Dubes LBBP RI untuk Republik Austria Temui Petrus Golose, Direktur Kerja Sama BNN Beri Penjelasan

PariwisataIndonesa.BeritaBNN
Dubes LBBP RI untuk Republik Austria, Dr. (iur). Damos Dumoli Agusman, SH., M.A., yang berkedudukan di Wina (Foto: Kanan) temui Kepala BNN RI Komjen Pol Dr. Petrus R. Golose M.M. (Foto: Kiri) - Sumber foto: Ist

PariwisataIndonesia.ID – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (dubes LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Austria, Dr. (iur). Damos Dumoli Agusman, SH., M.A., yang berkedudukan di Wina, merangkap Slovenia dan United Nations Office at Vienna (UNOV) terdiri atas United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), United Nations Commission on International Trade Law (UNCITRAL).

Dan wilayah kerja lainnya, juga meliputi United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), International Atomic Energy Agency (IAEA), Preparatory Commission for the Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization (CTBTO), OPEC Fund for International Development (OFID).

Termasuk pula, International AntiCorruption Academy (IACA) yang beberapa waktu lalu ia menyambangi kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (23/12) lalu.

Dalam kunjungannya tersebut diterima langsung dan disambut dengan hangat dan akrab oleh Kepala BNN RI, Komjen. Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, M.M., lalu mantan Kapolda Bali juga memberi ucapan selamat bertugas terkait penugasan Damos Dumoli Agusman sebagai dubes LBBP RI untuk Republik Austria, yang akan dimulainya pada Januari tahun 2022.

Di sisi lain, pertemuan itu erat hubungannya terkait penguatan program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba disingkat P4GN di Tanah Air.

Pasalnya, Organisasi PBB yang menangani kejahatan Narkoba yaitu United Nations Office on Drugs and Crime disingkat (UNODC) dengan komisi fungsionalnya yaitu Commission on Narcotics Drugs (CND) akan menjadi salah satu wilayah kerja dubes LBBP Damos.

Menurut Direktur Kerja Sama BNN RI, Drs. Achmad Djatmiko, M.A., narkoba merupakan barang haram dari segi hukum maupun agama, dan tindak pidana narkotika adalah salah satu kejahatan transnasional (transnational crime) alias kejahatan lintas batas negara.

Hal ini menyebabkan perkembangan kejahatan narkotika yang terjadi di negara-negara di dunia patut untuk diberantas secara tuntas. Sebab, mengancam keamanan dan keselamatan generasi bangsa. Untuk itu, pertemuan keduanya menjadi sangat penting dan dibutuhkan oleh pihak BNN RI.

Lebih lanjut, Achmad Djatmiko menerangkan, bahwa pertemuan CND yang dilakukan setiap tahun di Kantor PBB, Wina, memiliki peran sangat strategis terkait penguatan P4GN.

Sambungnya lagi, peran BNN RI (sebagai pihak yang mewakili Indonesia) selalu berpartisipasi aktif dalam memberikan intervensi, baik berbentuk masukan/draft resolusi. Maupun, kata Djatmiko, menjadikan pertemuan CND sebagai sarana tukar informasi antar negara dengan UNODC, INCB dan WHO.

Selain itu, Direktur Kerja Sama BNN RI juga mengungkapkan maksud lain dari pertemuan tersebut, yaitu memastikan kesiapan Indonesia menjadi anggota CND untuk periode 2024-2027, dan bertekad upaya BNN akan maksimal guna mendapatkan dukungan negara-negara/kota strategis, seperti New York, Jepang dan Wina.

Ditambahkannya, pertemuan itu dipastikannya tetap akan terus berlanjut. Ditegaskannya, ke depan akan membangun hubungan ini lebih intensif lagi. Mengingat, pendekatan terhadap negara-negara ECOSOC diakuinya memiliki relevansi yang sangat strategis terkait hal tersebut.

Di akhir penjelasannya, ia masih menyoroti pertemuan keduanya. Direktur Kerja Sama BNN RI, Achmad Djatmiko mengungkapkan bahwa pihak BNN RI selama ini telah menjalin kerja sama yang sangat baik dengan badan entitas PBB lainnya yang bermarkas di Wina, Austria. Menurutnya, hal itu disampaikan langsung Kepala BNN kepada dubes LBBP Damos. (Dini)