Wajar saja Pariwisata Indonesia kalah dengan Malaysia, Singapura atau Thailand.
Alasannya, dari tagline pariwisatanya sudah kurang menggigit. Saya malah puji tagline media anda, tapi lupakanlah.
Konteksnya, tentu itu soal lain. Namun, saya setuju jika media anda ini ingin menomor satukan keindahan di Indonesia. Saya bangga dan itu sangat bagus sekali.
Baca juga : Teuku Badruddin Syah Puji Kebijakan Presiden Jokowi dalam Makmurkan Rakyat Aceh
Seusai dibukanya Labuhan Bajo di Timur sebagai bagian dari destinasi pembangunan dan pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas (DSP). Itu disebut Caps Wisata.
Oleh karenanya, kita secepatnya harus beranjak ke pariwisata non konvensional, sebagai contoh, beberapa tahun lagi, percayalah event berskala internasional seperti MotoGP akan digelar di Mandalika, Lombok, NTB.

Gema itu saya sampaikan ke Emir Qatar. Dia itu siapa? Keluarga Kerajaan Al Thani! Akhirnya, mereka invest 500 juta US Dollar ke Labuhan Bajo. Sampai Syekh bingung, kok bisa ada pasir warnanya ‘pink’.
Untuk anda, ya wajar-wajar saja, karena wartawan pariwisata. Sudah pasti, bergeraknya di bidang pariwisata pula, tentu sudah ke sana. Tapi, seluruh dunia, apakah sudah tahu itu?
Saya hadir saat pertemuan Indonesia-Qatar bersama Duta Besar Indonesia, Qatar Basri M. Sidehabi yang juga anggota motor HDCI. Emir bilang begini ke yang hadir kala itu, “saya bingung dan baru tahu ada pasir berwarna pink. Allah sangat sayang kepada Indonesia. Negeri kamu seperti Surga, saya sampai iri,” kata Emir Qatar kepada Teuku Badruddin.
Sekali lagi, langkah kebijakan yang diambil oleh Presiden Jokowi dengan bergerak cepat untuk mendorong pariwisata Indonesia berkonsep, NON-CONVENTIONAL TOURISM sudah sangat benar!
Bersambung ke halaman berikutnya
Saya bilang lagi ke Emir, how much money do you give for Labuan Bajo?





































Leave a Reply