Gerakan Kebaikan IFS Didukung Presdir JNE! Shelter Indonesia Food Share Kedua di Depok Telah Berdiri, Begini Penjelasan Ko Amir

Pariwisata Indonesia
Shelter IFS kedua didukung korporasi PT. JNE yang berlokadi di Dapur Menoel, Depok, pada Jumat (24/12) - Foto: Ist

Depok, PariwisataIndonesia.ID – Setelah melakukan uji coba kolaborasi shelter soto mie di kawasan Dramaga, Bogor, Jawa Barat, gerakan “Berbagi Pangan Dunia (Gerbang Dunia)” yang menamakan dirinya “Indonesia Food Share (IFS)” semakin mantap untuk mengembangkan dan menghadirkan shelter lainnya di kota-kota terbesar di Indonesia.

Hal tersebut terungkap melalui keterangan tertulisnya yang menyampaikan gerakan solidaritas dan aksi kebaikan dengan spirit “merdeka dari kelaparan kembali melakukan peresmian (kick off), yakni shelter IFS terbarunya berlokasi di Dapur Menoel, Depok, pada Jumat, 24 Desember 2021.

Direktur Eksekutif IFS Nuruddin Siraj mengungkapkan bahwa shelter IFS berbeda dengan tempat makan gratis dan dideklarasikan di Jakarta, pada Senin, 17 Agustus 2020.

“Shelter IFS merupakan pengembangan berkesinambungan program kerja IFS, mulai dari emergency program di masa resesi pandemi sejak Gerakan Berbagi Pangan Dunia yang menaungi program IFS dideklarasikan pada 17 Agustus 2020, yang dengan intensif berbagi paket makanan di jalanan dan panti-panti asuhan,” ungkapnya, seperti dikutip dalam keterangannya, pada Jumat (24/12) kemarin sore.

Menurutnya, shelter IFS adalah tempat atau lokasi donasi yang dikelola oleh pelaku usaha mikro kecil sektor kuliner seperti warung soto mie, kedai ayam bakar, dan sejenis itu untuk menyalurkan paket makanan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan makanan di sekitarnya.

“Sedangkan bagi warga yang mampu secara finansial dapat berdonasi, berbelanja secara langsung ke shelter-shelter IFS untuk berbagi paket makanan,” sambungnya.

Dalam penjelasan lainnya, kata Nuruddin, IFS juga mengalirkan donasi dari para donatur kepada pelaku usaha mikro kecil di sektor kuliner untuk berbagi paket makanan.

“Insya Allah, shelter-shelter IFS ini akan ada di sejumlah daerah di Indonesia. Dan kita berbelanja makanan dari para UMKM. Selanjutnya, membagi-bagikan makanan kepada mereka yang kekurangan dan membutuhkan makanan. Di masa resesi seperti ini, bahaya yang paling rentan dialami warga miskin adalah kelaparan,” terang Direktur Eksekutif IFS Nuruddin Siraj.

Sementara itu, terkait acara peresmian atau kick off shelter IFS yang berada di Dapur Menoel, Pasar Segar, Kota Depok, Jawa Barat pada hari Jumat 24 Desember 2021 mendapat dukungan dari korporasi PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

Presiden Direktur (Presdir) JNE Mohamad Feriadi mengatakan, JNE sangat mendukung kegiatan sosial yang bermanfaat bagi warga masyarakat.

“Aksi filantropi berbagi paket makanan melalui shelter IFS ini menjadi bukti orang-orang Indonesia memang dermawan, baik hati, dan mulia. Dengan dukungan Bangsa Indonesia, IFS Terus Bergerak!,” komentar Presdir JNE.

Mengomentari hal itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Gerakan Berbagi Pangan Dunia Ko Amirullah berharap “Spirit Merdeka dari Kelaparan” yang telah dideklarasikan dalam program IFS akan terus menyebarluas menjadi “Dian Yang Tak Kunjung Padam” (ilustrasi yang dipetik oleh Ko Amirullah diambil dari judul sebuah novel karangan Sutan Takdir Alisjahbana yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1932, red).

“Bersama Bangsa Indonesia, IFS menjadi akselerator perekonomian. Dan di sisi lain, menjaga mereka yang hidupnya masih kekurangan untuk terhindar dari bahaya kelaparan,” kata Ko Amir.

Bersambung ke halaman berikutnya
Media Pariwisata Indonesia mewawancarai Kapten Sar, apa katanya … “

× Hubungi kami