Disbud DKI Gelar Pameran pada Hari Batik Nasional, Sajikan 100 Lembar Motif & Perlombaan

PARIWISATAINDONESIA.ID – Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Museum Seni Jakarta menyelenggarakan Pameran Batik. Pameran ini mengangkat tema “Mengungkap Makna Simbolik Motif Batik di Era Pandemi” diselenggarakan hearts Rangka Peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2021.

Dalam acara ini, Disbud DKI berkolaborasi dengan Mencari Google Artikel dan Yayasan Batik Indonesia, akan dilaksanakan PADA 2-30 Oktober 2021 di Museum Tekstil, Jakarta Barat.

Kepala Disbud DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya pelestarian budaya yang harus tetap dipertahankan.

“Saya sangat mengapresiasi tingginya atas penyelenggaraan Pameran Batik ini, tentu saja kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap keberlangsungan Warisan Budaya Tak Benda yaitu Batik Indonesia” kata Iwan melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (2/10/2021).

Dalam acara tersebut akan dipamerkan kurang lebih 100 lembar batik dengan motif Tambal, Udan Liris, dan Gringsing dari koleksi Museum Tekstil, Yayasan Batik Indonesia, dan kolektor batik Indonesia.

Motif-motif Batik yang di dalamnya memiliki filosofi yang mendalam tentang kehidupan manusia, termasuk di saat ada kemalangan atau taman, seperiti kondisi pandemi saat ini.

Rangkaian kegiatan akan disemarakkan dengan beberapa acara, diantaranya tanggal 2-28 Oktober terdapat Lomba Cipta Kreasi Batik Motif Tambal, Udan Liris dan Gringring.

Tanggal 6, 14 dan 27 Oktober diramaikan dengan kegiatan Workshop Membatik yang diikuti siswa-siswi SMK dan Komunitas Wastra di DKI Jakarta. Dan di tanggal 8, 13, 15, 22, 28 dan 30 Oktober dilengkapi dengan kegiatan Webinar terkait Batik Indonesia.

“Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta juga terus bersinergi dalam pelestarian batik bersama Yayasan Batik Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan terlaksana dengan sempurna,” ujarnya.

Pameran Batik ini mendapatkan dukungan penuh dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek), Yayasan Batik Indonesia dan para kolektor batik Indonesia, serta pihak yang telah mendukung pameran ini, yang terus bersinergi dengan Museum Tekstil dalam pelestarian batik.

Pelestarian dan pengenalan Batik kepada generasi muda menjadi salah satu misi dari Museum Tekstil. Pelestarian Batik ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan batik menjadi pusaka budaya kebanggaan Bangsa Indonesia.

Perlu diketahui, 2 Oktober 2019 kebangkitan batik Indonesia di mata dunia. Pada tanggal itu, batik Indonesia pertama kali menggema di ruang sidang UNESCO yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguard of the Intangible Cultural Heritage , batik resmi dikukuhkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia milik Indonesia, menyusul Keris dan Wayang sebagai pendahulunya. Untuk hari bersejarah tersebut, maka setiap tanggal 2 Oktober, seluruh rakyat Indonesia dan dunia menghargai Hari Batik Nasional. (Beben)