Sandi menjanjikan, hasilnya akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo. Namun, lebih dulu ditindaklanjuti dalam rapat terbatas bersama-sama dengan kementerian lainnya dan melibatkan lembaga-lembaga terkait.
“Rencananya pada awal tahun setelah Natal dan tahun baru kami akan melakukan rakor (rapat koordinasi) yang membahas khusus (pemulihan Bali),” ungkapnya.
Menurutnya, wabah corona telah berlangsung hampir dua tahun dan mengakui dampak pandemi COVID-19 telah memukul pariwisata di Bali.
Berikutnya, menjelang kebijakan dan program tahun anggaran 2021 berakhir. Maka, berbincang secara langsung bersama tokoh-tokoh penting yang bisa membuat perekonomian Bali bangkit kembali, dan lapangan kerja terbuka lebar adalah sebuah lompatan yang cukup berani ibarat suguhan kopi, “kopinya terasa benar-benar pas”.
Sandi beranggapan, strategi pemulihan Bali melalui kebijakan dan program di kementerian yang dinahkodainya agar tepat manfaat, tepat sasaran dan tepat waktu. Sudah tentu, perlu adanya bahan kajian secara mendalam sebelum digelar di tingkat rakor.
Lebih lanjut, Sandi menyebut dalam keterangan tertulisnya, yaitu wisatawan mancanegara yang berasal dari Eropa dan Australia memiliki minat yang tinggi untuk berkunjung ke Bali.
Apalagi, lanjutnya, Pulau Dewata dinobatkan menjadi lokasi utama pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2022 mendatang.
“Kita mengonversi minat ini menjadi kunjungan yang sesuai dengan keinginan kita membangkitkan pariwisata dan ekonomi di Bali, khususnya untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja,” imbuhnya.

Begitu pula dengan pelaksanaan vaksinasi di Bali. Ia menerangkan, bahwa saat sekarang sudah mencapai 102 persen untuk dosis pertama dan 90 persen untuk dosis kedua.
“Kita juga tadi mendiskusikan terkait program booster yang akan dilaksanakan bulan Januari (2022) dan vaksinasi untuk anak berusia 6–11 tahun di Bali yang berjumlah 373.000,” ucapnya.
Di kesempatan itu, mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menandaskan agar para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin serta memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi semaksimal mungkin.
“Kami menitipkan kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di sini untuk terus meningkatkan protokol kesehatan dan integrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, ini yang akan terus kita pantau,” tandasnya.
“Kebijakan karantina bagi WNA dan juga WNI yang datang dari luar negeri adalah semata-mata untuk mencegah masuknya varian baru corona sekaligus mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memilih berwisata #DiIndonesiaAja,” sambungnya.
Lulusan Wichita State University (WSU), Amerika Serikat dengan predikat ”summa cum laude” yang maknanya serupa dengan “With Highest Praise” atau “Dengan Kehormatan Tertinggi” adalah pria yang biasa disapa dengan ‘Bang Sandi’ lulus dengan IPK tertinggi. Umumnya, momen seperti ini hanya dinobatkan kepada satu orang mahasiswa/i unggulan di satu angkatan.
Menilik slogan yang dibangunnya melalui Gercep, Geber, dan Gaspol untuk bangkitkan pariwisata Indonesia, tentu bukan tanpa sebab.
Hal itu juga bisa dilihat dari berbagai rekam jejaknya, termasuk program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Cara berpikir Sandi, patut diakui cukup out of the box. Tak terkecuali kunkernya ke Bali saat ini. (eh)








































Leave a Reply