Enggak Cuma Ada di Anime! Pulau Bergerak Juga Ada di Kalimantan Barat

Pariwisata Indonesia, Pulau Begansar, Pulau Bergerak di Kalimantan Barat, Artikel Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata, Media PVK Group, Anita Basudewi Simamora, PT Prima Visi Kreasindo, Pariwisata Kalimantan, Panduan Wisata di Indonesia
Ilustrasi gambar: Pulau Begansar di Kalimantan Barat merupakan fenomena langka dan unik, karena pulau ini bisa bergerak sendiri. (Foto: Media PI/Sumber: Dok. Pribadi)

Halo, Gaes!

Kalo lo adalah pecinta film anime One Piece, pasti lo tahu tentang Pulau Zou yang bisa bergerak di lautan. Ternyata, pulau bergerak itu enggak cuma ada di dunia fiksi, loh. Kabar baiknya lagi, salah satu pulau bergerak itu ada di Indonesia. Namanya Pulau Begansar.

Dalam Bahasa masyarakat setempat, begansar berarti bergerak. Nama ini dipilih karena pulau ini emang sering bergerak bahkan sampai menabrak daratan di sekitar. Biasanya, Pulau Begansar aktif bergerak sejak puluk 8 pagi hingga 3 sore dan bisa menempuh jarak hingga ratusan meter.

Pulau Begansar terletak di Danau Siawan di Dusun Kuala Buin, Desa Entibab, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Dari ibukota Kabupaten Kapuas Hulu, lo butuh perjalanan sekitar 3 jam hingga sampai di tempat ini.

Meski baru happening di media sosial, nyatanya keberadaan Pulau Begansar sudah ada sejak zaman dulu. Namun, wisata pulau ini memang baru dibuka untuk umum di tahun 2016 karena menunggu perbaikan akses menuju ke sana.

Pulau Begansar sebenanrnya terdiri dari dua pulau kecil dengan luas sekitar 20 x 40 meter. Meski kecil, masing-masing pulau mampu menampung 40 hingga 50 orang, loh. Selain pohon-pohon dan semak belukar, tidak ada yang mennghuni kedua pulau ini.

Menurut cerita masyarakat setempat, awalnya di danau tersebut terdapat tujuh pulau yang dapat bergerak. Tapi saat ini, hanya tersisa dua pulau saja yang dapat bergerak. Sedangkan sisanya sudah mati atau tidak dapat bergerak lagi.

Konon, fenomena tersebut disangkutpautkan dengan legenda yang masih dipercaya oleh masyarakat setempat hingga kini, Gaes.

Alkisah ada seorang nelayan bernama Bagut yang menjadikana Danau Siawan atau juga dikenal dengan Danau Bagut sebagai lokasi mencari ikan. Sementara pulau-pulau yang bergerak tersebut adalah tempat sang nelayan menyimpan ikan.

Karena kesal dengan pergerakan pulau-pulau tersebut, Bagut pun mengikat mereka dengan tujuh buah rotan. Tapi bahkan hingga 99 kali percobaan, rotan-rotan tersebut enggak mampu menahan pergerakan pulau, Gaes.

Kemudian di satu malam, Bagut bermimpi bahwa cara untuk membuat pulau tersebut mati atau tidak bergerak lagi adalah mengikat pulau tersebut dengan akar pohon semar yang terdapat di atas pulau. Tapi ada harga yang harus dibayar untuk membuat pulau berhenti bergerak, yaitu nyawa Bagut.

Singkat cerita, Bagut pun melaksanakan apa yang dilihatnya dalam mimpi. Pulau-pulau itu memang berhenti bergerak dan menyisakan dua pulau saja. Tapi pada malam harinya Bagut pun meninggal.

Selain legenda tersebut, ada juga yang meyakini bahwa Pulau Begansar memiliki ekor dan kepala. Hanya saja, ekor dan kepala tersebut kasat mata dan tidak bisa dilihat oleh manusia biasa. Hal tersebutlah yang membuat Pulau Begansar kerap begerak.

Namun menurut para ahli, fenomena pula bergerak bisa dijelaskan secara ilmiah. Pulau Begansar dinilai memiliki satu pohon dengan akar tunggang yang menghujam ke dasar danau, sedangkan akar-akar serabutnya menahan mineral tanah yang menjadi bahan dasar penyusun pulau.

Saat air pasang, akar tunggang mengambang dan tidak menyentuh dasar danau sehingga membuat pulau yang didiaminya bergerak. Sementara ketika air danau surut, akar pohon akan kembali menapak di dasar sungai. Hal ini pula yang menjelaskan kenapa Pulau Begansar hanya aktif bergerak di musim penghujan atau saat debit air danau maksimal.

Terlepas dari legenda dan teori yang ada, pulau unik ini layak untuk lo kunjungi, Gaes. So, saat berkunjung ke Kalimantan Barat, sempatkan untuk datang ke Pulau Begansar, ya Gaes ya. (Anita)

Pewarta:  Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022