Umi Kalsum Founder PVK Grup dan CEO Media PVK Grup,Jokowi Sebut PPKM Skala Mikro Efektif Turunkan Kasus Covid-19,Jokowi Resmikan Bendungan Sindang Heula, BERITA KEMENSETNEG,BERITA PARIWISATA INDONESIA,BERITA PRESIDEN JOKO WIDODO,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KEPALA SEKRETARIAT PRESIDEN,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PRESIDEN JOKOWI,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Presiden Joko Widodo

Kabar Gembira, Jokowi Sebut PPKM Skala Mikro Efektif Turunkan Kasus Covid-19

PariwisataIndonesia.id – Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang mengiringi kebijakan vaksinasi massal terus berlanjut. Terkini, pemerintah berfokus pada pembatasan dalam skala mikro yang berdasarkan hasil evaluasi memberikan hasil yang cukup baik.

Baca juga :  Jokowi Resmikan Bendungan Sindangheula Perkuat Sektor Pertanian dan Berpotensi untuk Pariwisata

Baca juga :  Walau Ahad Tetap Kerja, Jokowi: #IndonesiaMaju, Bendungan Tukul Tuntas

Selama PPKM skala mikro tersebut, posko-posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan tampak semakin aktif untuk mencegah penularan. Komunikasi antarwilayah juga berangsur berjalan dengan baik disertai dengan gotong royong antara masing-masing desa dan kelurahan yang berujung pada penurunan kasus mingguan.

“Penambahan kasus mingguan di tujuh provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali kelihatan sekali trennya menurun. Ini sangat bagus,” ujarnya dalam pernyataan yang diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 4 Maret 2021.

Baca juga :  Lumbung Pangan untuk Kesejahteraan Masyarakat NTT, Jokowi: Instruksikan Menteri PUPR dan Mentan, “Laksanakan!”

Berdasarkan sejumlah parameter penanganan pandemi, per 3 Maret 2021 kasus aktif di Indonesia berada pada angka 11,11 persen. Sementara kasus aktif dunia berada di angka 18,85 persen. Artinya, kasus aktif di Indonesia masih lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia.

Baca juga :  Bendungan Tapin, Jokowi: Berpotensi Jadi Spot Wisata dan Majukan Perekonomian Setempat

Demikian halnya dengan rata-rata angka kesembuhan di mana pada waktu yang sama angka kesembuhan di Indonesia berada pada 86,18 persen. Adapun rata-rata kesembuhan dunia berada di angka 78,93 persen. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata kesembuhan dari Covid-19 di negara kita lebih baik dibandingkan rata-rata kesembuhan dunia.

“Perlu juga saya informasikan mengenai positivity rate di Indonesia. Di akhir Januari 2021 itu berada di angka 36,19 persen. Kemudian turun di 2 Maret (2021) ini, berada di angka 18,6 persen. Ini kita harapkan juga semakin turun, turun, dan turun lagi,” imbuhnya.

Baca juga :  Jokowi Canangkan Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan Digelar di Seluruh Provinsi

Meski demikian, perlu diakui bahwa pemerintah masih harus berupaya keras untuk menekan tingkat kematian yang disebabkan oleh virus korona tersebut. Per 3 Maret 2021, angka rata-rata kematian di Indonesia masih berada di 2,71 persen yang sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia yang sebesar 2,22 persen.

“Ini yang harus kita perhatikan dan kita harus bekerja keras agar angka kematian di Indonesia bisa berada di bawah angka rata-rata kematian dunia. Tapi angka kematian ini sudah jauh membaik dibandingkan di awal penanganan Covid. Saya kira kerja keras kita selama ini memberikan hasil yang baik,” tandasnya