Perencanaan arah pembangunan kepariwisataan, pengembangan infrastruktur, pemanfaatan sumber daya alam kehutanan dan kemaritiman, serta pemetaan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) sejak saat ini hingga 25 tahun ke depan, tentu tak semudah membalikkan telapak tangan.
“Saya berharap dokumen ini dapat segera direalisasikan. Seluruh perangkat pusat dan daerah yang terkait agar bekerja dengan sungguh-sungguh. Realisasikan dengan passion dan mendetail. Konsep besar telah dikembangkan oleh konsultan, saatnya urusan detail dan implementasi menjadi tanggung jawab kita,” tuturnya, dikutip dari laman maritim.go.id., Selasa (29/3/2022).
Pasalnya, apabila dijalankan dengan baik, sambungnya, maka realisasi rencana induk ini akan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
“Yang dimulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan permintaan terhadap produk UKM/IKM/Artisan hingga potensi peningkatan usaha di bidang jasa pariwisata,” bebernya, juga dikutip dari siaran pers yang sama.
Menteri Suharso dalam kesempatan yang sama menyampaikan, penyusunan kedua RIDPN/ITMP telah sesuai dengan pendekatan perencanaan yang tematik, holistik, integratif dan spasial (THIS). Sehingga, percepatan pengembangan DPN Babel dan Likupang dapat dilaksanakan secara lebih terstruktur yang melibatkan dukungan lintas sektor baik publik, swasta dan masyarakat.
“Hasilnya diharapkan dapat mewujudkan DPN Manado-Likupang dan Bangka Belitung yang inklusif, berdaya saing dan mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan secara berkelanjutan,” kata Suharso.
Sejalan dengan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan, jika ITMP sudah ditetapkan menjadi Peraturan Presiden maka akan mudah merencanakan, mengelola, hingga akselerasi pelaksanaan pembangunan destinasi wisata yang berkelas.
Bersambung ke halaman berikutnya
“Setelah ITMP ini ditetapkan jadi Peraturan Presiden…








































Leave a Reply