Benoa Maritime Tourism Hub Perkuat Pariwisata Bali

Benoa Maritime Tourism Hub. Sumber Foto :Liputan6.com

Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees!

Pembangunan proyek Benoa Maritime Tourism Hub diharapkan dapat memperkuat pariwisata Bali.

Gubernur Bali, I Wayan Koster menggandeng para pemangku kepentingan atau stakeholders untuk membangun Benoa Maritime Tourism Hub.

“Kami menggandeng sejumlah pihak seperti Kemenparekraf, Kementerian BUMN, BKPM, Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Pelindo untuk membangun Benoa Maritime Tourism Hub,” kata Gubernur Bali, I Wayan Koster pada Rapat Koordinasi Rencana Pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub di Hotel Inaya Putri Bali belum lama ini.

Kondisi pariwisata Bali saat ini menghadapi berbagai tantangan maka untuk meminimalisasi dampak negatifnya, pengelolaan pariwisata Bali harus terus diperbaiki sehingga meningkat kualitasnya, salah satunya melalui pengelolaan infrastruktur sebagai pendukung utama.

“Daya tarik pariwisata Bali sangat kuat. Saat ini, sumbangan pariwisata terhadap PDB Bali mencapai 55 persen. Selain itu, Bali juga menjadi salah satu pintu utama masuknya wisman ke Indonesia sebanyak 39 persen. Maka, kita perlu mendukungnya dengan ketersediaan infrastruktur yang terbilang mendesak,” kata Wayan.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Kementerian BUMN dan Pelindo mendorong segera terwujudnya Benoa Maritime Tourism Hub. Hal pertama yang dilakukan adalah penataan fasilitas pelabuhan sehingga wisatawan yang datang menggunakan jalur laut pun merasa nyaman.

“Kami bekerja sama dengan Pelindo dalam mengatur tata ruang yang ada di pelabuhan dengan memisahkan lokasi pelabuhan sesuai kebutuhan dan membaginya menjadi lokasi kapal pesiar, lokasi peti kemas, terminal curah cair, dan lain-lain. Selain itu, fasilitas pelabuhan juga terus diperbaiki sehingga meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan,” kata Menteri BUMN, Erick Tohir.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan, langkah yang ditempuh Pemda Bali dalam membentuk Tourism Hub sangat tepat.

“Inilah saatnya kita meningkatkan daya tarik pariwisata di Bali melalui Benoa Maritime Tourism Hub. Selain itu, kita juga harus melakukan sejumlah strategi agar wisatawan yang datang menghabiskan waktu yang lebih lama sehingga dapat meningkatkan pendapatan devisa melalui pariwisata. Sekarang ini, pariwisata kita dorong baik secara kuantitas jumlah kunjungan dan perjalanan, maupun secara kualitas berupa jumlah pengeluaran yang dilakukan setiap wisatawan yang berkunjung,” ungkap Wishnutama dalam keterangan tertulis yang diterima PariwisataIndonesia.id.

Dia melanjutkan, pembangunan infrastuktur juga harus terus dilakukan di daerah yang memiliki potensi kedatangan wisatawan sehingga promosi yang dilakukan bisa berjalan optimal. Sebagai contoh, promosi pariwisata Thailand yang dilakukan melalui kuliner. Hal tersebut dinyatakan berhasil karena kuliner terbukti membawa pariwisata Thailand semakin populer di dunia.

Mengenai pembangunan Benoa Maritime Tourism Hub, Menparekraf berharap keberadaannya juga mendorong sektor ekonomi kreatif semakin berkembang di Bali.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, beserta Menteri BUMN, Erick Tohir, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan rombongan berkesempatan meninjau langsung lokasi Pelabuhan Benoa. Rombongan berkeliling dan menyaksikan langsung penataan dan pengelolaan fasilitas di Pelabuhan Benoa, Bali.