Awasi Penyelundup Narkoba di Pesisir Aceh, BNN: Peralatan Hingga Personel Kita Kurang, Waspadalah!

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Aceh mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus narkotika dengan BB jenis sabu seberat 14 Kg berkat laporan masyarakat, dan BNN telah memantau lama di sepanjang pesisir pantai timur Aceh yang langsung berbatasan negara Malaysia dipetakan sebagai jalur tikus yang rawan penyelundupan narkoba dalam jumlah besar. Ayo nyatakan bersama, "War On Drugs". Berikut ulasannya!
Pariwisata Indonesia, Jauhi Narkoba, Berita BNN, Berita Badan Narkotika Nasional RI, Trippers, Indonesia Traveler, Jaringan Media Pariwisata di Indonesia, Kepala BNN RI Komjen Pol Dr Drs Petrus Reinhard Golose MM, Biro Humas dan Protokol BNN RI Hanny Andhika, War On Drugs, Indonesia Bersinar, Desa Bersinar, P4GN
Kepala BNN Komjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose

PariwisataIndonesia.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh mengaku kesulitan untuk mengawasi pintu masuk penyelundupan narkoba, khususnya yang melalui pelabuhan tikus di pesisir pantai timur di Aceh, dan permasalahan ini patut untuk diwaspadai bersama.

Kejahatan Narkoba adalah kejahatan serius yang bersifat lintas negara (transnational crime) dan merupakan kejahatan yang terorganisir karena peredarannya sangat masif.

Baca juga :  BNN Aceh Amankan 14 Kg Sabu dan 16 Kg Ganja, Heru Pranoto: Bekuk 6 Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia

Dampak dari kejahatan narkoba, sudah tentu dapat mengancam setiap negara dan bangsa, yang akhirnya menimbulkan dampak buruk bagi tatanan kehidupan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Aceh AKBP Mirwazi mencurahkan perasaannya kepada awak media, sejalan dengan press release pengungkapan kasus tindak pidana narkotika BNN Provinsi Aceh, beberapa waktu lalu.

Dia meyakini kuat, yang ditandai dari maraknya penyelundupan narkoba ke Aceh dari jalur laut dalam jumlah besar, dan kawasan itu kerap dijadikan pintu masuk penyelundupan narkoba.

Padahal, tak sedikit upaya yang dilakukan oleh BNNP Aceh, katanya, sudah berulang kali ditindak.

Dalam penjelasannya, kawasan itu berada di sepanjang pesisir pantai timur yang langsung berbatasan dengan negara Malaysia.

Ia menambahkan, jumlah pelabuhan dan jalur tikus di wilayah tersebut, saking banyaknya, maka BNNP Aceh merasa perlu pada situasi seperti sekarang, tidak bisa melakukan apa-apa sendiri.

Namun, harus selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan menggandeng semua unsur agar ikut secara bersama-sama dalam menegakkan slogan “War On Drugs (Perang Melawan Narkoba)”, sebagaimana yang diusung Kepala BNN RI Komjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M.

Curhat Mirwazi dipandang sebagian orang akan memunculkan polemik, tapi bagi dia, sebagai penegak hukum yang telah diberikan amanah untuk mengabdi di BNNP Aceh di bawah komando atasannya, yakni Brigjen Pol Heru Pranoto selaku Kepala BNN Provinsi Aceh, ia tidak ragu dalam menyatakan pendapatnya.

Pernyataannya, tentu masih dalam rangka untuk menguatkan pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (disingkat P4GN) dan Prekursor narkotika lainnya agar terwujud Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar), terutama di Aceh.

“Kesulitan kita memang daerah pesisir itu cukup luas. Ditambah dari peralatan hingga personel kita juga kurang,” curhatnya di kantor BNNP Aceh, Selasa (15/2/2022).

Bersambung ke halaman berikutnya
14 Kg sabu berhasil diamankan, sisanya? 

× Hubungi kami