PariwisataIndonesia.id – Redaksi Pariwisata Indonesia (PI) mewawancarai tokoh Aceh pecinta motor besar dan sudah menetap lama di Jakarta bernama Teuku Badruddin Syah, juga aktif dalam pengurus Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Bogor sebagai Wakil Ketua.
Ia adalah President Director PT Korina Refinery Aceh, yakni pengusaha yang berbisnis di sektor minyak dan gas bumi.
Saat dihubungi melalui telepon video (videophone) pada Kamis (1/4) siang, redaksi media PI, menanyakan komentarnya terkait tips dalam memajukan Pariwisata Indonesia, wawancara ini melanjutkan dari wawancara sebelumnya.
Baca juga : Teuku Badruddin Syah, Tokoh Aceh yang Cinta NKRI (Seri-1)
Wakil Ketua HDCI Bogor yang akrab dipanggil Abu Turki ini berbagi tips dalam memajukan pariwisata di Indonesia.
Profil putra daerah asal Bumi Serambi Mekkah, terbukti berhasil mendatangkan investasi senilai 6-Milyaran USD Dollar untuk membangun tanah leluhurnya melalui kilang minyak terintegrasi di Tanah Rencong.
Apa usulan Anda terhadap Pariwisata di Indonesia?
Saya harus bilang, negeri ini harus berani mengatakan, Indonesia Truly Asia!
Saya selaku Wakil Ketua Pengurus Daerah HDCI Bogor bersama dengan Ketua HDCI Aceh, dan HDCI se Indonesia termasuk riders HDC luar negeri sering melakukan touring menjelajah pesona alam Indonesia.
Mereka mengatakan alam Indonesia ini luar biasa cantik, memukau dan memesona.
Baca juga : Profil Teuku Badruddin Syah (Seri-2)
Keindahan alam negeri kita, kata mereka loh ini. Mampu membuat para wisatawan mancanegara terkesima dan tak kalah dengan keindahan di berbagai belahan dunia manapun. Mulai dari pegunungan, perbukitan, hingga surga bawah lautnya, Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata.
Bahkan Syekh dari Emir Qatar mengatakan, “Indonesia negeri seperti surga.”
Oleh karena itu, saya berani menyebut, Indonesia truly asia, why not!
Coba Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia lakukan dengan mengenalkan Indonesia ke mancanegara melalui cara-cara lebih tegas.
Digemakan dalam memasarkan Indonesia dengan tagline yang kuat. Jangan yang disasar cuma pariwisata konvensional. Borobudur dari zaman jebot ya sudah begitu, mulailah menyasar pariwisata non konvensional.
Mohon maaf, sekali lagi bukan menjelekkan tetangga kita di Malaysia dengan tagline pariwisatanya, ‘Malaysia Truly Asia’.
Klaim trully-nya ya, dari mana? Lagu kebangsaan berasal dari kita, reog didatangkan dari Indonesia. Mereka copy Indonesia kok. Sejarah Malaysia itu, saya mau tanya, kapan? Mas tentu paham sejarah dunia di masa lampau terutama di balik cerita tentang kerajaan di Malaysia.
Baca juga : Perjuangan Rakyat Aceh untuk Indonesia, Teuku Badruddin Syah: Bangun Kilang Minyak di Tanah Rencong
Raja-raja mereka itu berasal dari Aceh kok. Saya punya silsilah kerajaan Aceh sejak dari Kerajaan Samudera Pasai. Sejak zaman sebelum masehi ini ‘mas, Indonesia sudah beradap dan memiliki potensi keanekaragaman budaya.
Saya harus bilang mengapa Indonesia tidak berani mengatakan ‘Indonesia Truly Asia’, why not?
Bersambung ke halaman berikutnya
Wajar saja Pariwisata Indonesia kalah dengan Malaysia .. “





































Leave a Reply