Destinasi Wisata Saat Libur Imlek 2020 di Medan, Seru Bangetzz

sumber foto: pariwisatasumut.net

Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees!

Merayakan Imlek atau tahun baru China pada hari esok, 25 Januari 2020, di Medan, Sumatera Utara, bisa seru banget. Sebagai kota ketiga terbesar di Indonesia, setelah Jakarta dan Surabaya, ternyata Medan menyimpan banyak tempat yang eksotik. Kamu bisa mengunjungi spot wisata tersebut dengan mudah, mulai menggunakan sepeda motor hingga berjalan kaki. Berikut adalah beberapa wisata di Medan yang layak kamu datangi saat libur Imlek Gaaees.

1. Pagoda Taman Alam Lumbini

Belum sempat wisata ke Thailand atau myanmar Gaaees? Datang aja ke Taman Alam Lumbini di Medan Kamu bakal lihat replika pagoda yang berasal dari Myanmar. Replika Pagoda Shwedagon atau pagoda emas Yangoon, Myanmar itu berada di Desa Tongkoh, Brastagi, Medan. Diresmikan pada Oktober tahun 2010, sekitar 1.300 biarawan dan 200 orang dari seluruh dunia berkumpul di tempat ini. Menurut kepercayaan Buddha, nama Lumbini sendiri adalah nama tempat Siddharta Gautama dilahirkan yang berada di Nepal.

Pagoda yang dikelilingi dengan taman seluas 3 hektar merupakan stupa tertinggi di Indonesia dan termasuk sebagai replika tertinggi nomor dua di Asia Tenggara. Pagoda berwarna keemasan tampak megah dari kejauhan. Kamu bisa berswafoto sepuasnya dan bisa merasakan sensasi seakan-akan sedang berada di luar negeri lho.

2. Pecinan Medan

Bagi kamu pecinta kuliner, “wajib” hukumnya untuk datang ke kawasan Pecinan Medan ini Gaaees. Berbagai macam kuliner lezat siap memanjakan lidah kamu, sebut saja aneka macam mie, sate, bebek, kerang, biawak, ular, kodok, lontong sayur, nasi sayur, martabak, dan masih banyak lainnya.

Di Kawasan Pecinan ini juga menyediakan berbagai minuman seperti aneka jus, bir dan sarsaparila cap badak yang merupakan minuman khas Pematang Siantar, Medan. Selain makanan dan minumannya, di kawasan itu kamu bisa mengabadikan momen dengan latar belakang bangunan oriental.

3. Maha Vihara Adhi Maitreya

Maha Vihara Adhi Maitreya terletak di komplek perumahan Cemara Asri, Jl. Boulevard Utara No. 99-5, Medan, Sumatera Utara. Vihara yang sangat asri itu bernuansa campuran Agama Buddha dan Tionghoa. Kamu gak perlu bayar tiket masuk, untuk melihat arsitektur bangunan yang menggambarkan kebudayaan dan karakteristik ajaran Buddha Maitreya. Vihara ini terbagi menjadi tiga gedung utama, gedung pertama terdapat Baktisala umum yang merupakan tempat pemujaan Buddha Sakyamuni, Bodhisatva Avolokitesvara dan Bodhisatva Satyakalama.

Sebelah kanan gedung satu ini terdapat Taman Avolokitesvara yang dilengkapi dengan beberapa permainan untuk anak-anak. Semua gedung terdapat wisma hanya saja wisma pada gedung satu memiliki fasilitas yang paling lengkap yakni adanya ruang perkantoran, ruang rapat, studio rekaman dan dapur umum.

Selain itu, terdapat tiga patung suci utama didalam Vihara ini dengan corak warna keemasan yakni Patung Sang Buddha, Dewi Kwan Im dan Hakim Bao. Pada bagian luar terdapat Genta dengan ukuran 3,3 meter untuk tingginya dan berat 7 ton yang diukir dengan kalimat Dharma Hati Maitreya. Genta ini disebut dengan Genta Kebahagiaan Gaaees.

4. Rumah Tjong A Fie

Mau lihat rumah kuno demgan arsitektur mandarin di Medan, datang saja ke Rumah Tjong A Fie ini Gaaees. Rumah ini merupakan simbol keberagaman kota Medan dan berstatus Cagar Budaya Nasional lho, rumah ini ditinggali oleh saudagar bernama Tjong A Fie (1860-1921) di masa lalu. Dengan menjelajahi setiap sudut rumah bersejarah ini, sobat tiket bakal diajak untuk kembali ke masa lalu dan menyaksikan sejarah keluarga Tjong A Fie.

Tjong A Fie adalah seorang perantau yang berasal dari Provinsi Guangdong, Tiongkok, yang datang ke pelabuhan Deli ketika berusia 18 tahun. Dengan lika-liku kehidupan yang dihadapinya, Tjong A Fie berhasil menjadi saudagar sukses di Medan pada masanya. Dia menjadi tokoh multikultural yang bisa merangkul dengan baik semua kalangan, mulai dari Tionghoa, Melayu, Arab, India, hingga Belanda. Keakrabannya dengan Sultan Deli ini terbukti dari sumbangan sepertiga biaya pembangunan Masjid Raya Medan dan sebuah masjid di Gang Bengkok.