowi tidak bisa lepas dari pantuan dan di supervisi Ibu Iriana Joko Widodo, Ibu Negara Indonesia, “Tak ada kaca untuk bercermin, untunglah di sisi saya ada sang istri yang membantu mengaitkan kancing yang terlepas,” tulis Presiden Indonesia ketujuh dan Presiden Petahana menjalani periode keduanya.

View this post on Instagram

Selamat, Kolonel!

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

View this post on Instagram

Cilukbaaa …

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

View this post on Instagram

Pancasila dirumuskan pada 74 tahun yang lalu, dan kita memperingati hari lahirnya setiap tahun. Untuk apa? Peringatan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni kita manfaatkan untuk meneguhkan komitmen kita untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, saling toleran, hidup rukun, gotong royong, serta melawan paham-paham anti-Pancasila dan bahaya terorisme serta separatisme yang bisa mengancam persatuan kita. Dengan berpedoman pada Pancasila sebagai ideologi negara, Indonesia sejak awal berdirinya telah terbukti mampu untuk menghadapi masa-masa sulit dan tantangan yang ada, yang justru membuat bangsa Indonesia semakin kokoh bersatu dan semakin dewasa. Apalagi ke depan, tantangan internasional semakin berat, keterbukaan dan persaingan semakin tinggi, perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi juga menjadi tantangan berat. Di saat yang sama, segenap komponen bangsa juga harus bahu-membahu menyelesaikan tantangan dan permasalahan dari dalam negeri seperti ketimpangan dan kemiskinan. Terhadap segala tantangan itu, bangsa kita harus tetap optimistis seraya melakukan perubahan.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

View this post on Instagram

Meriah, ceria, tapi khidmat. Begitulah suasana Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pagi ini di pelataran Istana Merdeka, di seberang Monumen Nasional, Jakarta. Hampir sepuluh ribu kursi untuk undangan disediakan, 65 persen di antaranya untuk tamu dari kalangan masyarakat umum. Di luar kompleks istana, juga terlihat banyak warga yang menyaksikan jalannya upacara melalui layar lebar yang disiapkan. Prosesi peringatan bertema "Kerja Kita Prestasi Bangsa" ini diawali kirab Bendera Negara Sang Merah Putih dan teks asli naskah proklamasi dari Monumen Nasional menuju Istana Merdeka, dentuman meriam sebanyak 17 kali, lalu upacara pengibaran bendera oleh Paskibraka. Di akhir prosesi, ada atraksi flypast pesawat tempur TNI dan persembahan lagu-lagu oleh paduan suara dan orkestra Gita Bahana Nusantara.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

View this post on Instagram

Kejayaan minyak dan kayu sudah selesai. Kejayaan komoditas sumber daya alam juga sudah hampir selesai. Untuk ke depan, percayalah, kita harus membangun pondasi sumber daya manusia yang berkualitas, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan kualitas SDM itu harus dibangun, sejak di dalam kandungan. Oleh sebab itu, tidak boleh ada lagi yang namanya stunting pada anak. Kesehatan ibu dan anak menjadi kunci, terutama pada usia emas, sampai tujuh atau delapan tahun. Lalu, kita tingkatkan kualitas pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Bukan hanya untuk membuat generasi muda menjadi pintar dan mampu berkarya, tetapi juga jangan lupa, mencetak generasi Pancasilais, yang toleran, yang kokoh bergotong royong.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

View this post on Instagram

1.550 peserta, tujuh cabang lomba, dan 23 golongan lomba. Begitulah gambaran Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-27 tahun 2018 yang saya buka semalam di Deli Serdang, Sumatera Utara. Selain itu, ada parade 1.000 hafizh, pawai ta’aruf, pameran, seminar seni budaya, konsultasi zakat, wakaf, dan pernikahan, membaca Alquran bagi milenial, dan lain-lain. MTQ yang begitu semarak. Alquran adalah petunjuk bagi manusia tentang yang hak dan yang batil, petunjuk untuk memperkokoh akhlakul karimah, membangun kehidupan yang beradab, dan mengandung ide-ide besar serta mulia dalam yang bisa diterapkan untuk kemaslahatan umat dan bangsa Indonesia. Karena itulah, MTQ bukan hanya sebuah acara rutin dan lomba menang-kalah dalam seni membaca Alquran, tapi MTQ sebagai suntikan energi bagi umat Islam di Indonesia untuk membumikan Alquran dalam dunia nyata, dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim. Alquran adalah sumber kesejukan, menjadi sumber mata air melimpahnya ukhuwah islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia).

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

View this post on Instagram

Di tengah upaya pemulihan Sulawesi Tengah dan Lombok yang baru dilanda bencana, kita tetap mempersiapkan dengan sungguh-sungguh penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali yang berlangsung 8-14 Oktober 2018 ini. Semula, kita perkirakan akan hadir sekitar 19.000 orang dari seluruh dunia. Tapi laporan yang saya terima menyebutkan, partisipan yang akan hadir sekitar 34.000 orang! Inilah Rapat Tahunan IMF-Bank Dunia terbesar sepanjang sejarah. Pertemuan akbar ini harus kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk membangun citra positif Indonesia. Beragam keunggulan yang dimiliki Indonesia, promosi investasi, dan tujuan wisata menarik, dapat ditunjukkan di ajang ini. Anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk penyelenggaraan acara ini sebagian besar untuk perbaikan dan menunjang infrastruktur di Bali selaku tuan rumah, dari memperluas apron di Bandara Bali, membuat terowongan di persimpangan yang ada di Bali sehingga tidak macet, dan lain-lain. Setelah acara ini, semua masih akan kita gunakan. Ini bukan sesuatu yang hilang.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Mengenakan busana batik dalam acara Internasional.

Langkah dan kebijakan Presiden Jokowi kerap tidak umum dan berbeda dari kebanyakan Presiden Indonesia sebelumnya. Lihat foto-foto Presiden Indonesia yang tampak tidak berjarak dengan masyarakat. Tentu merepotkan pengawalan ring satu. Bagi Jokowi menyatu dan hadir di tengah masyarakat adalah suatu keharusan dan rasa cintanya kepada Bangsa dan Negeri Indonesia. Luar biasa, Presiden ketujuh Indonesia.

Tampak balutan kekinian dan milenial. Kebudayaan dan Baju Adat serta Ikon Indonesia mendapatkan perhatian lebih dari Jokowi. Baru ada di Presiden Indonesia ketujuh ini, “Keren, Pak Presiden. Kita bangga kepada Bapak!”

View this post on Instagram

Bermotor dikawal @kaesangp …

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Presiden Jokowi Baju Adat Indonesia, Pariwisata Indonesia

Saat menghadiri Sidang Bersama DPD dan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. Dalam sidang tersebut, Jokowi mengenakan pakaian adat Sasak. Foto: REUTERS

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )