Pariwisata Indonesia, Tradisi Lisan Wayang Othok Obrol Wonosobo Ditetapkan Jadi WBTB Indonesia

Kabar Gembira! Tradisi Lisan Wayang Othok Obrol Wonosobo Ditetapkan Jadi WBTB Indonesia

Sertifikat WBTB diserahkan oleh Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Eris Yunianto dan diterima oleh Kepala Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Budaya Wonosobo, Ratna Sulistyowati di Museum Ronggowarsito, Semarang pada Rabu (23/3) lalu.

Penyerahan sertifikat itu bersamaan dengan kegiatan rapat koordinasi WBTB Tahun 2022 di mana pada 2021 Kemendikbud Ristek RI menetapkan sejumlah 51 WBTB usulan dari 14 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Penting untuk diketahui, Kabupaten Wonosobo telah mendapatkan sertifikat WBTB yaitu Ruwatan Rambut Gimbal pada Tahun 2016, Hak-hakan pada Tahun 2018, dan Tari Topeng Lengger dan Bundengan pada Tahun 2020.

Pariwisata Indonesia

Fokus 2022, Dinas Pariwisata dan Budaya Wonosobo juga akan kembali mengajukan pencatatan tiga objek prioritas di antaranya, Wayang Kedu Gagrak Wonosobo, Mie Ongklok, dan Bucu Pendem. Ketiga warisan budaya tak benda itu, merupakan sebuah warisan kearifan lokal yang patut kita banggakan dan lestarikan sebagai wujud kecintaan kita terhadap kesenian nan elok dari Wonosobo untuk Indonesia.

Melongok sekilas tentang kesenian Wayang Othok Obrol ini, ternyata dimainkan sambil mengobrol atau bersenda gurau. Wayang Othok Obrol membawakan kisah dari Mahabarata dan Ramayana dengan sang lakon seperti Murti Serat, Raja Kengsi, Andhaliretna, atau yang paling populer Semar Supit dan Semar Cukur.

Pembawaan lakon yang merakyat dan penuh makna ini, tak ayal membuat Wayang Othok Obrol tetap bertahan dan populer di Wonosobo, malah untuk pementasan wayang ini, juga tak merogoh kocek mendalam, cukup membiayai satu dalang dengan delapan niyaga, tanpa sinden. (Jess)