Kementerian KKP Upayakan Kesejahteraan Masyarakat dengan Kembangkan Gurami Bima

umi kalsum founder dan ceo media pvk grup,BERITA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN (KKP),BERITA KKP,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,KEMENTERIAN KKP UPAYAKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DENGAN KEMBANGKAN GURAMI BIMA,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN SAKTI WAHYU TRENGGONO,PARIWISATA INDONESIA
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono bersama Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI), dan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) sukses kembangkan Gurami Bima untuk kesejahteraan masyarakat (Dok.KKP). 

PariwisataIndonesia.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI), dan didukung pula oleh Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) terus melakukan lompatan inovasi di tengah pandemi Covid-19 melalui pengembangan sejumlah produk hasil riset yang dinilainya cukup potensial.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, kebijakan ini sebagai usaha dari pihaknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Gurami Bima juga bernilai ekonomis penting, karena mempunyai nilai pasaran yang tinggi, volume produksi makro yang tinggi dan luas, serta mempunyai daya produksi yang tinggi,” kata Menteri Trenggono, kutip redaksi PariwisataIndonesia.ID, pada Senin (23/8).

Redaksi mencatat, mantan bendahara Partai Amanat Nasional Periode 2009-2013, kelahiran Semarang, 3 November 1962 pernah pula terlibat sebagai salah satu pihak yang membawa Joko Widodo maju ke Jakarta, dan mulus berlanjut menjadi Presiden. Kala itu, partisipasinya termasuk pada posisi kunci di tim pemenangan Jokowi sejak masih di Solo.

Dalam keterangan resminya, KKP turut melaporkan keberhasilan yang dicapainya, dan meyakini kalau benih ikan gurami tersebut adalah jenis hibrida unggulan.

Menurutnya, diperoleh berkat perkawinan silang antara gurami jantan Jambi dengan gurami betina Majalengka yaitu, gurami Bima.

Mereka pun berpendapat, ikan tersebut sangatlah tahan terhadap serangan penyakit atau kebal dari bakteri mycobacterium fortuitum.

Lebih lanjut, sambungnya, varietas ikan gurami digadang-gadang lebih menjanjikan. Sebab, bibit tersebut begitu unggul dan bisa tumbuh lebih cepat.

Menindaklanjuti dari hasil uji lapangan tersebut, mereka juga menjelaskan tentang gurami Bima itu sendiri, digadang-gadang jauh lebih unggul ketimbang ikan gurami lokal lainnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Pertahanan sudah lebih dulu mengawalinya dengan mencanangkan Kampung Gurami Bima di Nagari Suliki, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Terkait hal tersebut, pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau, dan laut berbasis kearifan lokal. Lanjutnya, merupakan satu dari tiga program terobosan KKP yang digemakan oleh Menteri Trenggono.

Untuk itu, pihak KKP akan mendorong program ini bisa menjadi role model. Sekaligus, diterapkan di seluruh pelosok di Indonesia. Sikapnya ini, guna mempercepat dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.

Mereka berargumen, selain kawasan itu berpotensi dalam pengembangan perikanan air tawar, juga karena didukung letak geografisnya yang sangat strategis.

Di sisi lain, lokasi itu dilengkapi dengan kekayaan sumber daya genetik ikan pada 15 aliran sungai besar. Terbukti, sudah ditemukannya 589 jenis ikan air tawar di perairan Sumatera Barat tersebut.

Atas dasar itu, Kabupaten Limapuluh Kota ditetapkan sebagai kawasan Kampung Gurami Bima.

“Keberadaan ikan gurami di Kabupaten Limapuluh Kota juga sangat penting karena ikan ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan adat dan budaya masyarakat setempat,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Trenggono merasa bangga dan memberikan apresiasi dengan mengacungkan jempol kepada semua tim yang terlibat dalam program tersebut. Pasalnya, berhasil mendongkrak produksi benih per tahun sebanyak 150 juta ekor benih, atau terjadi peningkatan sebesar 55 persen.

“Mampu menjadi kabupaten yang mandiri dalam penyediaan benih gurami dan meningkatkan produktivitas perikanan budidaya, serta membuka lapangan pekerjaan,” tuturnya.

Dirinya pun menjelaskan, upaya peningkatan performa pertumbuhan gurami Bima adalah bagian dari program riset peningkatan mutu genetik, yakni “Pembentukan Varietas Unggul Ikan Gurami Tumbuh Cepat” yang sudah dimulai sejak tahun 2014.

Penelitian ini, katanya, dimulai dengan melakukan koleksi ikan gurami dari beberapa populasi yang berbeda, antara lain Majalengka, Tasikmalaya, Jambi dan Kalimantan.

Kemudian, secara resmi pihak KKP juga mengungkapkan setiap tahapan waktu penelitian tersebut, antara lain sebagai berikut:

Tahun 2015, dilakukan karakterisasi genotipik. Hasilnya, menunjukkan populasi Jambi dan Majalengka memiliki hubungan kekerabatan paling jauh. Sarannya, potensial tersebut diwujudkan melalui program hibridisasi.

Tahun 2016-2017, kembali dilakukan evaluasi performa pertumbuhan. Hasilnya, persilangan antara induk betina gurami Majalengka dengan induk jantan gurami Jambi terbukti memiliki nilai heterosis yang tinggi, yaitu sebesar 32,68 persen dan itu terjadi pada umur 14 bulan.

“Hal tersebut menunjukkan bahwa ikan gurami hibrida prospektif sebagai varietas ikan gurami unggul tumbuh cepat,” ujarnya.

Tahun 2018, dari hasil uji multilokasi, menjelaskan ikan gurami hibrida ini memiliki pertumbuhan 26,97 persen lebih cepat daripada ikan gurami lokal di Tulungagung.

Namun, masih pada tahun yang sama. Disebutkan bahwa dari hasil uji multilokasi di Sukamandi, menunjukkan ikan gurami hibrida tumbuh cepat dan memiliki pertumbuhan 17,18 persen lebih baik dibandingkan gurami Galunggung Super.

Sementara, berdasarkan hasil pengujian performa ketahanan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan bakteri Mycobacterium fortuitum, juga menunjukkan bahwa benih ikan gurami hibrida ini memiliki ketahanan yang lebih tinggi daripada benih ikan gurami Galunggung Super hasil rilis Balai Pengembangan Budidaya Ikan Gurami dan Nilem (BPBIGN) Singaparna.

“Pemilihan nama Bima untuk ikan gurami hibrida hasil pemuliaan tersebut bukan semata karena perkawinan silang antara gurami jantan Jambi dan gurami betina Majalengka,” terangnya.

“Namun juga terinspirasi dari tokoh pewayangan, di mana terdapat sosok Bima yang hebat dan bertubuh kuat, layaknya potensi yang dimiliki gurami hibrida tersebut,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, pihak KKP menutup laporannya dengan menyampaikan, bahwa dari hasil uji toleransi lingkungan menunjukkan benih ikan gurami hibrida ini memiliki ketahanan toleransi yang lebih tinggi terhadap paparan cekaman suhu, salinitas serta pH. (B32n/Ss)