Apa pesan Anda sebelum wawancara ini disudahi?
Krisis ini bukan semata-mata jadi tanggung jawab negara. Ayo, ini berlaku untuk semua pihak. Mari bersama-sama hadir untuk memberikan yang terbaik buat bangsa kita, bergandengan-tangan, saling bahu membahu. Melengkapi satu sama lain.
Selama pandemi belum berlalu, infrastruktur diperbaiki, toiletnya diperbagus. Fasilitas untuk akses penunjang menjangkau destinasinya diperbagus. Apa yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, itu sudah benar.
Hadirnya proyek raksasa seperti Arun dulu itu, semoga bisa mengembalikan harga diri dan marwah orang Aceh. Sekarang rakyat Aceh boleh berbangga, dan ini menjadi harapan dari almarhum ayah saya, Allah sudah angkat doanya (doanya diijabah, red).
Kilang ini bukan buat memperkaya diri sendiri. Kalau cuma serendah itu, tidak mungkin menjual tambang batu bara dan nikel. Kelima tambang milik saya, sudah terjual untuk mengusahakan agar kilang minyak ini lekas berdiri.
Dulu saya dikenal sebagai pengusaha tambang dan kerap bergonta ganti Harley-Davidson. Tak jarang pula, harley yang dibeli sekedar untuk hadiah. Saya bermunajad kepada Allah untuk dicarikan bisnis yang lebih baik, itu saja.
Allah sudah menjawab doa saya. Dikasih dengan jalan yang begitu mudah. Syukur-Alhamdulillah, Barakallah. Semoga kelak, dapat menjadi amal serta pahala saya kelak.
Saya juga memohon doa dari rakyat Aceh untuk diberi kemudahan dalam mendapatkan hak pengelolaan Blok Migas Meulaboh dan Blok Migas Singkil. Kedua Blok Migas Offshore di Aceh ini tengah ditenderkan. Kelak, bisa disinergitas dengan kilang minyak yang lagi dibangun di bekas lahan ExxonMobil Oil Indonesia, KEK Arun.
Anda terkesan sederhana tapi terlihat poweristik. Maaf, jangan-jangan berasal dari keluarga yang paling berpengaruh di Aceh?
Pada dasarnya, saya tidak pernah menganggap diri ini menjadi orang hebat. Saya bukan siapa-siapa, hanya seseorang yang secara individu memikul amanah yang diberikan oleh Allah untuk berbuat demi kepentingan orang banyak.
Saya memiliki kekerabatan dengan tokoh-tokoh utama Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sekaligus sangat cinta NKRI dan Pendiri Lembaga Keluarga Besar Bangsawan Pasai. Adik-adik saya dan keluarga besar saya berjuang di jalur politik. Ada juga keluarga yang aktif di pemerintahan.
Kami sudah bergenerasi dan turun temurun. Selain itu, keluarga besar saya juga banyak menetap di luar negeri. Ada yang di Swedia, Malaysia dan tak sedikit pula yang hidupnya di Timur Tengah. Pernyataan saya ini bisa ditebak sendiri maksudnya, tak perlu panjang kali lebar lagi tafsirnya.
Saya mau bilang, bisnis itu harus punya etika. Dalam usaha, benar berbisnis itu untuk cari ‘cuan’ tapi ingat, uang bukan dijadikan sebagai Tuhan. Jadikanlah uang itu sebagai jalan menuju ke Tuhan. Sekarang ini, banyak orang salah kaprah, dan tidak menyalahkan mereka yang seperti itu. Tapi saya, lebih pilih untuk mengutamakan keberkahan.
Orang Islam itu harus kaya, jangan miskin. Karena satu Pintu Surga itu adalah dari jalur sedekah. Bagaimana mas akan bersedekah kalau tidak punya uang. Rasulullah SAW mengajarkan, tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah. Jika ada orang mengatakan, kau harus belajar agama dan jangan mencari dunia, that’s wrong!
Nabi Muhammad SAW kalau berdoa dan menengadahkan tangan meminta kepada Allah SWT lalu berdoa, jadikanlah gunung ini emas maka jadi emas. Nyatanya, Nabi Muhammad SAW tetap berdagang. Lalu, kita ini siapa? Apa lebih hebat dari Rasulullah. Nabi saja berniaga.
Memangnya Nabi tidak bisa memohon kepada Allah untuk gunung dijadikan emas. Seandainya Nabi kita mau, kunfayakun, maka seketika itu juga langsung terwujud.
Salah satu yang menolong di akhirat kita kelak, yakni masuk ‘Surga’ dari jalur pintu sedekah (amal jariyah, red). Saya ingin masuk dari pintu itu.
Ada lagi yang mau disampaikan?
Mewakili masyarakat Aceh mengucapkan rasa terima kasih yang luar biasa kepada semua pihak yang telah membuat Tanah Rencong, pulau terujung di Indonesia Barat bisa seperti sekarang.
Selanjutnya, saya mendukung sepenuhnya kebijakan Presiden Jokowi terkait infrastruktur, karena beliau benar-benar berpihak untuk rakyat, dan saat sekarang kita tengah berbenah untuk terus membangun Aceh.
Sebagai penutup, sudah tentu kepada Media PVK Grup karena turut membantu mengenalkan secara luas provinsi Aceh. Sekaligus memberikan wadah kepada saya untuk menyampaikan visi perusahaan yang bercita-cita ingin memakmurkan rakyat Aceh, thank you so much. (eh)





































Leave a Reply