Aih, pastinya tralala trilili, deh!
Untuk membuyarkan rasa penasaran Anda, mulailah dengan sekadar celup-celup kaki atau langsung jebar-jebur menikmati derasnya luncuran air sembari sesekali berendam atau berenang-renang di telaga kecil yang tenang berkedalaman satu meter.
Menurut cerita masyarakat, konon air terjun ini menjadi tempat para bidadari dari khayangan yang turun untuk mandi. Benar tidaknya cerita tersebut, tak usah dipusingkan.
Paling tidak, Anda bakal menyaksikan “bidadari” bumi di tempat wisata ini tengah asyik bercengkerama bersama pasangannya yang terlihat secara kasat mata, lantaran mereka itu sedang dimabuk cinta.
Para peneliti yang telah melakukan risetnya di tempat ini, berhasil menyimpulkan, kawasan hutan suaka margasatwa Tanjung Peropa hingga ke Air Terjun Moramo, diperkirakan memiliki kandungan marmernya bisa mencapai 860 milyar meter kubik. Wow!
Sementara, terkait struktur air terjunnya, merupakan sekumpulan batuan kesat dan tumpul sehingga relatif tak berbahaya.
Bila Anda mampu dan kuat, cobalah menaiki air terjun hingga puncak yang tingginya, disebut-sebut bisa mencapai 100 meter.
Sudah tentu, menjadi daya tarik tersendiri dan istimewanya lagi, air terjun ini “berundak” dengan lebih dari 7 buah undakan besar dan 60 undakan kecil yang mulai menapakinya dari jalur di tepian.
Namun, Anda tetap diminta agar keselamatan diri menjadi faktor utama, maka berhati-hatilah, sebab konturnya memang agak sulit didaki, malah sedikit licin.
Awas, jangan sampai Anda tergelicir!
Cukup sering di tempat wisata ini, Anda akan menjumpai pasangan muda-mudi, pecinta “trekking”, pemburu spot wisata instagramble, dan tak sedikit pula kalangan “emak-emak” yang membawa keluarganya berekreasi di sana itu.
Ada kalanya, kepergok anak muda yang “hedon”.
Jangan heran, bila mereka terlihat menggelar tikar sambil asyik menikmati bekal santapan. Pasalnya, tak ada warung, penjaja makanan di air terjun ini, kecuali di gerbang retribusi.
Menilik sejarahnya, tempat ini pertama kali ditemukan berkat jasa dari warga transmigran asal Jawa di tahun 1980, saat itu, dirinya masuk hutan untuk menjerat anoa.
Singkat cerita, dari perburuannya tersebut, ia menemukan air terjun ini.
Lihat postingan ini di Instagram
Namun, baru di tahun 1989, kawasan ini mulai ditata. Pembangunan diawali dari akses jalan, dan objek wisata air ini tahun 1990 secara resmi dibuka untuk umum.
Berlibur ke Air Terjun Moramo, Anda akan menemukan sensasi tersendiri yang tak ada duanya, cuma satu-satunya tempat ya di sini ini!
Tak heran, siapapun betah dan dibikin takjub karena pemandangannya yang eksotik, lagi pula wisata air di sini memang seru. Saking asyiknya bikin kita lupa segala-galanya.
Terlebih lagi buat basah-basahan, dan dengan menetapkan Air Terjun Moramo sebagai pilihan wisata air, itu sudah tepat sekali! Terutama saat cuaca sedang panas-panasnya.
Alhasil, objek wisata satu ini, setidaknya bisa sedikit mendinginkan atau menyejukkan tubuh Anda, loh!
Ingat, saat berada di objek wisata air bernuansa alam ini, Anda diminta untuk tetap disiplin dan taati Protokol Kesehatan sebagaimana yang diimbau oleh Pemerintah, yaaa..!
Lokasi Air Terjun Moramo, persisnya berada di kawasan Suaka Alam Suaka Margasatwa Tanjung Peropa di Desa Sumbersari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan luas keseluruhan suaka alam ini, mau tahu? Seluas 38.937 hektar.
Bagaimana, sudah siap ke Air Terjun Moramo saat weekend nanti, Sob?





































Leave a Reply