PariwisataIndonesia, Foto Gubernur DKI Jakarta

Gubernur Anies Resmikan Nama Jalan Jembatan hingga Taman di Kawasan Pantai Maju Pulau Reklamasi

Usulan nama dari para peserta sayembara kemudian dengan menggunakan beberapa indikator seperti filosofi, konsep, tema, penyesuaian dengan Panduan Rancang Kota, integrasi sejarah, dan lain-lain.

Kemudian pada 1 Oktober 2021, Pemenang sayembara “Kita Kasih Nama” untuk Peserta Terbaik 1 yaitu Tim Glibly yang beranggotakan 5 anak muda kreatif yang bernama Rima Syafia, Annisa Nadhirah Ar, Hana Syabila Fazri, Aprilia Hapsari Putri, dan Yosephine Astari.

Nama-nama yang dipilih terinspirasi dari kehidupan masyarakat pesisir. Nama bundaran, yaitu Heritiera, yang diselaraskan dengan bentuk salah satu jenis mangrove yang berakar kuat. Hal ini dimaknai bahwa Bundaran Heritiera menjadi jantung dari kawasan ini.

Nama jembatan terinspirasi dari bagian perahu, yang paling depan adalah Jembatan Linggi, di bagian tengah kawasan adalah Jembatan Tataban dan jembatan terakhir seperti bagian belakang perahu yang mengarah ke laut yaitu Jembatan Baruyungan.

Nama taman-taman, yaitu Baharia dan Asriloka, diambil dari Bahasa Indonesia yang berarti bahagia dan indah. Nama-nama jalan diambil dari nama jenis mangrove yaitu Warakas, Kandeka, Bidara, Akasia dan Pejapi.

Usulan nama tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 28 Tahun 1999 tentang Pedoman Penetapan Jalan, Taman dan Umum di DKI Jakarta. Kemudian ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 50 Tahun 2022 tentang Penetapan Nama Jalan, Jembatan, Taman dan Bundaran di Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju.

Transportasi yang Terintegrasi

Selain itu, pada tahun 2018, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan adanya fasilitas publik yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Sejak saat itu, kawasan ini menjadi akses gratis ke pantai yang dapat dinikmati warga Jakarta maupun luar Jakarta.

Kemudian melalui Peraturan Gubernur Panduan Rancang Kota Nomor 30 Tahun 2021, pantai reklamasi yang sudah ada diharuskan memiliki fasilitas umum dan fasilitas sosial, termasuk ruang ketiga, transportasi umum, dan ruang ibadah/mushola.

Fasilitas umum di Pantai Kita dan Pantai Maju akan dikelola oleh BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro), dengan memperhatikan hal-hal menarik. Pemprov DKI juga mendorong penyediaan fasilitas angkutan umum di sekitar kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju.

Saat ini, PT Jakpro sedang membangun sejumlah halte Transjakarta untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum di kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju.

Kawasan Jalasena Timur sudah dapat diakses menggunakan rute Transjakarta bagi publik yang ingin menikmati dan beraktivitas di pantai. Kedepannya, Jakpro berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan sarana dan program aktivitas publik, serta mengikutsertakan partisipasi warga sekitar. (Ben)