Rumah Bolon

Rumah Adat Sumatera Utara
Pariwisata Indonesia

Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak sub etnis suku di Indonesia. Jumlah sub etnis suku yang banyak itu membuat Sumatera Utara kaya akan budaya dan peninggalan bersejarah, termasuk rumah adat. Salah satu rumah adat yang terkenal di Sumatera Utara adalah Rumah Adat Bolon.

Pada zaman dahulu, Rumah Bolon adalah rumah dari 13 raja yang tinggal di Sumatera Utara. Namun, seiring perkembangan zaman, rumah ini pun bisa dihuni oleh masyarakat biasa. Rumah Bolon memiliki setidaknya 6 jenis yang berbeda dengan ciri khas masing-masing. Sayangnya, pada saat ini tidak semua jenis Rumah Bolon dapat ditemukan.

Pariwisata Indonesia

Rumah Bolon didirikan sekitar 1,75 meter di atas tanah, dengan tiang-tiang yang menyangga. Rumah ini dibangun dari papan dengan atap dari ijuk dan daun rumbia, serta hanya menggunakan tali untuk menyatukan seluruh bahan-bahannya. Meskipun begitu, rumah ini sangat kokoh, loh!

Rumah Bolon terbagi ke dalam tiga bagian utama dengan makna filosifi yang berbeda. Bagian atap melambangkan dunia para dewa. Bagian badan rumah sebagai simbol dunia manusia dan tempat manusia melakukan segala aktivitas. Serta bagian kolong yang menjadi simbol dunia setelah kehidupan, yaitu kematian.

Pariwisata Indonesia

Atap Rumah Bolon yang berbentuk seperti pelana kuda, dibangun dengan bagian depan dan belakang yang melampaui bagian badan rumah. Hal itu sebagai doa dan pengharapan agar keturunan sang pemilik rumah memiliki masa depan yang sukses dan lebih cerah. Atap ini dibangun dengan sudut atas yang sangat sempit, sehingga terlihat lebih tinggi. Pada bagian atas juga terdapat anyaman yang membuat tampilan rumah semakin indah.

Badan Rumah Bolon memiliki bentuk persegi dengan dinding-dinding yang pendek, tapi cukup muat untuk berdiri karena dibangun tanpa plafon. Untuk masuk ke dalam rumah ini, Sobat Pariwisata harus menaiki tangga dan melewati pintu yang terletak di bagian tengah rumah. Sehingga setiap tamu yang datang harus membungkukkan badan, sebagai tanda penghormatan kepada sang pemilik rumah.

Pariwisata Indonesia

Pada bagian atas pintu Rumah Bolon, terdapat groga atau lukisan hewan yang memiliki warna dominan merah, putih, atau hitam. Masing-masing lukisan memiliki makna, seperti cicak sebagai simbol persaudaraan yang kuat serta kemampuan orang Batak untuk bisa bertahan hidup dimana saja, gambar kerbau sebagai simbol terima kasih, serta gambar ular sebagai pertanda berkah yang berlimpah.

Dibangun dengan konsep rumah panggung, Rumah Bolon menyisakan bagian kolong yang dipergunakan untuk tempat tinggal hewan ternak seperti ayam, kambing, atau babi.

Pariwisata Indonesia

Tahukah Sobat Pariwisata? Bagian interior rumah bolon berupa ruangan kosong yang luas dan besar dan tak terbagi-bagi menjadi beberapa kamar. Tetapi bukan berarti tidak ada pembagian ruangan di dalam rumah bolon ini ya.

Biasanya, Rumah Bolon dihuni oleh 4 hingga 6 keluarga. Oleh karena itu, Rumah Bolon dibangun dengan luas yang cukup besar. Meskipun Rumah Sobat Pariwisata tidak menemukan sekat pemisah, tapi Rumah Bolon memiliki pembagian yang telah disepakati oleh seluruh anggota keluarga.

Jabu Bong yang terletak di sebelah sudut kanan belakang, merupakan ruangan khusus sang kepala keluarga. Di sebelahnya, terdapat Jabu Soding yang diperuntukan bagi anak-anak perempuan. Di sudut kiri bagian depan, terdapat Jabu Suhat, ruangan untuk anak laki-laki yang sudah menikah. Di sudut kanan depan, terdapat ruangan untuk menyambut tamu yang disebut Tampar Piring. Sedangkan di bagian tengah, bagian terluas dari rumah, digunakan untuk ruang keluarga yang disebut dengan Ruang Jabu Tonga Rona Ni Jabu Rona.

Bagaimana Sobat Pariwisata? Sudah punya rencana untuk berlibur dan mengunjungi Provinsi Sumatera Utara serta melihat langsung rumah adat ini?(Nita/RPI)