Pecinta Kolesterol Ngumpul! Cobain Sate Koyor di Yogyakarta

Foto: Fimela.com

Sate banyak di jumpai dimana-mana, sate juga kuliner yang sangat terkenal di Indonesia, hampir di seluruh Indonesia kita bisa menemukan sate, bahkan setiap daerah memiliki ciri khas sate masing-masing, tak hanya itu di Mancanegara pun kita bisa menemukan sate dan sate di kategorikan makanan yang paling enak dan mahal. Sate merupakan daging yang dipotong kecil-kecil lalu ditusuk kemudian dimasak dengan cara dibakar. Jika sate biasanya dikenal dengan daging, kali berbeda dengan sate yang kita temukan di Yogyakarta.

Di Yogyakarta ada sate yang sama sekali tidak menggunakan daging untuk bahan utamanya, yaitu Sate Koyor. Sate Koyor merupakan sate yang menggunakan lemak atau gajih sapi sebagai bahan utama, tetapi lemak yang di gunakan berbeda dengan biasanya lemak biasanya yang kita temukan di lemak soto atau bakso karena lemak pada sate koyor tidak meninggalkan lemak di langit-langit mulut.

Foto: Limakaki.com

Walaupun terbuat dari bahan utama lemak, sate koyor ini memiliki tekstur yang empuk dan rasa yang gurih, bumbu yang di gunakan untuk memasak sate koyor terbilang sederhana, karena kita hanya memerlukan bumbu inti dapur seperti merica, bawang putih, ketumbar, dan gula jawa.

Sate yang biasa juga disebut sate kere ini dapat ditemukan di kawasan Malioboro tepatnya di Pasar Beringharjo. Namun jangan berharap kamu akan menemukan rumah makan ya, Sobat Pariwisata. Karena memang, sate koyor sendiri merupakan street food ala Yogyakarta. Penjual sate koyor biasanya mulai buka dari pukul 11.00 sampai pukul 16.00 WIB.

Foto: Cuisineanddrink.blogspot.com

Biasanya penjual sate koyor akan mangkal di sisi selatan pasar Beringharjo, hanya dengan Rp. 10.000,- kamu bisa menikmati satu porsi sate koyor sebanyak 5 tusuk yang empuk dan gurih. Sobat Pariwisata, jangan lupa tetap imbangi dengan sayuran, jangan hanya nabung kolesterol terus.

Tetap semangat dan stay healthy.