5 Destinasi Wisata yang Jarang Orang Tau

Danau Kaco. Sumber Foto: Tribunnews.com

Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees!

Ada begitu banyak obyek wisata di Indonesia, tapi banyak juga yang belum diketahui orang. Namun, bukan berarti tempat-tempat tersebut gak layak kamu kunjungin ya Gaaees..

Bisa dibilang, tempat-tempat tersebut merupakan hidden paradise di Tanah Air kita tercinta ini. Kami ungkap ya kawasan wisata yang mungkin aza kamu sendiri juga belum tau..

Apa aja? Ini dia tempatnya Gaaees!

sumber foto : kompas.com

1.Danau Kaco, Cahaya Benderang di Malam Purnama

Kata “kaco” berarti kaca. Karena, air Danau Kaco berwarna biru bening ini bisa memantulkan cahaya bagaikan kaca. Makanya masyarakat sekitar banyak yang menyebutnya Danau Kaca. Tapi, pemandangannya kontras dengan panorama sekelilingnya, yang serba hijau dan cokelat. Danau ini juga dipadati oleh ribuan ikan semah Kerinci yang berenang bebas.

Soal kedalaman, belum ada yang tau berapa meter kedalamannya, tapi katanya sih dalem bangetzz Gaaees. Padahal, danaunya gak terlalu luas, hanya 30×30 meter aza. Danao Kaco juga nampak bercahaya di saat gelap, terutama saat bulan purnama muncul. Belum ada yang bisa meneliti mengapa danau itu bercahaya ketika gelap.

Buat kamu yang ingin berkunjung ke sini, kamu butuh tekad yang kuat, nih. Karena, belum tersedia jalan mulus untuk menuju ke sana. Jika kamu berangkat dari Kota Jambi, kamu harus menempuh 10 jam perjalanan. Buat kamu yang ingin berwisata ke Danau Kaco, kamu bisa transit ke Jambi dulu dengan menggunakan pesawat terbang.

sumber foto: balipost.com

2.Kemilau Teluk Kiluan

Sebenarnya, Teluk Kiluan bukanlah tempat wisata yang baru bagi pecinta traveling. Bahkan, bisa jadi tempat ini sudah jadi incaran para petualang untuk didatangi. Keindahan alamnya seperti masih perawan, lokasinya terpencil dan sepi, suasananya tentu masih asri dan tenang. Itulah sebabnya Teluk Kiluan menjadi lokasi favorit para pemancing. Bahkan di tempat ini, setiap tahunnya, ada lomba memancing yang diikuti para jagoan memancing. Asyik nih Gaaees..

Keindahan pantainya tentu gak lepas dari pasir putih, laut yang masih jernih dan terdapat lumba-lumba, juga ombak yang cukup kencang. Ada dua jenis lumba-lumba di Teluk Kiluan, yaitu lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba paruh panjang. Si hidung botol (Tursiops truncatus) cenderung pemalu dan berbadan besar.

Sedangkan Si paruh panjang (Stenella longirostris) berbadan lebih kecil, namun senang melompat. Jumlah lumba-lumba di sana mencapai ratusan ekor. Wajar kalau ada yang bilang bahwa koloni lumba-lumba di Teluk Kiluan adalah yang terbanyak di dunia. Kamu bisa melihat lumba-lumba dari dekat dengan menyewa perahi katir. Kalau beruntung, kamu juga bisa melihat ada penyu hijau di sana. Karena, hewan ini jarang naik ke permukaan laut.

Untuk menuju ke Teluk Kilauan yang berada di pesisir Lampung, tepatnya di Desa Kiluan Negeri, Kelumbayan, Tenggamus, Lampung Selatan, kamu harus menghabiskan waktu selama 12 jam berkendara dari Jakarta, atau 3-4 jam dari Kota Lampung. Untuk memudahkan hidup kamu, lebih baik berangkat ke Pulau Kiluan dari Lampung aja ya Gaaees..

sumber foto: jadiberita.com

3.Air Terjun Telun Berasap, Kabut Airnya Warna-warni

Kenapa air terjun ini dinamai “Telun Berasap”? Telun Berasap rupanya ditujukan penduduk pada kabut air yang menguap di sekitar air terjun. Kabut ini sendiri tercipta dari proses jatuhnya air dari ketinggian 50 meter. Keistimewaan Air Terjun Telun Berasap kian nampak saat bulir-bulir air yang beterbangan dan terkena cahaya matahari. Di antara kabut yang lembap, kamu akan melihat pertunjukan kemilau warna-warni pelangi, tanpa harus menunggu hujan turun.

Air Terjun Telun Berasap bisa kamu temukan di desa bernama sama, yaitu Desa Telun Berasap. Desa ini masuk wilayah kabupaten Kerinci. Lokasi air terjun ini cukup menantang, yakni berada di antara lebatnya pepohonan Taman Nasional Kerinci Seblat. Meski begitu, jalan menuju Air Terjun Telun Berasap bisa menyejukkan mata kamu.

Untuk menikmati pemandangan Air Terjun Telun Berasap dengan lebih maksimal, kamu bisa melakukannya dari ketinggian. Kamu bisa naik ke atas air terjun dan berdiri di salah satu bebatuan di sana. Jangan khawatir bakal tenggelam di sana. Dasar airnya sih gak dalem, namun kamu hanya perlu waspada dengan banyaknya batu.

Untuk sampai di Air Terjun Telun Berasap, kamu harus menghabiskan waktu selama 10 jam berkendara dari Jambi.

sumber foto: flickr.com

4.Desa Candirejo, Eksotisme Kampung Jawa

Konon, nama Desa Candirejo diambil dari kata Candighra. Perlahan-lahan, namanya berubah karena orang-orang terbiasa menyebutnya Candirga, lalu menjadi Candirja, dan akhirnya Candirejo. Dari segi arti, candi berarti batu dan rejo artinya subur. Dengan demikian, Candirejo adalah desa yang banyak bebatuannya, tapi tetap subur.

Lokasi Candirejo dekat dengan Borobudur, sekitar 2.5 hingga 3 kilometer. Desa ini berbatasan dengan Desa Pulutan, Kesongo, Rawa Pening, Jombor, dan masih banyak desa lainnya. Alamnya eksotis, indah, dan belum banyak pembangunan seperti di kota. Warganya ramah-ramah dan masih menjaga tradisi asli serta lingkungannya. Desa ini juga bisa dibilang sebagai “simbol Jawa.” Artinya, kamu dapat mempelajari sejarah Jawa di sini.

Soal makanan, Candirejo menyajikan makanan serba tradisional. Contohnya, gudeg dan pecel. Jika sudah pulang dari Candirejo, sempatkan pula membeli kenang-kenangan dari sana berupa kerajinan desa, seperti tikar, tas, hiasan dinding, tatakan gelas, lukisan, dan masih banyak lagi.

Bila kamu dari Yogyakarta, kamu bisa naik taksi atau bus dari Umbulharjo menuju Terminal Borobudur. Jaraknya sekitar 40 kilometeran.

sumber foto: indonesia.travel

5.Pantai Rambak, Indahnya Pasir Putih

Di pantai ini, kamu akan melihat keindahan hamparan pasir putih yang luas. Ditambah bebatuan raksasa yang menjulang tinggi yang cocok dijadikan spot berfoto di pagi hari. Sunrise di Pantai Rambak begitu memesona jika disaksikan dari tepi pantainya. Keindahan yang sempurna dari pantai, bebatuan,langit biru, dan lautnya yang hijau.

Di tepi pantainya terdapat rerumputan hijau dan ditumbuhi pohon ketapang yang mulai rindang, dan terdapat belasan shelter untuk berteduh serta terdapat juga tempat berjualan makanan dan minuman. Sehingga, kamu dapat berteduh dan bersantai di pantai untuk menikmati debur ombak yang bersahabat.

Lokasi Pantai Rambak gak jauh dari Kota Sungailiat yang berjarak kira-kira 34 kilometer dari Pangkalpinang. Untuk sampai ke Pantai Rambak, kamu cuma membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit bila menaiki mobil dari Sungailiat./e